PETI Excavator Diduga Milik Harahap Menggila di Desa Tambang Emas, Publik Pertanyakan Ketegasan Aparat

- Publisher

Rabu, 11 Februari 2026 - 07:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang menggunakan alat berat excavator kembali menjadi sorotan tajam di Kabupaten Merangin. Kali ini, aktivitas ilegal tersebut diduga marak terjadi di Desa Tambang Emas, Kecamatan Pamenang Selatan, bahkan disebut-sebut salah satunya milik seorang warga berinisial Harahap.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini di lapangan pada Selasa, 10 Februari 2026, tampak sebuah alat berat excavator tengah beroperasi bebas, mengeruk tanah dan merusak alam demi aktivitas penambangan emas ilegal di wilayah tersebut.

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa alat berat tersebut bekerja di kawasan Dusun Rimbo Mulyo A1.

“Ya itu excavator yang sedang kerja di Dusun Rimbo Mulyo A1 itu milik Harahap, sudah bukan rahasia umum lagi,” ujar warga dengan nada getir.

Pernyataan itu justru memperkuat dugaan publik bahwa praktik PETI di wilayah Merangin seakan sulit disentuh hukum, terutama jika diduga memiliki “baking kuat”.

Warga menilai, ketegasan aparat penegak hukum selama ini masih dipertanyakan. Pasalnya, aktivitas PETI dengan alat berat di sejumlah lokasi masih terus berjalan tanpa hambatan berarti.

“Kalau yang punya backing kuat, aman-aman saja pekerjaannya. Tapi kalau yang kecil-kecil, cepat tumbang,” sindir warga.

Masyarakat pun mempertanyakan komitmen aparat dalam memberantas tambang ilegal yang sudah jelas merusak lingkungan, mencemari sungai, serta mengancam keselamatan warga sekitar.

BACA JUGA :  Redaksi SUARA UTAMA Hadiri Uji Publik Dana Jurnalisme oleh Dewan Pers 

Warga juga menyinggung langkah tegas yang baru-baru ini dilakukan Polda Jambi, yang berhasil menangkap dua unit excavator di wilayah lain serta mengamankan tujuh pelaku penyuplai BBM yang diduga untuk mendukung aktivitas PETI.

Namun ironisnya, warga menilai penindakan lebih banyak datang dari Polda, bukan dari aparat tingkat Polres.

“Selama ini yang turun itu Polda Jambi. Kalau dari Polres Merangin, sepertinya belum ada,” kata warga.

Masyarakat bahkan menantang aparat agar tidak mencari target jauh-jauh jika ingin menindak PETI.

“Kalau mau tangkap alat berat, tidak usah jauh-jauh. Banyak di sini. Kami siap tunjukkan lokasinya dan siapa pemiliknya,” tegas warga.

BACA JUGA :  Truck Alpomain Parkir Depan Kantor Pengairan Pekalen, Publik Pertanyakan Ada Target Atau Matrial Habis

Pernyataan ini menjadi tamparan keras bagi aparat penegak hukum agar tidak terkesan pilih kasih atau hanya berani menindak pihak tertentu.

Kini masyarakat Merangin menunggu langkah nyata aparat penegak hukum, khususnya Polda Jambi dan Polres Merangin, untuk menindak tegas aktivitas PETI yang diduga melibatkan pemilik alat berat seperti Harahap.

Penegakan hukum yang adil dan tegas dinilai sangat penting agar Merangin tidak terus menjadi ladang kerusakan lingkungan akibat tambang emas ilegal.

Jika hukum terus tebang pilih, maka kepercayaan publik terhadap aparat akan semakin runtuh.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah
Seorang Pelajar Angkat Bicara, Pernyataan Oknum Sekda Terindikasi Kontradiktif Berpotensi Sanksi Administratif Bahkan Pidana
Kompak, Oknum Ketua Poktan Gemah Ripah Krajan dan Oknum PPL Banyuanyar Enggan Menjawab Konfirmasi Media 
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Berau. Terbitkan Surat Edaran Pelaku Usaha dan Industri Wajib Kelola Sampah Mandiri Mulai 16 Maret 2026
PREDIKSI JITU dan AKURAT: Persib Menuju Singgasana Keabadian Hat-trick Champion, Rekor Tak Terkalahkan di Kandang, dan Dipastikan Terima Bintang Kelima Besok Sore!
Pernyataan Kontradiktif Antara Pesan Suara dan Dokumen Tertulis, Oknum Sekda Terindikasi Dugaan Abuse Of Power
Proyek Irigasi Klenang Kidul Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Oknum Ketua Poktan Gemah Ripah Krajan Diduga Ikut Cawe Cawe 
Statement Kontradiktif, Oknum Sekda Ketua Pansel Calon Direktur Perumdam Tirta Argapura Terindikasi Melanggar Undang Undang 
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:20 WIB

Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:51 WIB

Seorang Pelajar Angkat Bicara, Pernyataan Oknum Sekda Terindikasi Kontradiktif Berpotensi Sanksi Administratif Bahkan Pidana

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:46 WIB

Kompak, Oknum Ketua Poktan Gemah Ripah Krajan dan Oknum PPL Banyuanyar Enggan Menjawab Konfirmasi Media 

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:48 WIB

PREDIKSI JITU dan AKURAT: Persib Menuju Singgasana Keabadian Hat-trick Champion, Rekor Tak Terkalahkan di Kandang, dan Dipastikan Terima Bintang Kelima Besok Sore!

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:25 WIB

Pernyataan Kontradiktif Antara Pesan Suara dan Dokumen Tertulis, Oknum Sekda Terindikasi Dugaan Abuse Of Power

Berita Terbaru

Moslem Woman Silhouette in Old Vintage Brick Wall Background

Artikel

Muslimah: Let’s Say “No” to Hopelessness 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:12 WIB

FOTO: Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah (Dok. Robinsah/SUARA UTAMA)

Berita Utama

Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:20 WIB