Kasus Dugaan Penganiayaan Anak, Nora dan Putranya Dipanggil Unit PPA Polres Merangin

- Publisher

Selasa, 16 Desember 2025 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Merangin terus menindaklanjuti laporan dugaan penganiayaan terhadap seorang anak di bawah umur. Pada Selasa (16/12/2025), pelapor Nora Putri bersama anaknya Fajar memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sekaligus menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP).

Pemanggilan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan yang sebelumnya dilayangkan Nora ke Polres Merangin terkait dugaan tindak kekerasan yang dialami anak kandungnya, yang diduga dilakukan oleh seorang pria bernama M. Kholik.

BACA JUGA :  Polda Sulsel Bongkar Sejumlah Kasus Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi Periode Maret–Mei 2026

Kepada media ini, Nora membenarkan bahwa dirinya dan anaknya telah datang ke Mapolres Merangin sesuai dengan jadwal yang ditentukan penyidik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Benar, hari ini saya dan anak saya dipanggil oleh penyidik Unit PPA Polres Merangin untuk dimintai keterangan dan kami juga sudah menerima SP2HP terkait laporan yang saya buat sebelumnya,” ujar Nora, Selasa siang.

Nora menjelaskan, pemeriksaan tersebut berkaitan dengan pendalaman kronologi kejadian dugaan penganiayaan yang dialami anaknya, yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMP dan tergolong anak di bawah umur.

BACA JUGA :  Diduga Iming-iming Proyek Kerabat Bupati Majene, Warga Tubo Sendana Rugi Rp40 Juta

“Kami diminta menjelaskan kembali kejadian yang dialami anak saya, termasuk kondisi korban setelah kejadian. Saya berharap proses hukum ini bisa berjalan dengan adil dan profesional,” katanya.

Sebelumnya, Nora melaporkan dugaan penganiayaan itu setelah menerima pesan singkat dari anaknya yang mengaku mengalami tindakan kekerasan berupa tendangan, tamparan, serta sepeda yang dibuang. Akibat kejadian tersebut, korban disebut mengalami memar di bagian kepala dan sempat mendapatkan perawatan medis.

BACA JUGA :  Diduga Dikeroyok Belasan Rekan Sekolah, Siswa SMPN 35 Makassar Alami Luka dan Nyaris Pingsan

Dengan adanya pemanggilan dan pemberian SP2HP ini, Nora berharap pihak kepolisian dapat mengusut kasus tersebut secara tuntas sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Saya hanya ingin keadilan untuk anak saya. Saya percaya Polres Merangin akan menangani perkara ini secara profesional dan transparan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan proses penyelidikan dan pendalaman terhadap laporan tersebut.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Ketika Hukum Kehilangan “RUH”
Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru
Tim Investigasi HAM Soroti Penanganan Kasus Kembru Berdarah oleh Komnas HAM
Pemerintah Desa Bontolempangan Dorong Solusi Komprehensif Atasi Dampak Tambang
Aktivitas Tambang Diduga Tak Berizin di Karst Bontolempangan Terus Berjalan
Kepolisian Resor (Polres) Berau bersama tim gabungan lintas instansi, Sidak terkait dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
LSM GARDA 08 Desak Pemkot Makassar Tak Tebang Pilih: Dugaan Peternakan Babi Ilegal di Panaikang Jadi Sorotan, Warga Tuntut Ketegasan
Dugaan Mafia Solar di SPBU Hertasning Jadi Sorotan Warga
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:23 WIB

Ketika Hukum Kehilangan “RUH”

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:48 WIB

Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:21 WIB

Tim Investigasi HAM Soroti Penanganan Kasus Kembru Berdarah oleh Komnas HAM

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:51 WIB

Pemerintah Desa Bontolempangan Dorong Solusi Komprehensif Atasi Dampak Tambang

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:57 WIB

Aktivitas Tambang Diduga Tak Berizin di Karst Bontolempangan Terus Berjalan

Berita Terbaru

(Ilustrasi)

Hukum

Ketika Hukum Kehilangan “RUH”

Jumat, 26 Jun 2026 - 14:23 WIB

Hukum

Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru

Kamis, 25 Jun 2026 - 21:48 WIB