Togar, Pengusaha Sumur Bor di Merangin Meradang: Perundingan Proyek 45 Juta Dikhianati Oleh Taboy

Rabu, 1 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Dunia usaha kembali tercoreng oleh ulah oknum yang dinilai tidak beretika dalam berbisnis. Seorang pengusaha sumur bor bernama Lestiarto alias Bang Togar, warga Desa Tambang Emas, Kecamatan Pamenang Selatan, mengaku dizalimi dan dipermainkan oleh seorang pemborong proyek bernama Taboy, warga Kabupaten Merangin.

Kepada media ini, Bang Togar menyampaikan kekecewaan mendalam terkait perundingan pembangunan sumur bor di Desa Tanah Abang, Kecamatan Pamenang, dalam lingkup proyek MBG. Ia menuturkan bahwa Taboy sendiri yang menghubungi dan mengajak kerja sama, dengan nilai proyek sebesar Rp45 juta untuk pengeboran sumur sedalam 80 meter.

 “Kami sudah berunding, sudah sepakat. Bahkan pada Senin lalu kami komunikasi dan deal. Saya pun langsung membeli beberapa peralatan untuk ke lokasi,” ujar Togar.

Namun semua berubah pada Rabu, 1 Oktober 2025, ketika Togar hendak berangkat menuju lokasi proyek dan menghubungi kembali Taboy.

BACA JUGA :  Yayasan Gajah Sumatra, Workshop Restorasi Hutan Mangrove di Pertambakan Dipasena, Lampung

“Saat saya telepon, apa jawab dia? Katanya sumur bor itu sudah ada yang mengerjakan. Sontak saya kaget. Lah, perundingan kami ini dianggap apa? Saya sudah keluar modal, tapi seenaknya dibatalkan sepihak tanpa kabar!” kesalnya.

Togar menduga dirinya diperlakukan semena-mena hanya karena dianggap orang kecil. Ia menuding Taboy bertindak sok berkuasa karena merasa punya nama dan pengaruh di Kabupaten Merangin.

“Jangan karena punya jabatan atau nama besar, lalu sesuka hati mempermainkan orang kecil. Etika bisnis di mana? Kesepakatan itu harga diri!” tegasnya.

Togar mendesak agar Taboy bertanggung jawab atas kerugian materi maupun moral yang dialaminya.

“Saya minta pertanggungjawaban. Jangan seenaknya saja menggagalkan perundingan yang sudah disepakati. Kalau begini caranya, masyarakat kecil mau usaha pun bisa mati sebelum bergerak,” pungkasnya.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Pemuda Katolik Komcab Dogiyai Desak Pemprov Papua Tengah Segera Selesaikan Sengketa Tanah Ulayat Mee & Kamoro
Kolaborasi Kebaikan Ramadhan 1447 H: Mushida Bersama MT Az-Zahrah dan Komite Sekolah Sukses Gelar Baksos dan Bazar
KNPB Wilayah Dogiyai Gelar Pelantikan Pengurus dan Pergantian Nama Sektor Puga Yamo
Hari Pers Nasional 2026, Suara Utama Konsisten Mengabarkan Kebenaran untuk Publik
Kepala Inspektorat Beri Tanggapan Terkait Proyek Peningkatan Jalan RT 07 Desa Tungkal I Pangkal Babu
Konferensi MWC NU Kota Agung : Langkah Awal Membangun Kepengurusan yang Solid
Lowongan Pekerjaan Wartawan dan Jurnalis Dibuka di Seluruh Indonesia
Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 06:29

Pemuda Katolik Komcab Dogiyai Desak Pemprov Papua Tengah Segera Selesaikan Sengketa Tanah Ulayat Mee & Kamoro

Rabu, 11 Februari 2026 - 07:39

Kolaborasi Kebaikan Ramadhan 1447 H: Mushida Bersama MT Az-Zahrah dan Komite Sekolah Sukses Gelar Baksos dan Bazar

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:46

KNPB Wilayah Dogiyai Gelar Pelantikan Pengurus dan Pergantian Nama Sektor Puga Yamo

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:02

Hari Pers Nasional 2026, Suara Utama Konsisten Mengabarkan Kebenaran untuk Publik

Minggu, 8 Februari 2026 - 16:58

Kepala Inspektorat Beri Tanggapan Terkait Proyek Peningkatan Jalan RT 07 Desa Tungkal I Pangkal Babu

Sabtu, 7 Februari 2026 - 20:20

Konferensi MWC NU Kota Agung : Langkah Awal Membangun Kepengurusan yang Solid

Sabtu, 7 Februari 2026 - 17:35

Lowongan Pekerjaan Wartawan dan Jurnalis Dibuka di Seluruh Indonesia

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:22

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu

Berita Terbaru