Wabup Merangin Tegas! Minta Penambang Emas Ilegal Segera Angkat Kaki dari Dam Betuk

- Publisher

Sabtu, 8 November 2025 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, Merangin – Wakil Bupati Merangin H. Abdul Kafid turun langsung ke lokasi Dam Betuk, Desa Tambang Baru, Kecamatan Tabir Lintas, Kabupaten Merangin, Jumat (7/11/2025) malam. Kedatangannya bukan tanpa alasan — Wabup meninjau langsung aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang kian merajalela di kawasan milik Pemerintah Daerah tersebut.

Dalam pantauan di lapangan, lebih dari 50 unit rakit dompeng ilegal tampak beroperasi bebas di kawasan Dam Betuk. Lokasi yang sejatinya merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Merangin itu kini dikuasai oleh para penambang liar tanpa izin resmi.

“Hari ini saya datang ke Dam Betuk atas perintah Bapak Bupati. Setelah kami cek langsung, benar adanya aktivitas penambangan ilegal di sini. Saya meminta kepada para pelaku PETI agar segera meninggalkan lokasi ini karena Dam Betuk adalah milik pemerintah daerah,” tegas Wabup Abdul Kafid di hadapan warga dan sejumlah penambang.

Wabup juga menegaskan bahwa Dam Betuk akan difungsikan kembali sebagai tempat keramba ikan pada tahun 2026. Karena itu, segala bentuk aktivitas penambangan emas ilegal harus segera dihentikan.

“Rencananya tahun depan Dam Betuk akan diaktifkan kembali sebagai lokasi budidaya ikan. Maka dari itu, saya himbau dengan tegas agar seluruh aktivitas dompeng ilegal segera dihentikan,” tambahnya.

BACA JUGA :  Masyarakat Layangkan Mosi Tidak Percaya ke PT Berau coal. Ketidakefektifan 4 Pilar CSR PT Berau Coal yang mencakup Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi (UKM/BUMDes), Serta Pertanian/Perikanan. 

Dam Betuk sendiri bukan lokasi baru dalam daftar panjang aktivitas PETI di Kabupaten Merangin. Sebelumnya, kawasan ini juga sempat ramai diberitakan oleh berbagai media lokal maupun nasional, karena menjadi “surga” bagi dompeng-dompeng liar yang mengeruk emas di wilayah wisata air tersebut.

Namun ironisnya, hingga kini belum tampak tindakan tegas dari aparat penegak hukum (APH). Padahal, publik sudah lama menunggu langkah nyata dari pihak kepolisian dan instansi terkait untuk menutup aktivitas tambang ilegal tersebut yang disebut-sebut dibekingi oleh oknum kuat di balik layar.

BACA JUGA :  Tersebar dugaan isu yang berkembang berkaitan dengan pembayaran uang muka pada proyek pembangunan RSUD Abdul Rivai

Kehadiran Wakil Bupati Merangin ke lokasi menjadi bukti nyata bahwa aktivitas PETI di Dam Betuk benar adanya. Kini, masyarakat berharap pihak kepolisian dan Dinas Lingkungan Hidup segera bertindak untuk mengamankan aset daerah sekaligus menindak para pelaku utama yang merusak lingkungan dan mencemari sungai.

“Publik sedang menunggu keberanian aparat penegak hukum untuk menegakkan aturan di Dam Betuk. Wabup sudah turun, artinya kebenaran aktivitas ilegal ini tak bisa lagi disembunyikan,” ujar salah satu warga yang turut menyaksikan kunjungan tersebut.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Dinamika Persaingan Media di Makassar dan Gowa Jadi Sorotan, Profesionalisme Pers Dipertanyakan
Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Berau. Terbitkan Surat Edaran Pelaku Usaha dan Industri Wajib Kelola Sampah Mandiri Mulai 16 Maret 2026
Tebar 45 Ekor Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas dan Kemanusiaan
Ratusan Massa Akan Kepung Balaikota dan PDAM Makassar, GEMPAK-HAM Soroti Krisis Air Bersih
PREDIKSI JITU dan AKURAT: Persib Menuju Singgasana Keabadian Hat-trick Champion, Rekor Tak Terkalahkan di Kandang, dan Dipastikan Terima Bintang Kelima Besok Sore!
Polres Gowa Laksanakan Simulasi Sispam Mako untuk Antisipasi Gangguan Kamtibmas
Bapelkum Bitung Tingkatkan Kompetensi ASN Hadapi Tantangan Informasi Digital
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:13 WIB

Dinamika Persaingan Media di Makassar dan Gowa Jadi Sorotan, Profesionalisme Pers Dipertanyakan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:20 WIB

Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:12 WIB

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Berau. Terbitkan Surat Edaran Pelaku Usaha dan Industri Wajib Kelola Sampah Mandiri Mulai 16 Maret 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:07 WIB

Tebar 45 Ekor Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas dan Kemanusiaan

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:04 WIB

Ratusan Massa Akan Kepung Balaikota dan PDAM Makassar, GEMPAK-HAM Soroti Krisis Air Bersih

Berita Terbaru

Moslem Woman Silhouette in Old Vintage Brick Wall Background

Artikel

Muslimah: Let’s Say “No” to Hopelessness 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:12 WIB

FOTO: Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah (Dok. Robinsah/SUARA UTAMA)

Berita Utama

Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:20 WIB