Kesalahan Kamtibmas: Saatnya Aparat Berbenah

- Publisher

Selasa, 30 September 2025 - 08:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,30/09/25-

Data nasional membuktikan bahwa kesalahan Kamtibmas masih menjadi problem serius di tengah masyarakat. Sepanjang 2023–2025, tercatat ribuan kasus yang menunjukkan lemahnya pengendalian dan pencegahan:

3.596 kasus penjualan minuman keras ilegal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1.165 kasus mabuk di jalan umum yang meresahkan warga.

915 kasus mengemis/meminta-minta di jalan.

BACA JUGA :  Korban PRONA dan PTSL Belum Merdeka Secara Utuh, Oknum Kepala ATR/BPN Kabupaten Probolinggo Diduga  Bersembunyi di Bawah Ketiak

Ditambah kasus besar seperti pencurian dengan pemberatan, curanmor, perjudian, dan narkotika.

Ironisnya, lingkungan perumahan justru menjadi lokasi paling rawan, dengan lebih dari 2.600 kasus. Pagi hari (08.00–11.59) yang seharusnya waktu produktif, justru tercatat sebagai jam rawan terjadinya gangguan Kamtibmas.

Meski Polri mengklaim adanya penurunan 5–19% dalam beberapa periode, kenyataannya hanya 43% kasus yang berhasil diselesaikan. Mayoritas masyarakat masih menunggu keadilan nyata, bukan sekadar angka statistik.

BACA JUGA :  PETI Kian Merajalela di Bukit Bungkul, Dua Ekskavator Diduga Milik Izal Beroperasi Bebas, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas

Sikap DPP Aliansi Cyber Pers Indonesia

1. Polri belum maksimal dalam menghadirkan rasa aman di ruang publik, padahal itu adalah mandat konstitusi.

2. Kejahatan kecil kerap ditindak keras, sementara aktor besar masih sulit disentuh.

BACA JUGA :  Bapelkum Bitung Dorong Pelayanan Hukum Makin Dekat dengan Masyarakat

3. Transparansi penanganan perkara minim, sehingga kepercayaan publik terus menurun.

Seruan Kami

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, aparat harus berani menghadapi bandar besar, mafia hukum, dan kejahatan terorganisir, bukan sekadar menekan rakyat kecil.

Penulis : Ziqro fernando

Editor : Ziqro fernando

Sumber Berita: Tim wartawan

Berita Terkait

Dorong Ekraf dan UMKM, Pemkot Pangkalpinang Gelar Festival Gema Ekraf II 2026
Hampir Rp6 Miliar Digelontorkan, Depo Arsip Berau Masih Jadi Struktur Beton: PUPR dan Kontraktor Wajib Buka-bukaan‎
Kalapas Bangko Ajak WBP Jaga Kamtib dan Manfaatkan Masa Pembinaan
Guyup Rukun, Warga Tempel Sukoharjo Sukses Gelar Rangkaian HUT RI ke-81
Tekankan Pentingnya Stabilitas, Tokoh Adat Wondama Dorong Kewaspadaan Kolektif
Ruri Jumar Saef Ketua Team Nawacita -Astacita Presiden RI, Segera Tindak Tegas Pelaku Penganiayaan Suarni Tengger Probolinggo   
Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni Mendapat Perhatian Ketua Team Astacita -Astacita Presiden Republik Indonesia 
Dugaan Pelanggaran Hukum Proyek Jalan Rp25,2 Miliar di Berau, Tembus Kawasan Hutan Tanpa Izin hingga Ancaman Laporan ke Kejagung
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Dorong Ekraf dan UMKM, Pemkot Pangkalpinang Gelar Festival Gema Ekraf II 2026

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Hampir Rp6 Miliar Digelontorkan, Depo Arsip Berau Masih Jadi Struktur Beton: PUPR dan Kontraktor Wajib Buka-bukaan‎

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Kalapas Bangko Ajak WBP Jaga Kamtib dan Manfaatkan Masa Pembinaan

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Guyup Rukun, Warga Tempel Sukoharjo Sukses Gelar Rangkaian HUT RI ke-81

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:50 WIB

Tekankan Pentingnya Stabilitas, Tokoh Adat Wondama Dorong Kewaspadaan Kolektif

Berita Terbaru

Oplus_131072

Berita Utama

Kalapas Bangko Ajak WBP Jaga Kamtib dan Manfaatkan Masa Pembinaan

Senin, 24 Agu 2026 - 15:39 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/