Kisruh di Lokasi PETI Desa Tambang Besi Memanas, Perselisihan Alat Berat dan Pemilik Lahan Jadi Sorotan

- Publisher

Senin, 1 Juni 2026 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Aktivitas yang diduga berkaitan dengan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Tambang Besi, Kecamatan Batang Masumai, Kabupaten Merangin, kembali menjadi sorotan publik.

Kali ini, persoalan muncul akibat perselisihan antara pihak yang mengoperasikan alat berat excavator dengan pemilik lahan yang digunakan untuk aktivitas penambangan tersebut.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan seorang pelaku aktivitas tambang berinisial SR kepada media ini pada Senin (1/6/2026), dirinya berencana mengambil alat berat excavator yang sebelumnya digunakan di lokasi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut SR, pengambilan alat berat itu rencananya dilakukan dengan pendampingan aparat kepolisian. Ia mengaku terjadi perselisihan antara pihaknya dengan pemilik lahan yang disebut bernama Syahroni Paskah setelah aktivitas penambangan berlangsung.

BACA JUGA :  Aksi Bekasi Bersama Palestina Jilid 6, Gaungkan Solidaritas Tanpa Henti untuk Gaza

“Sekarang saya mau mengambil alat berat excavator yang sebelumnya saya gunakan di situ. Saya didampingi Kanit Polsek Bangko. Karena di situ kami ribut dengan pemilik tuan tanah. Alat kami masuk dan kerja hanya dapat dua pentol. Setelah itu kami ribut dengan tuan tanah. Hari ini rencana kami masuk untuk mengambil alat-alat excavator tersebut karena lokasi yang kami kerjakan saat ini dikerjakan oleh tuan tanah,” ujar SR sebagaimana dikutip media ini.

BACA JUGA :  Wakil Ketua I DPRD Berau Kembali Soroti Minimnya Transparansi CSR Perusahaan Tambang.

Informasi tersebut hingga kini masih memerlukan konfirmasi dari pihak-pihak lain yang disebutkan dalam pernyataan tersebut, termasuk pemilik lahan dan pihak kepolisian terkait.

Di sisi lain, keberadaan aktivitas PETI di kawasan Desa Tambang Besi kembali menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah sumber di lapangan menyebutkan bahwa aktivitas penambangan yang diduga menggunakan alat berat excavator masih ditemukan di beberapa titik wilayah tersebut.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan dan penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin yang diduga terus berlangsung. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat bertindak profesional, transparan, dan tegas dalam menegakkan aturan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

BACA JUGA :  Menuju Panggung Juara Arsenal Siap Jamu Burnley di Emirates, Kemenangan Jadi Harga Mati

Pengamat dan sejumlah warga menilai bahwa apabila memang ditemukan aktivitas PETI, maka langkah yang seharusnya diutamakan adalah penindakan hukum terhadap setiap pelanggaran yang terjadi, tanpa pandang bulu. Penegakan hukum yang konsisten dinilai penting untuk mencegah kerusakan lingkungan, konflik sosial, serta potensi kerugian negara akibat aktivitas pertambangan ilegal.

Hingga berita ini diturunkan, media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait guna mendapatkan informasi yang berimbang dan akurat mengenai persoalan tersebut.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

pekerja mengaku bekerja di PT BAR site PT BERAU COAL. mengeluhkan pembayaran upah molorrr.!
Akhirnya Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo Buka Suara, Pakopak Ikut Angkat Bicara Terkait Tukin P3K Tahun 2025
Pertamax Rp16.650 per Liter: Rakyat Dipaksa Menyesuaikan. UMKM, Hingga Pengemudi Transportasi Terasa Dampaknya.
Polres Maros Bersihkan Rumah Ibadah Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Tukin Diduga Belum Terbayar Selama Lima Bulan di Tahun 2025, P3K di Bawah Naungan Kemenag Kab. Probolinggo Menunggu Kepastian 
Kecewa, Surat Undangan Resmi Terindikasi Tidak di Indahkan Oleh Oknum Kepala SPPG Karanggeger 1 Hingga Mediasi Gagal 
Abaikan Penolakan Lama Warga, Lapangan Japati Caringin Kini Justru Jadi Sumber Petaka Kebakaran Dua Hari Berturut-turut
Air Laut Surut Mendadak Dan naik/ pasang, secara cepat tidak seperti biasa. Usai Gempa, Warga Pesisir Berau Panik.
Berita ini 221 kali dibaca

Komentar

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:17 WIB

pekerja mengaku bekerja di PT BAR site PT BERAU COAL. mengeluhkan pembayaran upah molorrr.!

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:34 WIB

Akhirnya Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo Buka Suara, Pakopak Ikut Angkat Bicara Terkait Tukin P3K Tahun 2025

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:24 WIB

Pertamax Rp16.650 per Liter: Rakyat Dipaksa Menyesuaikan. UMKM, Hingga Pengemudi Transportasi Terasa Dampaknya.

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:39 WIB

Polres Maros Bersihkan Rumah Ibadah Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:25 WIB

Tukin Diduga Belum Terbayar Selama Lima Bulan di Tahun 2025, P3K di Bawah Naungan Kemenag Kab. Probolinggo Menunggu Kepastian 

Berita Terbaru