SUARA UTAMA,GOWA– Sejumlah Kepala Desa (Kades) diperiksa oleh penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Gowa. Mereka diperiksa terkait pengadaan tower WiFi, tahun anggaran 2020/2021..Pasalnya pengadaan proyek ini diduga dipaksakan, harus menjadi skala prioritas dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinas PMD) di tahun 2020/2021, sehingga kepala desa tidak bisa menolak, karena wajib menerima proyek pengadaan tower WiFi tersebut.
Menurut sumber Kepala Desa (Kades) yang tidak mau disebutkan namanya, pada pengadaan tower WiFi, setiap desa harus membayar tower sebesar Rp.96 juta secara tunai dan pembayarannya hanya 1 kali saja transaksi dilakukan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau saya, itu hari langsung bendahara desa yang bayar ke rekanan Rp.96 juta, dibayar langsung tunai. Jadi pembayarannya cuma 1 kali dan lunas hari itu juga, ” bebernya.
Kalau dihitung ada sekitar 100 kepala desa di Kabupaten Gowa yang akan diperiksa, termasuk dia katanya, yang sudah diperiksa bersamaan dengan kepala desa dari Kecamatan Pallangga, Barombong dan Kecamatan Bajeng.
“Sebelumnya, pengadaan ini pernah dibahas di musyawarah desa, tetapi harus dilaksanakan dan wajib menerima tower WiFi. Kalau yang mengajukan proposal saat itu, cuma 1 perusahaan saja, serta pembayarannya langsung tunai. Jadi cuma 1 kali saja transaksi pembayarannya, ” jelasnya.
Saat disinggung soal fee dari proyek tersebut, dia tidak mengetahui kalau ada fee nya, cuma memang ada dia simpan di bendahara desa.
“Tetapi saya tidak tahu, kalau yang dia kasih itu merupakan fee, karena langsung ke bendahara desa. Saya juga tidak pernah ketemu dengan rekanan tower WiFi itu. Jadi pembayarannya langsung di bendahara desa, kalau fee nya, saya tidak tahu, ” ungkapnya yang tidak mau menyebutkan nilai nominalnya.
Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Gowa, Andi Ardiaman, yang dikonfirmasi, Selasa (12/5/2026) terkait pemeriksaan Kepala Desa, dia membenarkan adanya pemeriksaan tersebut.
“Iye benar, pemeriksaan terkait pengadaan tower di 85 Desa, tetapi belum semua diperiksa, masih bertahap. Ini sementara perangkat desa juga dimintai keterangannya, ” kuncinya.











