Wacana Pembangunan Mall Disorot, Publik Pertanyakan Prioritas Pemkab RSU tanjung Belum Rampung. Tempat pembuangan akhir juga belum.

- Publisher

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, BERAU – Wacana pembangunan pusat perbelanjaan atau mall di Kabupaten Berau mulai menuai sorotan masyarakat. Di tengah sejumlah persoalan dasar yang dinilai belum rampung, rencana tersebut dianggap belum menjadi kebutuhan mendesak bagi daerah.

‎Sejumlah warga mempertanyakan kesiapan pemerintah daerah, terutama saat pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) dan beberapa fasilitas pelayanan publik lainnya masih menghadapi berbagai kendala di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎“RSU saja belum rampung sepenuhnya, masih banyak persoalan pelayanan kesehatan dan fasilitas yang harus dibenahi. Sekarang muncul lagi wacana bangun mall,” ujar salah satu warga.

BACA JUGA :  Nama Calon Direktur Perumdam Tirta Argapura Tidak di ACC Kemendagri, Ketua Pansel Sebut Akan Mengusulkan Ulang 

‎Sorotan tidak hanya soal prioritas anggaran, tetapi juga menyangkut kesiapan teknis dan dampak lingkungan dari pembangunan pusat perbelanjaan berskala besar tersebut. Mulai dari kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), kesiapan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sistem drainase, akses jalan, hingga potensi kemacetan menjadi perhatian publik.

BACA JUGA :  Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah

‎Selain itu, kebutuhan tenaga medis di Berau juga dinilai masih belum ideal. Beberapa wilayah disebut masih kekurangan tenaga kesehatan dan fasilitas penunjang pelayanan masyarakat.

‎“Kalau bicara pembangunan besar seperti mall, pemerintah juga harus bicara kesiapan infrastruktur dasar. Sampah mau dibuang ke mana? Akses jalan siap atau tidak? Tenaga medis saja masih kurang,” tambahnya.

‎Wacana tersebut juga memunculkan kekhawatiran bahwa pembangunan mall justru akan mematikan pelaku usaha kecil dan UMKM lokal apabila tidak disiapkan dengan konsep yang jelas dan berpihak kepada masyarakat daerah.

BACA JUGA :  Sorotan untuk Kopdes

‎Masyarakat berharap pemerintah daerah lebih fokus pada pembangunan sektor yang langsung menyentuh kebutuhan dasar warga, seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur kampung, hingga penanganan lingkungan.

‎Hingga kini, belum ada penjelasan rinci dari pemerintah terkait lokasi pembangunan, konsep investasi, kajian AMDAL, maupun dampak sosial ekonomi dari rencana pembangunan mall tersebut.

Penulis : Rudi Salam

Sumber Berita: SUARA UTAMA.ID

Berita Terkait

pekerja mengaku bekerja di PT BAR site PT BERAU COAL. mengeluhkan pembayaran upah molorrr.!
Akhirnya Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo Buka Suara, Pakopak Ikut Angkat Bicara Terkait Tukin P3K Tahun 2025
Bapelkum Bitung dan BNNK Perkuat Sinergi, Bahas Persiapan Penandatanganan PKS
Aliansi Masyarakat Karawang Jabar Menuntut Ketegasan Pemkab Menutup TNM
Pertalite dan Solar Langka di Banjar Kalsel, Namun Masih Banyak Dijual Eceran
Pertamax Rp16.650 per Liter: Rakyat Dipaksa Menyesuaikan. UMKM, Hingga Pengemudi Transportasi Terasa Dampaknya.
Penertiban Pedagang di Tanjung Bunga
Polres Maros Bersihkan Rumah Ibadah Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:17 WIB

pekerja mengaku bekerja di PT BAR site PT BERAU COAL. mengeluhkan pembayaran upah molorrr.!

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:34 WIB

Akhirnya Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo Buka Suara, Pakopak Ikut Angkat Bicara Terkait Tukin P3K Tahun 2025

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:24 WIB

Bapelkum Bitung dan BNNK Perkuat Sinergi, Bahas Persiapan Penandatanganan PKS

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:18 WIB

Aliansi Masyarakat Karawang Jabar Menuntut Ketegasan Pemkab Menutup TNM

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:24 WIB

Pertamax Rp16.650 per Liter: Rakyat Dipaksa Menyesuaikan. UMKM, Hingga Pengemudi Transportasi Terasa Dampaknya.

Berita Terbaru