Kabinet Prabowo Makin “Gemoy”: Reshuffle Ketiga Perkuat Jaringan Internal dan Hadapi Tekanan Politik

- Penulis

Jumat, 19 September 2025 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle ketiga dalam 11 bulan pemerintahannya pada Rabu (17/9/2025), melantik 11 pejabat baru yang didominasi kader Partai Gerindra dan tokoh dekat Istana. Pergantian ini mencakup posisi strategis seperti Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah .

Mantan Menteri BUMN Erick Thohir resmi digeser ke jabatan Menpora, meninggalkan kursi Menteri BUMN yang kini lowong dan sementara diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) dari Wakil Menteri BUMN . Sementara itu, Jenderal (Purn.) Djamari Chaniago—kakak tingkat Prabowo di Akademi Militer—diangkat sebagai Menko Polkam menggantikan Budi Gunawan (yang dicopot pada 8 September 2025). Djamari dikenal sebagai politikus Gerindra dan simbol kedekatan dengan lingkaran dalam Prabowo .

Pemerintah mengubah Presidential Communication Office (PCO) menjadi Badan Komunikasi Pemerintah yang dikepalai Angga Raka Prabowo (kader Gerindra). Langkah ini disebut sebagai upaya memperbaiki citra pemerintah di tengah kritik komunikasi yang buruk . Selain itu, Ahmad Dofiri (mantan Wakapolri) diangkat sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Reformasi Kepolisian, menandai fokus pada penanganan isu keamanan pasca-demonstrasi Agustus 2025 .

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Kabinet Prabowo Makin "Gemoy": Reshuffle Ketiga Perkuat Jaringan Internal dan Hadapi Tekanan Politik Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

Reshuffle ini memperkuat dominasi Partai Gerindra di kabinet. Sejak 2024, jumlah jabatan strategis yang dipegang kader Gerindra meningkat signifikan, termasuk Menteri Luar Negeri (Sugiono), Menteri Hukum (Supratman Andi Agtas), dan Menteri Kebudayaan (Fadli Zon) . Sebaliknya, figur yang dekat dengan PDI-P seperti Hendrar Prihadi (eks-Kepala LKPP) dan Sulaiman Umar (eks-Wamen Kehutanan) tersingkir .

BACA JUGA :  PT Arion Indonesia Persoalkan Putusan Pengadilan Pajak: Diduga Ada Kekuranglengkapan Pertimbangan Bukti

Kalangan pengusaha seperti HIPMI menyambut positif pengangkatan pejabat baru, terutama di bidang ketenagakerjaan dan koperasi, dengan harapan tercipta kebijakan yang pro-investasi dan penciptaan lapangan kerja . Namun, pengamat politik seperti Mochamad Nurhasim (BRIN) mempertanyakan apakah reshuffle ini benar-benar untuk kinerja atau sekadar “bagi-bagi jabatan” .

Langkah ini juga dipandang sebagai respons tidak langsung atas gelombang demonstrasi akhir Agustus 2025 yang menuntut transparansi pemerintah dan diwarnai insiden kekerasan aparat . Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan tidak akan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk menyelidiki kerusuhan, tetapi mengandalkan investigasi Komnas HAM .

Reshuffle ketiga Prabowo mencerminkan strategi konsolidasi kekuatan internal dan respons terhadap tekanan politik terkini. Namun, efektivitasnya dalam meningkatkan kinerja pemerintahan masih perlu dibuktikan, terutama dalam menyikapi tuntutan reformasi dan transparansi yang mengemuka pasca-demonstrasi .

Penulis : Wahyu Widodo

Berita Terkait

PT Arion Indonesia Uji Materi Pasal 78 UU Pengadilan Pajak ke MK
Pemerintah Sesuaikan PTKP 2025 untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Pernah Berhadapan dengan Hukum, Eko Wahyu Pramono Kini Aktif di Advokasi Publik
Memahami SP2DK dari Kacamata Wajib Pajak dan Fiskus
Dakwah Dan Aktivitas Amar Ma’ruf Nahi Munkar  
Kepatuhan Pajak di Tangan Algoritma: Solusi atau Ancaman?
Friedrich Nietzsche dan Gema Abadi dari Kalimat “Tuhan Telah Mati”
Penulis Tak Lagi Dibebani Administrasi Pajak? Kemenekraf Mulai Lakukan Pembenahan
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Desember 2025 - 08:58 WIB

PT Arion Indonesia Uji Materi Pasal 78 UU Pengadilan Pajak ke MK

Sabtu, 13 Desember 2025 - 11:16 WIB

Pemerintah Sesuaikan PTKP 2025 untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Jumat, 12 Desember 2025 - 18:30 WIB

Pernah Berhadapan dengan Hukum, Eko Wahyu Pramono Kini Aktif di Advokasi Publik

Jumat, 12 Desember 2025 - 17:49 WIB

Memahami SP2DK dari Kacamata Wajib Pajak dan Fiskus

Kamis, 4 Desember 2025 - 19:29 WIB

Dakwah Dan Aktivitas Amar Ma’ruf Nahi Munkar  

Rabu, 3 Desember 2025 - 15:29 WIB

Kepatuhan Pajak di Tangan Algoritma: Solusi atau Ancaman?

Rabu, 3 Desember 2025 - 14:43 WIB

Friedrich Nietzsche dan Gema Abadi dari Kalimat “Tuhan Telah Mati”

Selasa, 2 Desember 2025 - 14:11 WIB

Penulis Tak Lagi Dibebani Administrasi Pajak? Kemenekraf Mulai Lakukan Pembenahan

Berita Terbaru

Komisaris PT Arion Indonesia, Rinto Setiyawan, A.Md., S.H., CTP (kiri), mengikuti sidang pendahuluan pengujian materiil Pasal 78 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak secara daring di Mahkamah Konstitusi

Berita Utama

PT Arion Indonesia Uji Materi Pasal 78 UU Pengadilan Pajak ke MK

Rabu, 17 Des 2025 - 08:58 WIB