MUARA-BULIAN, πππΌππΌ πππΌππΌ β Efektivitas pemberantasan narkotika di wilayah hukum Kabupaten Batanghari kini berada di bawah sorotan tajam publik. Di balik serangkaian klaim keberhasilan penangkapan oleh aparat, ketidakpuasan mendalam justru bergejolak di tengah masyarakat Desa Sungai Baung, Kecamatan Muara Bulian

Operasi pemberantasan narkoba di wilayah ini dinilai publik masih tebang pilih, lantaran hanya menyasar ekor jaringan sementara sang bandar besar diduga kuat masih kebal hukum dan belum pernah tersentuh penggerebekan.
Kondisi ini sejatinya bukan isu baru. Berbagai media online telah gencar menerbitkan pemberitaan yang menyuarakan keresahan serta desakan masyarakat terkait darurat narkoba di wilayah tersebut. Berdasarkan data lapangan dan konsensus informasi di tengah warga, sosok yang diduga kuat bertindak sebagai bandar besar dan mengendalikan pasokan barang haram tersebut disinyalir berdomisili langsung di dalam Desa Sungai Baung. Namun anehnya, benteng pertahanan sang bandar terkesan kokoh dan tak tersentuh.
Kejanggalan demi kejanggalan di lapangan memicu kritik keras. Setiap kali operasi penindakan digelar, figur yang berhasil diringkus secara berulang hanyalah para kurir eceran, kaki tangan pemula, atau penyalahguna di tingkat tapak. Sebaliknya, titik yang diduga menjadi markas atau kediaman utama sang bandar besar selalu luput dari penyergapan dan belum pernah digeledah secara tuntas oleh otoritas berwenang.
Skenario lolosnya sang gembong utama mengindikasikan adanya taktik yang rapi. Dengan memanfaatkan “modus tiarap”βbersembunyi atau menghentikan aktivitas sementara waktuβsang bandar selalu sukses menghilang sesaat sebelum petugas tiba di lokasi kejadian. Kecepatan dan ketepatan waktu sang bandar dalam mengendus pergerakan aparat ini memicu dugaan kuat di tengah masyarakat mengenai adanya kebocoran informasi terstruktur dari oknum yang tidak bertanggung jawab, yang sengaja membocorkan rencana target operasi (TO).
“Masyarakat di sini sudah tahu siapa dan di mana lokasinya, karena informasinya sudah terang benderang. Tapi setiap ada pergerakan, lokasi itu mendadak bersih. Yang ditangkap selalu saja kurir kecil di pinggir jalan, sedangkan aktor utamanya aman-aman saja tanpa pernah digerebek,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat setempat yang meminta identitasnya dilindungi demi faktor keselamatan.
Dampak dari tidak tersentuhnya sang bos besar membuat mata rantai peredaran sabu di Desa Sungai Baung seolah tidak pernah mati, melainkan hanya meredup sesaat. Begitu tensi operasi melonggar, sang bandar yang tadinya tiarap disinyalir kembali mengaktifkan jaringan kurir baru untuk melanjutkan bisnis ilegalnya.
Menyikapi kebuntuan ini, aliansi tokoh pemuda dan elemen masyarakat Sungai Baung mendesak adanya langkah konkret berskala besar. Warga meminta ππππΏπΌ π
πΌππ½π segera mengambil alih penanganan kasus demi memutus mata rantai peredaran yang mandek di tingkat lokal. Lebih jauh, masyarakat mendesak π½ππΏπΌππ πππππΌπ ππππΏπΌ π
πΌππ½π turun tangan langsung untuk melakukan audit investigatif guna memeriksa indikasi keterlibatan oknum aparat yang diduga menjadi pelindung atau pembocor informasi di lapangan.
Publik kini menuntut transparansi penuh dan tindakan yang presisi. Tanpa adanya keberanian dari πππππππππ πππππππππΌπ untuk meruntuhkan jaringan sang bandar besar dan membersihkan internalnya dari oknum nakal, komitmen pemberantasan narkoba di Sungai Baung hanya akan dipandang sebagai retorika tanpa penyelesaian yang konkret.
(Berita ini dihimpun oleh: π. πππππΌπ β πππΏππΌ πππΌππΌ πππΌππΌ)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : Ikhsan









