lk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777slot777slot gacorslot gacorslotzonawin777slot thailandslot gacorslot thailandslot thailandslot thailandsitus totositus totozonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777tempur777slot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacoratatotoatatotototo 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtogel 4dtogel 4datatotototo 4dtoto 4dtoto 4datatotototo 4dtoto 4d

Desas-desus PHK Massal Menggema, DPRD Berau Diminta Tak Sekadar Menonton

pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di salah satu perusahaan tambang yang disebut-sebut akan mengakhiri operasionalnya mulai memicu keresahan di tengah masyarakat Kabupaten Berau.

- Publisher

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, BERAU – Kabar mengenai potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di salah satu perusahaan tambang yang disebut-sebut akan mengakhiri operasionalnya mulai memicu keresahan di tengah masyarakat Kabupaten Berau.

Isu tersebut semakin liar setelah ramai diberitakan sejumlah media sosial dan menjadi perbincangan hangat di kalangan pekerja maupun keluarga yang menggantungkan hidup pada sektor pertambangan. Di tengah ketidakpastian itu, publik kini mempertanyakan sikap dan langkah konkret DPRD Berau.

Apakah lembaga legislatif hanya akan menunggu gelombang PHK benar-benar terjadi, atau bergerak lebih awal untuk memastikan nasib ribuan pekerja tidak dikorbankan?

Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto sebelumnya telah mengingatkan bahwa ancaman PHK di sektor tambang bukan lagi isu yang bisa dianggap sepele. DPRD meminta pemerintah daerah dan perusahaan melakukan langkah antisipasi sejak dini agar pekerja lokal tidak menjadi korban utama kebijakan  terkait close the project salah satu perusahan tambang. Namun, peringatan itu dinilai belum cukup.

Masyarakat kini menunggu tindakan nyata berupa pemanggilan perusahaan terkait, rapat dengar pendapat terbuka, hingga pengawasan terhadap hak-hak pekerja apabila PHK benar-benar terjadi.

BACA JUGA :  Bedah Rumah Lapas Sarolangun dan BAZNAS Hadirkan Hunian Layak bagi Warga Aur Gading

“Jangan sampai DPRD baru bersuara setelah ratusan pekerja kehilangan pekerjaan. Fungsi pengawasan harus berjalan sebelum masalah meledak,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Kekhawatiran masyarakat bukan tanpa alasan. Ramai dimedia sosial terkait akan salah satu tambang besar diberau akan tutup proyek(close the Project), pada bulan Agustus mendatang. Bahkan sejumlah pekerja tambang di Berau dilaporkan telah terkena PHK dalam beberapa waktu terakhir.

Pemerintah daerah melalui jajaran ketenagakerjaan juga telah mengakui adanya potensi pengurangan tenaga kerja di sejumlah perusahaan tambang akibat penyusutan operasional dan penyesuaian produksi. Kini pertanyaan besarnya adalah: apakah DPRD Berau mempunyai solusi dengan apa yang  dikabarkan akan tutup proyek tersebut?

BACA JUGA :  Kecamatan Renah Pamenang Peringati HUT RI ke-81, Semangat Nasionalisme dan Kebersamaan Menggema

Apakah hak pesangon, jaminan sosial, dan nasib tenaga kerja lokal sudah dipastikan aman? Jika tidak ada langkah tegas sejak sekarang, isu PHK massal bukan hanya menjadi persoalan ketenagakerjaan, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi daerah yang selama ini bergantung pada sektor tambang.

Masyarakat menunggu jawaban. Bukan sekadar pernyataan, melainkan keberanian DPRD Berau berdiri di depan untuk memastikan pekerja lokal tidak menjadi korban pertama dari berakhirnya sebuah proyek tambang.

Penulis : Rudi Salam

Sumber Berita: Suara utama. Id

Berita Terkait

Menkum Supratman, AI dan Teknologi Digital Tak Boleh Gerus Nilai Ekonomi Karya Jurnalistik
Satpolairud Polres Lamongan Bantu Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II yang Meninggal Dunia di Perairan Masalembo
Anggaran Rp1,55 Miliar untuk Jalan Mampun Baru–Simpang Meranti, Warga Sampaikan Apresiasi
Ketua SRP Dogiyai Tegaskan Swiping Harus Sesuai SOP dan Terpusat di Moanemani
Solidaritas Rakyat Papua: Selamatkan Hutan dan Rawa Dogiyai, Hentikan Kebakaran!
Bupati Dogiyai Kukuhkan Pokja Bunda PAUD 2026
Kepala Suku Besar Meepago Serukan Perlindungan Hutan Adat Papua
Kemenimipas Borong Penghargaan AHI 2026, Perkuat Transparansi dan Kepercayaan Publik
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:57 WIB

Menkum Supratman, AI dan Teknologi Digital Tak Boleh Gerus Nilai Ekonomi Karya Jurnalistik

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Satpolairud Polres Lamongan Bantu Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II yang Meninggal Dunia di Perairan Masalembo

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Anggaran Rp1,55 Miliar untuk Jalan Mampun Baru–Simpang Meranti, Warga Sampaikan Apresiasi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Ketua SRP Dogiyai Tegaskan Swiping Harus Sesuai SOP dan Terpusat di Moanemani

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Solidaritas Rakyat Papua: Selamatkan Hutan dan Rawa Dogiyai, Hentikan Kebakaran!

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/