SUARA UTAMA, BERAU. Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman (AMPL) DPUPR Berau, Decty Toga, mengungkapkan bahwa sejak 2024 hingga 2026, pengembangan TPA Pegat Bukur belum mendapat alokasi anggaran akibat kebijakan efisiensi keuangan daerah.
“Untuk TPA Pegat Bukur, Dari 2024 sampai sekarang memang tidak ada anggarannya. Tapi kami sudah merencanakan dan beberapa kali berdiskusi, Kemungkinan tahun ini ada bantuan untuk sementara,” Ungkapnya, Selasa 14 April 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, kebutuhan anggaran pembangunan TPA Pegat Bukur tergolong besar. Kebijakan efisiensi keuangan daerah.
Dengan luas lahan kurang lebih sekitar 50 hektare, Total biaya yang dibutuhkan hingga fasilitas tersebut beroperasi penuh diperkirakan mencapai Rp170 miliar.
“Memang kebutuhan dananya besar, sekitar Rp170 miliar sampai tuntas, Termasuk fasilitas pendukung seperti mushola dan workshop.”
“Tapi karena kondisi keuangan daerah sedang efisiensi, maka belum bisa dianggarkan dalam beberapa tahun terakhir,” jelasnya.
Sebagai langkah awal, Pemkab Berau membuka peluang dukungan dari pihak ketiga untuk menutup kebutuhan pembiayaan tahap awal.
Nilai bantuan yang tengah dijajaki diperkirakan berkisar Rp 25 miliar hingga Rp 30 miliar, Meski belum dapat dipastikan realisasinya.
“Angkanya memang di kisaran itu, tapi belum pasti. Kalau terealisasi, Nanti pelaksanaannya menggunakan kontraktor dari PT Berau coal yang membantu, Sementara kami melakukan supervisi,” Ungapnya.
Decty menyebut, Apabila dukungan tersebut terealisasi, maka pengoperasian awal TPA Pegat Bukur berpotensi dipercepat dan ditargetkan dapat mulai digunakan pada November tahun ini.
Penulis : Rudi salam
Sumber Berita: Wartawan suara utama











