Diduga Kendaraan Memuat Solar untuk Aktivitas PETI di Tanjung Benuang, Warga Sebut Nama Ganil 

Kamis, 20 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Aktivitas dugaan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang diduga digunakan untuk kegiatan penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Tanjung Benuang, Kecamatan Pamenang Selatan, Kabupaten Merangin kembali menjadi sorotan.

Pada Selasa, 18 November 2025, media ini mendapatkan informasi dari warga setempat mengenai adanya kendaraan yang diduga sedang membawa BBM solar di wilayah desa tersebut.

Salah seorang warga yang ditemui di lapangan mengatakan bahwa tumpukan jeriken berisi solar kerap terlihat di Simpang Tiga depan masjid desa. Menurutnya, BBM tersebut diduga milik para pelaku aktivitas PETI yang beroperasi di Tanjung Benuang.

“Ya itu bang, banyak BBM solar yang ditumpuk di Simpang Tiga depan masjid. Solar itu untuk para pelaku tambang emas ilegal di desa ini. Salah satunya milik Ganiel yang tadi sedang mengambil BBM,” ujar warga tersebut.

Warga lainnya yang ditemui terpisah juga memberikan keterangan serupa. Ia menyebut beberapa nama yang diduga terlibat dalam aktivitas PETI.

BACA JUGA :  Presiden Prabowo Lantik 25 Pejabat Pemerintah Baru, Termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur Papua

“Ya, Ganil dan Dadang itu memang saudara. Mereka bermain PETI di desa ini. Kalau Ganil pakai alat berat excavator, kalau Dadang kerjanya manual bang,” ungkapnya.

Warga menambahkan bahwa mobil tangki berwarna biru kerap datang ke Desa Tanjung Benuang untuk menurunkan BBM dalam jumlah besar.

“Sekali datang, minyaknya pakai mobil tangki warna biru bang. Dia berhenti di Simpang Tiga depan masjid itu. Diturunkan di situ. Tak lama kemudian para pelaku tambang emas ilegal datang untuk mengambil solar tersebut,” katanya.

Dengan maraknya aktivitas tersebut, warga menilai bahwa para pelaku PETI seolah-olah tidak merasa takut terhadap aparat penegak hukum. Operasi alat berat dan distribusi solar untuk mendukung kegiatan PETI disebut berlangsung terbuka tanpa hambatan.

Situasi ini membuat warga berharap adanya langkah tegas dari aparat kepolisian. Mereka meminta Polres Merangin dan Polda Jambi segera menertibkan aktivitas penambangan emas ilegal yang telah merusak lingkungan dan membuat Desa Tanjung Benuang bak “wilayah tanpa hukum”.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Sat Resnarkoba Polres Bitung Ungkap Peredaran Obat Keras Trihexyphenidyl di Pusat Kota
Status Irwan Saputra Dipertanyakan dalam Sidang Korupsi KUR BNI Kampar
Kedok “Duda” Berujung Penipuan: Saksi Kunci Bongkar Siasat Licin Terlapor di Polresta Samarinda
PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan
Mahasiswa FH Unila Asal Tanggamus Raih Juara Nasional Lomba Dakwaan Hukum Tindak Pidana Lingkungan Hidup
Prabowo Siap ‘Mengejutkan’ Mafia Tambang dan Pengusaha Ilegal
Indonesia, Negara Hukum di Persimpangan Jalan
Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:24

Sat Resnarkoba Polres Bitung Ungkap Peredaran Obat Keras Trihexyphenidyl di Pusat Kota

Rabu, 28 Januari 2026 - 00:48

Status Irwan Saputra Dipertanyakan dalam Sidang Korupsi KUR BNI Kampar

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:49

Kedok “Duda” Berujung Penipuan: Saksi Kunci Bongkar Siasat Licin Terlapor di Polresta Samarinda

Senin, 26 Januari 2026 - 15:19

PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:57

Mahasiswa FH Unila Asal Tanggamus Raih Juara Nasional Lomba Dakwaan Hukum Tindak Pidana Lingkungan Hidup

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:16

Prabowo Siap ‘Mengejutkan’ Mafia Tambang dan Pengusaha Ilegal

Selasa, 20 Januari 2026 - 14:38

Indonesia, Negara Hukum di Persimpangan Jalan

Minggu, 18 Januari 2026 - 23:47

Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles

Berita Terbaru