Berjejer, PETI Gunakan Alat Berat di Desa Tanjung Benuang Masih Marak, Penegakan Hukum Dipertanyakan

- Publisher

Jumat, 13 Juni 2025 - 20:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, Merangin – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Tanjung Benuang, Kecamatan Pamenang Selatan, Kabupaten Merangin, Jambi, semakin mengkhawatirkan. Pada Kamis, (12/6/25), tim investigasi media ini menemukan sejumlah lokasi penambangan ilegal yang masih beroperasi secara terang-terangan tanpa pengawasan ketat dari aparat penegak hukum (APH).

Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas penambangan ini dilakukan menggunakan mesin dompeng dan alat berat, menyebabkan dampak serius bagi lingkungan.

Dari pagi hingga sore hari, para pekerja dengan bebas mengekstraksi emas dari tanah tanpa memedulikan potensi kerusakan lingkungan dan ancaman hukum yang seharusnya mengatur kegiatan ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepada media ini Wanto mengatakan jika dilokasi tersebut ada empat alat berat Ekskavator yang digunakan untuk aktvitas PETI.

BACA JUGA :  Dugaan Illegal Logging di Pulau Bayur Bergulir: Ada Upaya Hentikan Pemberitaan, LSM Siapkan Laporan

“Ada empat alat berat ekskavator yang di gunakan untuk PETI bang, informasinya yang main Dompeng adalah bernama Aris Bleck dan Dang Ep,” Demikian ucapnya.

Penambangan ilegal ini menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari pencemaran sungai akibat limbah merkuri, hingga degradasi lahan yang semakin meluas. Sungai yang menjadi sumber air bagi masyarakat sekitar kini tercemar lumpur dan bahan kimia berbahaya, yang dapat membahayakan kesehatan penduduk setempat.

Tak hanya itu, PETI juga berkontribusi pada peningkatan konflik sosial. Warga sekitar yang terdampak sering kali merasa tidak berdaya untuk menghentikan aktivitas ini karena adanya dugaan keterlibatan oknum tertentu dalam pembiaran aktivitas ilegal ini.

BACA JUGA :  Usai Ambuon Ardiansyah Ditangkap, Korban Modus Lelang Kendaraan Kembali Bermunculan

“Kami melihat ini sudah berlangsung lama. Air sungai makin keruh, banyak ikan mati, dan lahan menjadi rusak. Tapi kami tidak bisa berbuat banyak karena tidak ada tindakan nyata dari aparat,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

PETI melanggar Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, serta bertentangan dengan Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa sumber daya alam harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Namun, penegakan hukum terhadap aktivitas ini masih dinilai lemah. Hingga saat ini, belum ada tindakan tegas yang benar-benar mampu menghentikan operasional PETI di wilayah ini. Padahal, dalam beberapa kasus, pihak kepolisian dan pemerintah daerah telah menyatakan komitmennya untuk menindak tambang ilegal di Kabupaten Merangin ini.

BACA JUGA :  PETI Makin Merajalela di Tanjung Lamin, Warga Minta Polda Jambi Turun Tangan dan Tangkap Pelaku

Diperlukan sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam menangani persoalan ini. Jika tidak ada tindakan nyata, maka kerusakan lingkungan dan eksploitasi sumber daya alam secara ilegal akan terus berlanjut, merugikan masyarakat serta generasi mendatang.

Apakah aktivitas PETI ini akan terus dibiarkan tanpa tindakan tegas? Semua mata kini tertuju pada langkah yang akan diambil oleh pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menyelamatkan lingkungan serta menegakkan supremasi hukum di Bumi Tali Undang Tambang Teliti ini.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Usai Ambuon Ardiansyah Ditangkap, Korban Modus Lelang Kendaraan Kembali Bermunculan
Tiga Tersangka Kasus Sungai Kapas Ditahan, Ahmad Fahmi Dorong Pengembangan Perkara
Keributan di Tempat Hiburan Libatkan LC, Dua Pria Saling Lapor ke Polres Merangin
Dua Tersangka Pencurian dengan Pemberatan Dilimpahkan Polsek Pamenang ke Kejari Merangin
Diduga Tipu Korban dengan Modus Lelang Kendaraan Dinas, PNS di Merangin Dicokok Polisi
Dari Pulau Rayo Melenggang ke Rumah: Jejak Dua Excavator Bobby dan Loho Dipertanyakan
Kasus Dugaan Provokasi Demo Desa Sungai Kapas, Ahmad Fahmi Soroti Dua Tersangka yang Belum Ditahan
PETI Diduga Milik Toni Beroperasi Siang Malam di Langling, Warga Keluhkan Gangguan Ketenangan
Berita ini 447 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 20:05 WIB

Usai Ambuon Ardiansyah Ditangkap, Korban Modus Lelang Kendaraan Kembali Bermunculan

Minggu, 20 September 2026 - 19:47 WIB

Tiga Tersangka Kasus Sungai Kapas Ditahan, Ahmad Fahmi Dorong Pengembangan Perkara

Jumat, 18 September 2026 - 16:23 WIB

Keributan di Tempat Hiburan Libatkan LC, Dua Pria Saling Lapor ke Polres Merangin

Jumat, 18 September 2026 - 10:43 WIB

Dua Tersangka Pencurian dengan Pemberatan Dilimpahkan Polsek Pamenang ke Kejari Merangin

Kamis, 17 September 2026 - 08:17 WIB

Diduga Tipu Korban dengan Modus Lelang Kendaraan Dinas, PNS di Merangin Dicokok Polisi

Berita Terbaru

FOTO: Penulis Mendekatkan Buku kepada Pembacanya

Berita Utama

Mendekatkan Buku Kepada Pembacanya

Selasa, 22 Sep 2026 - 20:25 WIB

https://mancingjitu.com/