Implementasi Kurikulum Merdeka Di Pendidikan Indonesia

- Publisher

Selasa, 4 Februari 2025 - 21:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, – Implementasi Kurikulum Merdeka secara terbatas dimulai pada Tahun 2021 di Sekolah Penggerak yang berada di 111 Kabupaten atau Kota. Pada Tahun 2022 dimulai Implementasi Kurikulum Merdeka untuk Jalur Mandiri. Berdasarkan data Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), saat ini sudah hampir 70 persen Satuan Pendidikan di seluruh Indonesia telah menerapkan Kurikulum Merdeka Melalui Program Sekolah Penggerak SMK Pusat Keunggulan, dan Implementasi Kurikulum Merdeka Jalur Mandiri. https://www.kemdikbud.go.id

Implementasi Kurikulum Merdeka adalah progres penerapan kurikulum yang dibuat oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek). Kurikulum ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran siswa. https://bbgpjateng.kemendikbud.go.id

Implementasi Kurikulum Merdeka dapat dilakukan dengan cara: https://www.kemdikbud.go.id

* Menggunakan pendekatan diferensiasi yaitu menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan, minat, dan gaya belajar siswa

* Menggunakan teknologi dalam pembelajaran untuk membuat Pembelajaran Lebih Interaktif

* Mengembangkan Profil Pelajar Pancasila yaitu mengembangkan karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila

* Mendorong Keterlibatan orang tua dan Komunitas dalam proses pendidikan

* Memfasilitasi Pembelajaran Mandiri yaitu mendorong siswa untuk belajar secara mandiri dan mengembangkan rasa tanggung jawab

* Memberikan Kebebasan kepada sekolah untuk menyesuaikan kurikulum sesuai dengan kebutuhan lokal

Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan Empat (4) aspek Implementasi Kurikulum Merdeka beserta tahapannya sebagai pijakan capaian Program Sekolah Penggerak, yaitu :https://unusa.ac.id

1. Pengembangan Kurikulum Operasional Sekolah

2. Penggunaan Perangkat Ajar

BACA JUGA :  Mengembalikan Marwah Penegakan Hukum

3. Projek Profil Pelajar Pancasila

4. Pembelajaran sesuai tahap capaian belajar

Konsep Implementasi Kurikulum Merdeka yaitu : https://indramayukab.kppd-jabar.org

1. Pembelajaran Berbasis Proyek, pembelajaran berbasis proyek mendorong siswa untuk belajar melalui eksplorasi proyek-proyek nyata yang relevan dengan kehidupan mereka. Ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi dan komunikasi,

2. Pembelajaran Diferensiasi Guru diharapkan dapat menyesuaikan metode pengajaran mereka untuk memenuhi kebutuhan, minat, dan gaya belajar individu siswa,

3. Pengembangan Profil Pelajar Pancasila, Kurikulum Merdeka menekankan pengembangan karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,

4. Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran Pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar untuk menciptakan pembelajaran yang lebih Interaktif dan menarik,

5. Kurikulum yang Fleksibel Sekolah diberikan kebebasan untuk menyesuaikan Kurikulum sesuai dengan konteks dan kebutuhan lokal

BACA JUGA :  OD Summit 2026 Dorong Pemimpin Organisasi Menemukan Arah Baru di Tengah Perubahan

6. Asesmen yang Menyeluruh, asesmen atau penilaian dalam Kurikulum Merdeka tidak hanya fokus pada hasil akademik, tetapi juga pada proses pembelajaran dan pengembangan karakter,

7. Keterlibatan Komunitas, Implementasi Kurikulum Merdeka mendorong keterlibatan orang tua dan komunitas dalam proses pendidikan,

8. Pembelajaran Mandiri, siswa di dorong untuk belajar secara mandiri dan mengembangkan rasa tanggung jawab terhadap pembelajaran mereka sendiri,

9. Pelatihan dan Pengembangan Guru, Guru diberikan pilihan dan dukungan yang diperlukan untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.

Foto : Sekolah Dasar Negeri 04, Jalan Ogan Bukit Baru Kota Palembang. 

Semoga dengan adanya pembahasan tentang Implementasi Kurikulum Merdeka, dapat menambah ilmu kita di dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Foto : Sekolah Dasar Negeri 04 Kota Palembang

Penulis : Andri Harahap, S.IP, SH

Editor : Tim Wartawan

Sumber Berita: Kemendikbud dan semua sumber

Berita Terkait

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎
Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa
OD Summit 2026 Dorong Pemimpin Organisasi Menemukan Arah Baru di Tengah Perubahan
Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga
Perjuangan Siswa KIP Berprestasi Arya
Koperasi Desa: Kesejahteraan atau Kontrol Negara?
Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab
Smart TBN Hadir di Desa Wisata Kampung Raja Prailiu, Waingapu!  
Berita ini 89 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:08 WIB

OD Summit 2026 Dorong Pemimpin Organisasi Menemukan Arah Baru di Tengah Perubahan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:17 WIB

Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:22 WIB

Perjuangan Siswa KIP Berprestasi Arya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Koperasi Desa: Kesejahteraan atau Kontrol Negara?

Berita Terbaru

Berita Utama

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:33 WIB

Berita Utama

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:15 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/