Jagung Petani Merangin Ditolak Bulog, Minim Sosialisasi Diduga Jadi Biang Keluhan Warga

- Publisher

Rabu, 18 Februari 2026 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin– Gelombang keluhan petani jagung di Kabupaten Merangin terus menguat. Hasil panen program ketahanan pangan desa yang sejak awal digadang-gadang akan diserap Bulog, kini justru banyak ditolak dengan berbagai alasan.

Di lapangan, sejumlah petani dan kepala desa di wilayah Tabir Ulu mengaku kecewa karena jagung yang sudah dipanen tidak kunjung diterima pihak Bulog Merangin. Padahal, penanaman jagung tersebut dilakukan melalui program pemerintah dengan semangat besar untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus kesejahteraan masyarakat desa.

Namun kenyataannya, saat panen tiba, para petani justru kebingungan. Salah satu petani mengeluhkan kondisi tersebut kepada media ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jagung kito tadi sudah dites kadar airnyo, kadar air udah 10 persen. Kini alasannyo jagung berjamur lagi katonyo bg. Kalau dak bisa dijual ke Bulog, mau dijual kemano lagi ni jagung yo bg?” keluh petani.

BACA JUGA :  Redaksi SUARA UTAMA Hadiri Uji Publik Dana Jurnalisme oleh Dewan Pers 

Keluhan ini semakin tajam setelah muncul pernyataan dari salah seorang pegawai kecamatan yang menyebut bahwa selama ini Bulog diduga tidak pernah turun langsung memberikan sosialisasi atau pemberitahuan kepada petani terkait standar kadar jagung yang bisa diterima.

Menurutnya, petani minim pengetahuan soal ketentuan teknis seperti kadar air, kualitas, hingga standar penerimaan Bulog.

“Bulog ini tidak pernah turun ke petani-petani. Harusnya mereka jelaskan kalau kadarnya seperti ini, harus begini, tidak begitu. Selama ini tidak pernah turun. Giliran petani bawa hasil pertaniannya ditolak-tolak. Bulog bilang jamur, tapi sebelumnya tidak ada dijelaskan ke petani harusnya seperti apa,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menambah kuat dugaan bahwa persoalan ini bukan semata kualitas panen, tetapi juga lemahnya komunikasi dan pembinaan dari pihak Bulog kepada masyarakat.

BACA JUGA :  Dana Desa 2026 di Teluk Bayur Kecamatan Tekankan Transparansi.pengawasan dilakukan melalui monitoring administrasi dan pengecekan lapangan terhadap proyek-proyek yang menggunakan Dana Desa

Akibat penolakan yang berulang, kini banyak petani terpaksa menjual jagung mereka kepada tengkulak. Ironisnya, harga yang diberikan tengkulak justru lebih tinggi dibanding harga Bulog.

Hal ini memunculkan pertanyaan besar: jika Bulog tidak aktif hadir di lapangan dan hanya menolak saat panen datang, lalu siapa yang sebenarnya diuntungkan?

Pegawai kecamatan tersebut menegaskan bahwa banyak warga dari sejumlah desa akhirnya memilih jalur tengkulak karena tidak ada kepastian dari Bulog.

“Pada intinya banyak warga dari sejumlah desa jagungnya ditolak, alhasil lari ke tengkulak. Dan untuk diketahui, harga tengkulak juga lebih tinggi daripada Bulog. Ini yang dikeluhkan kepala desa,” lanjutnya.

Sejumlah kepala desa bahkan menyatakan, jika kondisi seperti ini terus terjadi, program pertanian jagung ketahanan pangan bisa dihentikan ke depannya. Sebab, petani tidak mungkin terus menanam jika hasil panen tidak memiliki pasar yang jelas.

BACA JUGA :  Koalisi Pers Kalimantan Timur Mengecam Keras Tindakan Intimidasi, Represif, Serta Penghapusan Data Terhadap Wartawan Saat Meliput.

“Kalau seperti ini, lebih baik hentikan saja tanam jagung. Karena tidak ada tempat besar untuk menjual,” ungkap warga di lapangan.

Masyarakat berharap Bulog Merangin tidak hanya hadir di meja penerimaan, tetapi juga aktif turun ke lapangan melakukan sosialisasi, pembinaan, serta memberikan standar yang jelas sejak awal agar petani tidak bingung.

Jika petani terus dibiarkan berjalan tanpa arahan, maka program ketahanan pangan yang seharusnya menjadi solusi justru berubah menjadi beban dan kekecewaan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bulog Merangin belum memberikan keterangan resmi kepada Media ini terkait keluhan petani tersebut. Meski demikian, media ini tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab dari pihak terkait.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah
Seorang Pelajar Angkat Bicara, Pernyataan Oknum Sekda Terindikasi Kontradiktif Berpotensi Sanksi Administratif Bahkan Pidana
Kompak, Oknum Ketua Poktan Gemah Ripah Krajan dan Oknum PPL Banyuanyar Enggan Menjawab Konfirmasi Media 
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Berau. Terbitkan Surat Edaran Pelaku Usaha dan Industri Wajib Kelola Sampah Mandiri Mulai 16 Maret 2026
PREDIKSI JITU dan AKURAT: Persib Menuju Singgasana Keabadian Hat-trick Champion, Rekor Tak Terkalahkan di Kandang, dan Dipastikan Terima Bintang Kelima Besok Sore!
Pernyataan Kontradiktif Antara Pesan Suara dan Dokumen Tertulis, Oknum Sekda Terindikasi Dugaan Abuse Of Power
Proyek Irigasi Klenang Kidul Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Oknum Ketua Poktan Gemah Ripah Krajan Diduga Ikut Cawe Cawe 
Statement Kontradiktif, Oknum Sekda Ketua Pansel Calon Direktur Perumdam Tirta Argapura Terindikasi Melanggar Undang Undang 
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:20 WIB

Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:51 WIB

Seorang Pelajar Angkat Bicara, Pernyataan Oknum Sekda Terindikasi Kontradiktif Berpotensi Sanksi Administratif Bahkan Pidana

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:46 WIB

Kompak, Oknum Ketua Poktan Gemah Ripah Krajan dan Oknum PPL Banyuanyar Enggan Menjawab Konfirmasi Media 

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:48 WIB

PREDIKSI JITU dan AKURAT: Persib Menuju Singgasana Keabadian Hat-trick Champion, Rekor Tak Terkalahkan di Kandang, dan Dipastikan Terima Bintang Kelima Besok Sore!

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:25 WIB

Pernyataan Kontradiktif Antara Pesan Suara dan Dokumen Tertulis, Oknum Sekda Terindikasi Dugaan Abuse Of Power

Berita Terbaru

Moslem Woman Silhouette in Old Vintage Brick Wall Background

Artikel

Muslimah: Let’s Say “No” to Hopelessness 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:12 WIB

FOTO: Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah (Dok. Robinsah/SUARA UTAMA)

Berita Utama

Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:20 WIB