Jembatan Gantung Rp.200 Juta Muara Pangi Mangkrak, Inspektorat Diminta Periksa Kades Arpis

- Publisher

Rabu, 11 Februari 2026 - 19:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

SUARA UTAMA, Merangin – Proyek pembangunan jembatan gantung Sungai Duo di Desa Muara Pangi, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, menuai sorotan tajam publik. Pekerjaan yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 senilai Rp200 juta tersebut hingga Selasa (10/2/2026) belum rampung dan tidak dapat difungsikan, sehingga memunculkan dugaan kuat terjadinya penyimpangan anggaran.

Di lapangan, kondisi jembatan dinilai jauh dari kata layak. Struktur sepanjang 58 meter dengan lebar 1,20 meter itu baru sebatas berdirinya tiang penyangga. Komponen vital berupa sling baja sebagai penopang utama jembatan gantung belum terpasang, membuat proyek tersebut terkesan mangkrak dan gagal fungsi meski anggaran tergolong besar.

BACA JUGA :  Publik Meminta APIP dan APH Audit Secara Menyeluruh ATR/BPN Kab. Probolinggo Perihal Program PRONA 2010 dan PTSL 2017 hingga 2024

Ironisnya, dalam dokumen anggaran tercantum biaya upah tukang mencapai Rp30 juta. Namun fakta yang terungkap dari keterangan warga, sebagian besar pekerjaan justru dilakukan secara swadaya oleh masyarakat, mulai dari penggalian lubang pondasi, pemasangan tiang, hingga pengecoran. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius: ke mana aliran dana upah tersebut?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Warga banyak bekerja secara gotong royong, tapi sampai sekarang jembatan belum bisa dilewati,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Tak hanya itu, warga juga menduga anggaran sekitar Rp70 juta telah terserap, namun progres fisik di lapangan dinilai tidak sebanding. Kondisi tersebut memperkuat kecurigaan publik akan adanya dugaan perbuatan memperkaya diri sendiri atau pihak lain yang berpotensi merugikan keuangan negara.

BACA JUGA :  Patut Diapresiasi, PARAKSA Selain Berdampak Positif Bagi UMKM dan PKL, Juga Berkontribusi ke PAD Kabupaten Probolinggo 

Sorotan tajam pun mengarah kepada Kepala Desa Muara Pangi, Arpis, selaku penanggung jawab kegiatan. Publik mempertanyakan lemahnya pengawasan dari Inspektorat Kabupaten Merangin, Dinas PMD, hingga pihak kecamatan yang seharusnya melakukan monitoring dan evaluasi, bukan hanya duduk diam di balik meja kantor.

Kasus ini dinilai bukan peristiwa tunggal. Masyarakat menilai banyak proyek Dana Desa di wilayah Kabupaten Merangin dikerjakan asal jadi, dengan anggaran besar namun hasil fisik amburadul. Anehnya, hampir tidak pernah terdengar adanya kepala desa yang benar-benar diproses hukum, sehingga memunculkan kecurigaan dan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

BACA JUGA :  Pengurus RAPI 05 Prabumulih Resmi Dilantik, Herwan Widodo Jadi Ketua

Masyarakat Desa Muara Pangi kini menanti langkah tegas Inspektorat Kabupaten Merangin dan Kejaksaan Negeri Merangin untuk turun langsung ke lapangan, melakukan audit investigatif secara menyeluruh, baik teknis maupun keuangan. Publik berharap tidak ada lagi pembiaran terhadap dugaan penyalahgunaan Dana Desa yang selama ini terkesan aman-aman saja.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Muara Pangi, Arpis, belum memberikan keterangan atau klarifikasi resmi terkait dugaan mangkraknya proyek jembatan dan indikasi penyimpangan anggaran tersebut.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan
Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media
PP Barokatul Hasan Desa Tegalwatu Peringati HSN 2026, Payung Hias Mempunyai Filosofi dan Makna Yang Mendalam 
Irigasi Diduga Mengalir di Area Pabrik PT Sasa Inti, Dugaan Juga Tertuju Pada Pemasangan dan Pengoperasian Turbin Gas Bumi
Muktamar XI Al-Khairiyah di Cilegon Berjalan Lancar, Ini Harapan Al-Khairiyah Tanggamus
Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026
RSUD Waluyo Jati Gandeng Universitas Airlangga, Perkuat Layanan Kesehatan Unggulan dan Pendidikan Kedokteran
Andre Hariyanto Lulus UKW Dewan Pers, Perkuat Kompetensi sebagai Wartawan Profesional
Berita ini 112 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:46 WIB

PP Barokatul Hasan Desa Tegalwatu Peringati HSN 2026, Payung Hias Mempunyai Filosofi dan Makna Yang Mendalam 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Irigasi Diduga Mengalir di Area Pabrik PT Sasa Inti, Dugaan Juga Tertuju Pada Pemasangan dan Pengoperasian Turbin Gas Bumi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp