Desa Kapuk Darurat PETI: Sarnubi Seorang Kadus Disinyalir Terlibat, Alam Terancam Bencana

- Publisher

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Kapuk, Kecamatan Tabir Ulu, Kabupaten Merangin, kian merajalela dan semakin mengkhawatirkan. Salah satu nama yang mencuat dalam pusaran aktivitas ilegal tersebut adalah Sarnubi salah satu Kadus, yang disebut warga sebagai salah satu pemain PETI di wilayah itu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini di lapangan, Desa Kapuk saat ini menjadi salah satu titik rawan kerusakan lingkungan akibat penambangan emas ilegal yang dilakukan secara terbuka, bahkan terkesan tanpa hambatan.

Warga menyebut, keberadaan dompeng-dompeng rakit di sejumlah dusun, khususnya wilayah Dusun Ganduk, terlihat berjejer layaknya “karnaval” penambang emas, terutama saat musim hujan.

“Di Kapuk ini dompeng rakit muncul seperti jamur musim hujan, berjejer ramai. Tapi anehnya tidak pernah ada razia polisi. Padahal tinggal masuk sedikit ke daerah Lusur Tanduk, sudah kelihatan semua,” ujar seorang warga kepada media ini.

Lebih jauh, masyarakat menilai maraknya PETI di Desa Kapuk tidak lepas dari dugaan adanya pembiaran oleh pihak-pihak tertentu, termasuk pemerintah desa setempat.

Warga menyebut kepala desa seolah tidak mampu berbuat banyak, bahkan muncul dugaan adanya pembiaran sistematis sehingga aktivitas ilegal itu terus berjalan tanpa tersentuh hukum.

BACA JUGA :  Diduga Pungut Iuran dari Bos PETI untuk Rehab Jembatan Gantung, Pemdes Mudo Jadi Sorotan Publik

“Kalau mau menangkap penambang, tidak usah jauh-jauh. Di sini sudah banyak. Tapi kenapa aman-aman saja? Kami menduga ada orang kuat di belakang aktivitas ini,” tegas warga lainnya.

Aktivitas PETI di wilayah tersebut bahkan disebut bisa dipantau jelas dari udara menggunakan drone, dengan lokasi yang tidak jauh dari jembatan gantung desa.

Dalam keterangannya, warga secara khusus menyebut Sarnubi sebagai salah satu pelaku yang diduga terlibat langsung dalam aktivitas penambangan emas ilegal di Desa Kapuk.

Meski demikian, warga menegaskan bahwa Yadi bukan satu-satunya, karena masih banyak penambang lain yang turut merusak alam di kawasan tersebut.

BACA JUGA :  Warga Sebut Aktivitas PETI di Bangko Tinggi Diduga Milik Tekun, Bantaran Sungai Merangin Kian Rusak

Melihat kondisi yang semakin parah, masyarakat mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polres Merangin dan Polda Jambi, agar segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan penindakan tegas terhadap seluruh pelaku PETI di Desa Kapuk.

“Harus ditindak, jangan dibiarkan. Kalau terus begini, alam rusak, sungai tercemar, bisa terjadi bencana. Warga yang tidak terlibat juga akan kena dampaknya,” kata warga.

Warga berharap tindakan hukum dilakukan secara serius dan menyeluruh untuk memberikan efek jera, serta menghentikan kerusakan lingkungan yang dikhawatirkan akan membawa bencana besar di kemudian hari.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga
Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga
Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab
Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP
BEM STIKES Bina Bangsa Majene Bawa Aspirasi Sulawesi Barat di Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026
Nitezen Ungkap Dugaan Pungli dan Mafia Tanah, Krisis Kepercayaan Terhadap ATR/BPN kabupaten Probolinggo Nampak Jelas
Warga Sapikerep Menunggu Keajaiban Keadilan, Dugaan Penganiayaan Tersangka Pelaku WNA Belum Ada Kepastian Hukum
Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Meninggal, Persatuan Kelana Alam Indonesia Ingatkan Pentingnya Keselamatan
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:17 WIB

Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:21 WIB

BEM STIKES Bina Bangsa Majene Bawa Aspirasi Sulawesi Barat di Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand