PELAKSANAAN BENTUK PEMBELAJARAN PENELITIAN & PKM

- Jurnalis

Minggu, 9 April 2023 - 09:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan studi dari Third International Math and Science Study-Repeat (TIMSS-R) adalah bahwa pemahaman konseptual dan problem solving masih kurang dalam pendidikan tingkat SMA (International Study Center, 1999). Hasil studi itu sesuai laporan dari National Assessment of Educational Progress (NAEP) yang membandingkan capaian siswa terhadap standar nasional. Terkait laporan tersebut, isi pembelajaran matematika SMA/sederajat di Indonesia perlu dikembangkan agar memuat matematika vokasional, sebagaimana dinyatakan American Association for the Advancement of Science (1990), masa depan dari negara atau bangsa industri dan masyarakat global bergantung pada pendidikan individu-indvidu dalam sains, matematika, dan teknologi.

Dukungan pada peserta didik dalam meningkatkan kemampuan mereka mnyelesaikan masalah matematika perlu dikembangkan melalui strategi pembelajaran bermodel luwes. Pernyataan ini dapat diterima karena peserta didik berperan dan dapat mengambil peran sewaktu berhadapan dengan isu-isu lingkungan kerja yang merupakan rekomendasi dari dunia kerja atau usaha. Oleh karena itu, pembelajaran matematika vokasional perlu lebih banyak disajikan dari hasil penelitian dan pengembangan. Sebagai misal, apakah matematika vokasional terbatas pada penyajian latihan keterampilan bilangan, berbagai penyajian, dan penggunaan teknologi (seperti kalkulator dan program aplikasi) dalam berbagai bentuk yang ada selama ini, ataukah  sampai kepada keterampilan menyelesaikan masalah kompleks?

BACA :  Bisnis Kekinian : Implementasi Bisnis Kreatif

Memang selama ini, pembelajaran vokasional belum cukup terbimbing dari dokumen kurikulum atau pelatihan dalam mengajarkan matematika vokasional. Sesungguhnya mengajar matematika adalah berbentuk workshop guna mendapatkan selesaian praktis dalam konteks keterampilan kerja, bukan yang terisolasi dari lingkungan. Pendidikan matematika harus dapat mengatasi tugas itu secara cepat sebagai tugas tak rutin, sebagai tantangan dan masalah dalam mengajar.

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 PELAKSANAAN BENTUK PEMBELAJARAN PENELITIAN & PKM Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui program pembelajaran berbasis tempat kerja memungkinkan peserta didik menerapkan keterampilan yang dipelajari dalam konteks kehidupan sehari-hari. Program tersebut adalah yang mendukung relevansi dengan tempat kerja. Perlu kelenturan dalam memberikan dukungan melalui pembelajaran sehingga dapat membantu peserta didik sewaktu berhadapan pada masalah keterampilan di dunia kerja.

Survei yang dilakukan peneliti di Kalimantan Barat dalam tahun 2017 mencatat bahwa literasi bilangan diperlukan dalam dunia kerja dan masalah matematika vokasional merupakan masalah dalam program pendidikan matematika tingkat nasional. Sebagai misal, dunia kerja memerlukan pemahaman fungsional mengenai bilangan dan keterampilan matematika serta penggunaan teknologi informasi. Kebutuhan tersebut ditemukan diantara lulusan SMK, para pekerja, dan tempat kerja dengan berbagai jenis perubahannya. Hasil survai pendahuluan tersebut memunculkan masalah pendidikan matematika di sekolah, terutama dalam mengajar. Secara umum pendidik menyatakan bahwa kalkulasi dan matematika sebagai masalah bagi banyak peserta didik, dan mereka belum mendapatkan pengalaman yang sesuai dengan dunia kerja. Padahal, Howson & Mellin-Olsen (1986) menyatakan bahwa pendidikan matematika yang dipercaya sekolah adalah yang mengelompokkan kurikulum berorientasi vokasi yang dirancang agar sesuai dengan permintaan dunia kerja.

