Kemensos dan BI Siapkan Kartu Digital Barcode untuk Penyaluran Bansos 2025

- Publisher

Jumat, 10 Oktober 2025 - 13:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

Jakarta, 10 Oktober 2025 — Kementerian Sosial (Kemensos), bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI), menginisiasi penggunaan kartu digital dengan barcode khusus sebagai media baru penyaluran bantuan sosial (bansos) tahun 2025. Sistem ini dirancang agar bansos tidak dicairkan dalam bentuk tunai, melainkan digunakan langsung untuk pembelian kebutuhan pokok di merchant atau toko mitra yang telah ditunjuk.

—

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Latar Belakang & Tujuan

1. Menutup celah penyalahgunaan
Dengan barcode khusus terintegrasi pada kartu digital, setiap transaksi penerima manfaat akan tercatat secara digital. Hal ini diharapkan mengurangi risiko bantuan digunakan untuk keperluan di luar yang diperuntukkan.

2. Transparansi & pengawasan real-time
Sistem digital memungkinkan pemerintah untuk memantau aliran penggunaan dana secara langsung dan mendeteksi potensi penyimpangan lebih cepat.

3. Efisiensi dan inklusi keuangan
Dengan tidak lagi bergantung pada pencairan tunai di bank atau kantor pos, penerima manfaat dapat langsung menggunakan bantuan sesuai kebutuhan pokok. Selain itu, digitalisasi ini turut mendukung inklusi keuangan bagi masyarakat berpendapatan rendah.

BACA JUGA :  Puluhan Dompeng Rakit Mengobrak-abrik Sungai Tanjung Lamin, Warga Desak Polda Jambi Turun Tangan

 

—

Mekanisme & Tahapan Implementasi

Kementerian Sosial merencanakan pilot sistem ini di Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai bagian dari uji coba distribusi digital.

Kartu digital ini akan memuat barcode dari BI yang memastikan transaksi hanya bisa digunakan untuk barang yang sesuai peruntukan bansos.

Program Payment ID (identitas keuangan digital berbasis NIK) dirancang untuk mendukung sistem integrasi data keuangan individu — termasuk data transaksi dan akun keuangan — dalam kerangka distribusi bansos.

Untuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) yang memiliki keterbatasan jaringan perbankan, mekanisme distribusi lama (melalui bank Himbara atau pos) tetap dipertimbangkan agar tidak terjadi ketertinggalan akses bantuan.

BACA JUGA :  Patut Diapresiasi, PARAKSA Selain Berdampak Positif Bagi UMKM dan PKL, Juga Berkontribusi ke PAD Kabupaten Probolinggo 

Karena sebagian penerima manfaat belum familiar dengan sistem digital, Kemensos akan menerjunkan tenaga pendamping di tingkat desa/kelurahan serta menyelenggarakan pelatihan dan edukasi kepada masyarakat.

 

—

Tantangan yang Harus Diantisipasi

Kesenjangan infrastruktur digital
Daerah-daerah dengan jaringan internet terbatas bisa mengalami hambatan dalam akses sistem digital.

Literasi digital penerima manfaat
Tidak semua penerima bansos sudah terbiasa menggunakan perangkat digital — pendampingan menjadi krusial agar mereka tak terdorong keluar dari sistem.

Keakuratan data & potensi eksklusi
Integrasi data sosial, finansial, dan identitas harus akurat. Jika tidak, ada risiko sebagian warga yang berhak tertinggal karena kesalahan data atau hambatan teknis.

 

—

Pernyataan Resmi

> “Ke depan dirancang bagaimana ini menggunakan kartu yang bisa digunakan untuk membeli barang-barang yang sesuai peruntukannya … kita sudah mulai itu, tidak bisa di-cash-kan,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf (“Gus Ipul”).

BACA JUGA :  Pengurus RAPI 05 Prabumulih Resmi Dilantik, Herwan Widodo Jadi Ketua

 

—

Harapan & Keunggulan

Jika dirancang dan dilaksanakan dengan baik, penggunaan kartu digital barcode bansos diharapkan mampu:

Meningkatkan akuntabilitas dan reputasi program bantuan sosial

Mempercepat distribusi dan meminimalkan birokrasi

Mendorong integrasi data sosial dan keuangan nasional

Menjadi salah satu kanal bagi masyarakat pra-sejahtera untuk masuk ke sistem layanan keuangan formal

 

—

Catatan Penting

Kebijakan ini belum diterapkan secara menyeluruh; masih dalam tahap perencanaan dan pilot di beberapa lokasi seperti Banyuwangi.

Mekanisme lama (cair tunai) masih disebut sebagai opsi referensi terutama untuk wilayah sulit dijangkau — agar penerima manfaat tidak kehilangan akses.

Pelaksanaan dan efektivitas kebijakan ini sangat bergantung pada kesiapan teknis, pelatihan, dan pemutakhiran data sosial ekonomi nasional (DTSEN / DTKS, dsb.).

Penulis : Ziqro Fernando

Editor : Ziqro Fernando

Sumber Berita: Tim wartawan

Berita Terkait

Pemkot Pangkal Pinang Serbu Titik Sampah Liar di Bukit Intan: Soroti Dampak Kesehatan hingga Siapkan Opsi Sanksi Tegas
BBM Jenis Pertalite Hilang di Pasaran Pengecer, Pedagang Keliling Sebut Urat Nadi Masyarakat Pegunungan Hilang 
Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan
Bapelkum Bitung Edukasi Pelajar SMAN 2 Bitung melalui Program “Bapelkum Bitung Mengajar”
Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media
PP Barokatul Hasan Desa Tegalwatu Peringati HSN 2026, Payung Hias Mempunyai Filosofi dan Makna Yang Mendalam 
Irigasi Diduga Mengalir di Area Pabrik PT Sasa Inti, Dugaan Juga Tertuju Pada Pemasangan dan Pengoperasian Turbin Gas Bumi
Muktamar XI Al-Khairiyah di Cilegon Berjalan Lancar, Ini Harapan Al-Khairiyah Tanggamus
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Pemkot Pangkal Pinang Serbu Titik Sampah Liar di Bukit Intan: Soroti Dampak Kesehatan hingga Siapkan Opsi Sanksi Tegas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:33 WIB

BBM Jenis Pertalite Hilang di Pasaran Pengecer, Pedagang Keliling Sebut Urat Nadi Masyarakat Pegunungan Hilang 

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:14 WIB

Bapelkum Bitung Edukasi Pelajar SMAN 2 Bitung melalui Program “Bapelkum Bitung Mengajar”

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp