Maraknya PETI di Desa Karang Berahi, Dompeng Rakit Beroperasi Dekat Permukiman Warga

- Publisher

Kamis, 1 Januari 2026 - 12:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Karang Berahi, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, Jambi, kembali menjadi sorotan publik. Berdasarkan hasil pantauan dan informasi yang dihimpun media ini di lapangan, puluhan unit dompeng rakit dilaporkan masih beroperasi secara bebas di aliran Sungai Merangin, tepatnya di wilayah Desa Karang Berahi.

Maraknya aktivitas tersebut dikeluhkan warga setempat karena dinilai telah mencemari sungai dan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Warga mengaku kini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, sementara aktivitas dompeng rakit juga mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari masyarakat.

“Sekarang air sungai sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi. Mau mandi saja susah, apalagi untuk keperluan lain. Sungai jadi keruh dan tercemar,” ujar salah seorang warga dengan nada kesal.

Menurut keterangan warga, sejumlah dompeng rakit ilegal tersebut diduga milik beberapa orang, di antaranya berinisial Rahman, Unyil, Bhaiki, serta beberapa nama lainnya. Warga juga menyebutkan bahwa aktivitas tambang emas ilegal tersebut berada di wilayah Pulau Besar dan sekitarnya.

Bahkan, salah satu dompeng rakit yang disebut milik Buje dilaporkan telah beroperasi sangat dekat dengan permukiman warga, dengan jarak sekitar 50 meter dari rumah penduduk. Sementara itu, dompeng milik Dedi dan Andika disebut berada di tengah alur sungai, sehingga semakin memperparah kondisi lingkungan.

BACA JUGA :  BOM SUL-SEL Tantang Kapolda Sulsel Usut Tuntas Dugaan Mafia BBM Subsidi, Mahasiswa Soroti Kasus 13 Ton Solar yang Belum Jelas

“Rakit-rakit itu sudah masuk ke bawah rumah warga. Jaraknya sangat dekat. Kami minta penegak hukum turun ke lokasi dan mengusir mereka. Jangan kan mau mandi, buang air ke sungai saja sekarang sudah tidak mungkin,” ungkap warga lainnya.

Selain itu, warga juga menduga adanya pembiaran terhadap aktivitas PETI tersebut. Bahkan beredar dugaan di tengah masyarakat terkait adanya setoran atau pembayaran tertentu kepada pihak-pihak tertentu, termasuk dugaan keterlibatan aparat desa. Namun demikian, dugaan tersebut masih sebatas informasi warga dan belum dapat dibuktikan secara resmi.

Diketahui sebelumnya, terkait maraknya aktivitas PETI di Desa Karang Berahi, Kepala Desa Karang Berahi, Syamsul Fuad, pernah dipanggil oleh Polda Jambi guna dimintai keterangan atas dugaan keterlibatan dalam aktivitas penambangan emas ilegal di wilayah tersebut.

BACA JUGA :  Tidak Terima Anaknya Dihina, Owner Fanny Frans Tempuh Jalur Hukum

Atas kondisi ini, warga Desa Karang Berahi mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), baik dari kepolisian maupun instansi terkait, untuk segera turun ke lapangan melakukan pengecekan serta penertiban secara tegas demi menyelamatkan lingkungan dan memenuhi hak masyarakat atas air bersih.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya menghubungi pihak pemerintah desa serta instansi terkait untuk memperoleh klarifikasi dan keterangan resmi guna menjaga keberimbangan informasi.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru
Tim Investigasi HAM Soroti Penanganan Kasus Kembru Berdarah oleh Komnas HAM
Pemerintah Desa Bontolempangan Dorong Solusi Komprehensif Atasi Dampak Tambang
Aktivitas Tambang Diduga Tak Berizin di Karst Bontolempangan Terus Berjalan
Kepolisian Resor (Polres) Berau bersama tim gabungan lintas instansi, Sidak terkait dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
LSM GARDA 08 Desak Pemkot Makassar Tak Tebang Pilih: Dugaan Peternakan Babi Ilegal di Panaikang Jadi Sorotan, Warga Tuntut Ketegasan
Dugaan Mafia Solar di SPBU Hertasning Jadi Sorotan Warga
SPBU Kalaserenna Diserbu Mobil Siluman, Warga Desak Polisi Turun Tangan
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:48 WIB

Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:21 WIB

Tim Investigasi HAM Soroti Penanganan Kasus Kembru Berdarah oleh Komnas HAM

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:51 WIB

Pemerintah Desa Bontolempangan Dorong Solusi Komprehensif Atasi Dampak Tambang

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:57 WIB

Aktivitas Tambang Diduga Tak Berizin di Karst Bontolempangan Terus Berjalan

Senin, 22 Juni 2026 - 19:07 WIB

Kepolisian Resor (Polres) Berau bersama tim gabungan lintas instansi, Sidak terkait dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Berita Terbaru

Hukum

Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru

Kamis, 25 Jun 2026 - 21:48 WIB

Nasional

Polres Barsel Bedah Rumah Warga Keladan

Kamis, 25 Jun 2026 - 21:11 WIB

Berita Utama

Keadilan Tak Boleh Jauh, Bapelkum Bitung Perkuat Posbankum Desa

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:43 WIB