Anak Jalanan dan Pengemis Bukan Hanya Urusan Wali Kota

- Publisher

Sabtu, 27 September 2025 - 17:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

 

Padang,suarautama.id–

Fenomena maraknya anak jalanan dan pengemis di Kota Padang kembali menjadi sorotan publik. Namun, persoalan ini tidak bisa dibebankan semata-mata kepada pemerintah kota atau seorang wali kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padang sebagai ibu kota provinsi sekaligus pusat aktivitas masyarakat dari berbagai daerah menghadirkan tantangan kompleks. Fakta di lapangan menunjukkan banyak anak jalanan dan pengemis yang bukan warga asli kota ini, melainkan berasal dari luar daerah. Dengan demikian, persoalan ini bersifat lintas wilayah dan memerlukan penanganan kolaboratif.

BACA JUGA :  Anggaran Rp1,55 Miliar untuk Jalan Mampun Baru–Simpang Meranti, Warga Sampaikan Apresiasi

Dalam hal ini, pemerintah provinsi perlu berperan sebagai koordinator, sementara pemerintah pusat melalui kementerian terkait serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bertanggung jawab memastikan aspek perlindungan anak berjalan dengan baik. DPRD juga wajib hadir melalui regulasi, anggaran, dan pengawasan yang memadai.

BACA JUGA :  Kepala Desa Adolang Dhua Dorong Sinergi Pemerintah Desa dan Perangkat Adat

Langkah penanganan tidak cukup hanya dengan razia atau penertiban. Diperlukan program jangka panjang, antara lain rehabilitasi sosial, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta akses pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi anak-anak.

BACA JUGA :  Puluhan Dompeng Rakit Gegerkan Tanjung Lamin, Warga Sebut Oknum BPD dan RT Terlibat PETI: “Jangan Hanya Imbauan!”

Yang terpenting, seluruh pihak harus menghentikan budaya saling menyalahkan di ruang publik. Permasalahan ini bukan untuk diperdebatkan, melainkan untuk diselesaikan bersama. Tanpa kolaborasi nyata, anak jalanan dan pengemis akan tetap menjadi wajah buram ibu kota provinsi.

Zulkifli
Ketua Komite Peduli Bencana (KPB) Kota Padang

Penulis : Ziqro fernando

Editor : Ziqro fernando

Berita Terkait

Terindikasi Tidak Layak Jadi Kepala SDN Brani Wetan 1, Aktivis Desak Disdikdaya dan Inspektorat Turun Tangan
Pasca Pemberitaan Pabrik PT Sasa Inti Gending Bersihkan Sampah di Area Irigasi, Petani Meminta OPD melakukan Investigasi
Pemkot Pangkal Pinang Serbu Titik Sampah Liar di Bukit Intan: Soroti Dampak Kesehatan hingga Siapkan Opsi Sanksi Tegas
BBM Jenis Pertalite Hilang di Pasaran Pengecer, Pedagang Keliling Sebut Urat Nadi Masyarakat Pegunungan Hilang 
Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan
Bapelkum Bitung Edukasi Pelajar SMAN 2 Bitung melalui Program “Bapelkum Bitung Mengajar”
Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media
PP Barokatul Hasan Desa Tegalwatu Peringati HSN 2026, Payung Hias Mempunyai Filosofi dan Makna Yang Mendalam 
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Terindikasi Tidak Layak Jadi Kepala SDN Brani Wetan 1, Aktivis Desak Disdikdaya dan Inspektorat Turun Tangan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Pasca Pemberitaan Pabrik PT Sasa Inti Gending Bersihkan Sampah di Area Irigasi, Petani Meminta OPD melakukan Investigasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Pemkot Pangkal Pinang Serbu Titik Sampah Liar di Bukit Intan: Soroti Dampak Kesehatan hingga Siapkan Opsi Sanksi Tegas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:33 WIB

BBM Jenis Pertalite Hilang di Pasaran Pengecer, Pedagang Keliling Sebut Urat Nadi Masyarakat Pegunungan Hilang 

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp