Tempat Pembuangan Akhir Butuh Bantuan Pihak Ketiga

kondisi keuangan daerah sedang efisiensi

- Publisher

Rabu, 15 April 2026 - 19:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

SUARA UTAMA, BERAU. Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman (AMPL) DPUPR Berau, Decty Toga, mengungkapkan bahwa sejak 2024 hingga 2026, pengembangan TPA Pegat Bukur belum mendapat alokasi anggaran akibat kebijakan efisiensi keuangan daerah.

 

“Untuk TPA Pegat Bukur, Dari 2024 sampai sekarang memang tidak ada anggarannya. Tapi kami sudah merencanakan dan beberapa kali berdiskusi, Kemungkinan tahun ini ada bantuan untuk sementara,” Ungkapnya, Selasa 14 April 2026.

 

Ia menjelaskan, kebutuhan anggaran pembangunan TPA Pegat Bukur tergolong besar. Kebijakan efisiensi keuangan daerah.

Dengan luas lahan kurang lebih sekitar 50 hektare, Total biaya yang dibutuhkan hingga fasilitas tersebut beroperasi penuh diperkirakan mencapai Rp170 miliar.

“Memang kebutuhan dananya besar, sekitar Rp170 miliar sampai tuntas, Termasuk fasilitas pendukung seperti mushola dan workshop.”

BACA JUGA :  Polemik Video Gudang Beras, KWIP Merangin Ingatkan Pimpinan Bulog agar Menghargai Kerja Jurnalistik

 

“Tapi karena kondisi keuangan daerah sedang efisiensi, maka belum bisa dianggarkan dalam beberapa tahun terakhir,” jelasnya.

 

Sebagai langkah awal, Pemkab Berau membuka peluang dukungan dari pihak ketiga untuk menutup kebutuhan pembiayaan tahap awal.

 

Nilai bantuan yang tengah dijajaki diperkirakan berkisar Rp 25 miliar hingga Rp 30 miliar, Meski belum dapat dipastikan realisasinya.

BACA JUGA :  Tenaga Ahli DPRD Merangin Jadi Sorotan, Tiga Nama Muncul: Isnedi Buka Suara

“Angkanya memang di kisaran itu, tapi belum pasti. Kalau terealisasi, Nanti pelaksanaannya menggunakan kontraktor dari PT Berau coal yang membantu, Sementara kami melakukan supervisi,” Ungapnya.

 

Decty menyebut, Apabila dukungan tersebut terealisasi, maka pengoperasian awal TPA Pegat Bukur berpotensi dipercepat dan ditargetkan dapat mulai digunakan pada November tahun ini.

Penulis : Rudi salam

Sumber Berita: Wartawan suara utama

Berita Terkait

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan
Kelompok Tumenggung Jon Serahkan 20 Pucuk Senjata Api Rakitan kepada Polres Merangin
Ruri Jumar Saef Prihatin!, Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni di Probolinggo Berujung Prapradilan dan SP3, Kemana Arah Ke Adilan Korban?. 
Diduga Dikelola Wandri, PETI Excavator di Sungai Ulak Merangin Disorot
Diduga Milik Sukro, Aktivitas PETI di Mentawak Dikeluhkan Warga, Polres Merangin Diminta Bertindak
Ketua Dewan Pakar SUARA UTAMA Kolonel (Purn) Oktovianus Karundeng Berdiskusi dengan Staf Khusus Menteri Agama
DPRD dan Pemprov Babel Dorong Raperda Kelautan hingga Lingkungan Hidup
Bapelkum Bitung Goes to Campus, Bangun Generasi Sadar Hukum di Tengah Berlakunya KUHP Nasional
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:49 WIB

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan

Minggu, 1 November 2026 - 11:56 WIB

Kelompok Tumenggung Jon Serahkan 20 Pucuk Senjata Api Rakitan kepada Polres Merangin

Minggu, 1 November 2026 - 10:45 WIB

Ruri Jumar Saef Prihatin!, Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni di Probolinggo Berujung Prapradilan dan SP3, Kemana Arah Ke Adilan Korban?. 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Diduga Dikelola Wandri, PETI Excavator di Sungai Ulak Merangin Disorot

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Diduga Milik Sukro, Aktivitas PETI di Mentawak Dikeluhkan Warga, Polres Merangin Diminta Bertindak

Berita Terbaru

Penggrebekan Kampung Bahari oleh Polres Jakarta Utara || Sumber : tribratanews.metro.polri.go.id

Berita Utama

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:49 WIB

Chat via WhatsApp