Haris Diduga Rusak Hutan Desa Lubuk Birah untuk PETI, Warga Minta Dicopot dari Ketua LPHD

- Publisher

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUARA UTAMA,Merangin – Dugaan keterlibatan Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Desa Lubuk Birah, Kecamatan Muara Siau, Kabupaten Merangin, Jambi, dalam aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) terus menuai sorotan tajam dari masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini di lapangan, aktivitas PETI diduga berlangsung di kawasan hutan desa wilayah Sengak atau Sungai Kuro. Mirisnya, nama Haris selaku Ketua LPHD Desa Lubuk Birah disebut-sebut ikut terlibat dalam pembukaan akses jalan menuju lokasi PETI ilegal tersebut.

Padahal, LPHD memiliki tanggung jawab menjaga dan melindungi kawasan hutan desa dari segala bentuk perusakan lingkungan maupun aktivitas ilegal. Namun fakta di lapangan justru berbanding terbalik dengan tugas dan fungsi yang seharusnya dijalankan.

Warga setempat, Aini Inara, dengan nada kecewa mengungkapkan bahwa Haris diduga tidak takut terhadap aturan hukum maupun pihak Kementerian Kehutanan.

“Haris selaku Ketua LPHD Desa Lubuk Birah mengatakan tidak takut kalau hutan desa yang berada di Sengak digarap untuk PETI ilegal,” ungkap Aini Inara kepada media ini.

Ia juga menyebut bahwa Haris diduga ikut bekerja membuka jalan di kawasan hutan demi kelancaran aktivitas PETI.

“Haris ini sudah bekerja di Sengak atau Sungai Kuro membuka jalan untuk PETI. Dia sebagai Ketua Hutan Desa malah diduga menjadi pihak yang ikut merusak kawasan tersebut,” tegasnya.

BACA JUGA :  Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus

Pernyataan tersebut semakin memperkuat desakan masyarakat agar pihak terkait, khususnya instansi yang membawahi LPHD, segera turun tangan memberikan sanksi tegas apabila dugaan tersebut terbukti benar.

Masyarakat meminta agar tidak ada pembiaran terhadap oknum yang justru diduga menyalahgunakan jabatan demi kepentingan aktivitas ilegal yang berpotensi merusak lingkungan dan hutan adat masyarakat.

Aini Inara juga meminta aparat penegak hukum, pemerintah daerah, hingga pihak yang berkaitan dengan pengelolaan hutan desa agar segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi di Kaliwang dan kawasan Sengak.

“Kalau ini benar adanya, kami meminta kepada pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan pihak yang berkaitan dengan LPHD untuk memberikan sanksi tegas terhadap yang bersangkutan. Jangan sampai hutan adat rusak karena ulah oknum yang seharusnya menjaga kawasan tersebut,” tegas Aini Inara.

BACA JUGA :  Relokasi PKL Dengan Humanis, RSUD Waluyo Jati Kraksaan Menyajikan Sentra Kuliner WJ Sejahtera 

Ia menambahkan, hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu apabila ditemukan adanya keterlibatan dalam aktivitas PETI maupun pembukaan akses jalan di kawasan hutan desa.

Warga berharap pemerintah dan aparat tidak tinggal diam terhadap dugaan yang berkembang di tengah masyarakat. Sebab selain merusak lingkungan, aktivitas PETI juga dinilai dapat mencoreng nama lembaga pengelola hutan desa yang selama ini dibentuk untuk menjaga kelestarian kawasan hutan adat.

Hingga berita ini diterbitkan, Haris selaku Ketua LPHD Desa Lubuk Birah belum memberikan klarifikasi ataupun tanggapan terkait dugaan tersebut.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan
Team Ngorek Audio: Sebaiknya Volume Sound Horeg Sewajarnya
Persebaya Optimis Juara di Musim Menuju Usia 100 Tahun
Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, Founder YSUI Ajak Insan Pers Panjatkan Doa
Dedikasi Membuahkan Hasil: Delegasi SMA Ar Rohmah Guncang Panggung Asean Olympiad 2026 dengan Sederet Kemenangan
Yayasan Suara Utama Indonesia Soroti Polemik Sound Horeg dan Etika, Pernyataan “Goblok” Jadi Sorotan
Yayasan Suara Utama Indonesia Perkuat Kiprah di Dunia Pers
Berita ini 276 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 20:11 WIB

Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan

Jumat, 18 September 2026 - 16:52 WIB

Team Ngorek Audio: Sebaiknya Volume Sound Horeg Sewajarnya

Jumat, 18 September 2026 - 15:39 WIB

Persebaya Optimis Juara di Musim Menuju Usia 100 Tahun

Selasa, 15 September 2026 - 23:47 WIB

Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian

Minggu, 13 September 2026 - 13:24 WIB

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, Founder YSUI Ajak Insan Pers Panjatkan Doa

Berita Terbaru

FOTO: Andre Hariyanto mengenakan batik cokelat saat mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan dinyatakan kompeten. UKW diselenggarakan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Kompas bersama KG Media dan Google. (Dok. Pribadi Andre Hariyanto)

Berita Utama

Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan

Sabtu, 19 Sep 2026 - 20:11 WIB

FOTO: Truk sound horeg pawai Agustusan di Jawa Timur. (Sumber Wikipedia)

Berita Utama

Team Ngorek Audio: Sebaiknya Volume Sound Horeg Sewajarnya

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:52 WIB

FOTO:Memakai Kaos Hitam Wakil Direktur Persebaya, Nanang Priyanto saat jumpa Pers di Amaris Hotel Surabaya, Jawa Timur pada Jum'at 18 September 2026 (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

Nasional

Persebaya Optimis Juara di Musim Menuju Usia 100 Tahun

Jumat, 18 Sep 2026 - 15:39 WIB

https://mancingjitu.com/