BACA :  WaDek Universitas Kuningan, DR. Dadang Hadir 1 Keluarga di Anniversary AR Learning Center di Yogyakarta

Akan tetapi, sampai abad 21 ini kecenderungan lembaga pendidikan bekerja dalam kelas dengan peningkatan perhatian pada kurikulum serba singkat. Kalau ingin menghadirkan matematika vokasional, diperlukan genetika pengetahuan yang bervariasi. Misalnya kurikulum nasional Indonesia diatur dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia. Akan tetapi, Billett’s (1998) menawarkan empat level lain dalam pembelajaran matematika: (1) phylogenetic, yakni kompetensi dalam pembimbingan belajar konsep dan prosedur; (2) kebutuhan kelas atau keterampilan kerja tertentu; (3) microgenetic yang merupakan level konstruksi pengetahuan yang diturunkan melalui masalah rutin dan tak rutin; dan (4) ontogenetic yakni menyediakan pengetahuan melalui interpretasi rangsangan dalam banyak interseksi.

BACA :  Arnoldus Douw: Belajar dan Bekerja Bagi Negri Papua

Kontrol dunia usaha dan industri atas kurikulum vokasional dan hasil-hasil penilaian terkait mengurangi pijakan pengetahuan dalam pengambilan keputusan, secara khusus matematika vokasional. Oleh karena itu, kedua bentuk pembelajaran tersebut perlu memuat diskusi mengenai isu-isu ideologis yang dapat mengembangkan pembelajaran matematika vokasional yang memang dibutuhkan melalui pendidikan matematika. Bahan diskusi yang dimaksud adalah yang dibutuhkan dunia industri dan masyarakat luas yang dapat dikenali secara mantap melalui pembelajaran dimana diharapkan hasilnya merupakan Program Pembelajaran Matematika Vokasional untuk SMK serta dapat didiseminasikan secara praktis dalam praktik mengajar.

Berita Terkait

Sidak Setelah Mudik Masih Efektifkah?
7 Tips Menghindari Stres Pasca Mudik Lebaran Idul Fitri
6 Tantangan Jurnalis dalam Mempertahankan Integritas dan Kebenaran
Ini Kiat – Kiat Buah Hati Agar Bisa Menghafal Al-Quran Dengan Mudah
Brigpol Polresta Sidoarjo Rizky Dwi Ikuti Training SDM AR Learning Center
Ipmanapandode Joglo Gelar Turnamen Voli di Jogja Expo Center
Liburan Paskah 2024, Ratusan Siswa Hindu Pasraman Tirta Bhuana Bekasi Kunjungi Pura di Banyuwangi
TK DWK Gedung Karya Jitu Tulang Bawang Gelar Sanlat Ramadhan Perkenalkan Nilai Kebaikan Sejak Dini
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 April 2024 - 12:00 WIB

Sidak Setelah Mudik Masih Efektifkah?

Senin, 15 April 2024 - 20:46 WIB

7 Tips Menghindari Stres Pasca Mudik Lebaran Idul Fitri

Sabtu, 13 April 2024 - 15:11 WIB

Ini Kiat – Kiat Buah Hati Agar Bisa Menghafal Al-Quran Dengan Mudah

Jumat, 12 April 2024 - 13:44 WIB

Brigpol Polresta Sidoarjo Rizky Dwi Ikuti Training SDM AR Learning Center

Rabu, 10 April 2024 - 09:24 WIB

Ipmanapandode Joglo Gelar Turnamen Voli di Jogja Expo Center

Jumat, 5 April 2024 - 15:55 WIB

Liburan Paskah 2024, Ratusan Siswa Hindu Pasraman Tirta Bhuana Bekasi Kunjungi Pura di Banyuwangi

Kamis, 4 April 2024 - 15:10 WIB

TK DWK Gedung Karya Jitu Tulang Bawang Gelar Sanlat Ramadhan Perkenalkan Nilai Kebaikan Sejak Dini

Kamis, 4 April 2024 - 13:31 WIB

IPMAPAN JOGLO Sukses Gelar Seminar dan Diskusi di Yogyakarta

Berita Terbaru

Nafian Faiz (SUARA UTAMA.ID)

Artikel

Sidak Setelah Mudik Masih Efektifkah?

Rabu, 17 Apr 2024 - 12:00 WIB

Illustrasi Stress dan Relax  .Foto:pixabay.com/id/illustrations/search/stress

Artikel

7 Tips Menghindari Stres Pasca Mudik Lebaran Idul Fitri

Senin, 15 Apr 2024 - 20:46 WIB