BEM ULM Melakukan Riset Pengembangan Empat Sektor di Desa Teluk Aru, Dorong Potensi Lokal dan Tingkatkan SDM

Minggu, 1 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, Banjarmasin — Dalam rangka mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (BEM ULM) melaksanakan riset pengembangan di Desa Teluk Aru. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat bertajuk Abdi Mahasiswa untuk Banua (AMBAWA), yang berlangsung selama empat hari tiga malam, mulai dari tanggal 22 s.d 26 Mei 2025.

Program ini menyasar empat sektor utama: pendidikan, kesehatan, potensi lokal, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM). Riset awal ini dimaksudkan untuk memetakan kekuatan dan tantangan yang dihadapi masyarakat desa guna merancang program pengabdian berkelanjutan yang tepat sasaran.

Kegiatan survei yang dilakukan oleh tim mahasiswa BEM ULM mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Antusiasme warga menjadi penyemangat tersendiri bagi para mahasiswa dalam menjalankan tugas sosial dan akademiknya.

“Kurang lebih empat hari kami melakukan survei di Teluk Aru, dan kesan yang kami terima sangat luar biasa. Sambutan masyarakat yang penuh keramahan memberikan kehormatan tersendiri bagi kami,” ungkap Adi Jayadi, Ketua BEM ULM yang tergabungg dalam kegiatan AMBAWA.

Adi juga menambahkan bahwa dalam segi kehidupan sosial, desa Teluk Aru memiliki tingkat harmonis yang tinggi. Mayoritas masyarakatnya berasal dari suku Mandar. Masyarakat di desa tersebut masih hidup dengan penuh kesederhanaan dan memegang erat budaya gotong royong.

“Secara sosial, Desa Teluk Aru mayoritas dihuni oleh masyarakat bersuku Mandar. Tradisi gotong royong masih dijaga erat, menjadikan kehidupan sosial di desa ini harmonis dan terbuka terhadap pendatang. Mayoritas penduduk bekerja sebagai petani dan nelayan. Kehidupan mereka yang sederhana namun saling membantu menjadi modal sosial penting dalam membangun desa ke depan” Pungkasnya.

BACA JUGA :  Nah, SPP Sebesar Rp 85 Ribu dan Komite Rp 300 Ribu di SMAN 3 Merangin Tuai Sorotan 

Dari hasil survei, Desa Teluk Aru diketahui memiliki potensi besar di sektor pertanian dan pariwisata. Salah satu komoditas unggulan desa ini adalah cengkeh. Beberapa warga secara aktif mengelola kebun cengkeh yang hasilnya dipasarkan hingga ke Sulawesi. Selain itu, sektor pariwisata juga menyimpan potensi besar. Pantai Teluk Aru, dengan hamparan pasir putih dan laut biru yang jernih, dinilai dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan jika dikelola secara berkelanjutan.

BEM ULM 2 BEM ULM Melakukan Riset Pengembangan Empat Sektor di Desa Teluk Aru, Dorong Potensi Lokal dan Tingkatkan SDM Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

Namun di balik potensi tersebut, sejumlah persoalan dasar masih menjadi penghambat kemajuan desa. Infrastruktur jalan penghubung menuju pusat kecamatan banyak yang belum diaspal, menyulitkan mobilitas warga. Fasilitas air bersih dan sanitasi juga belum menjangkau seluruh rumah tangga. Sementara itu, akses listrik dan jaringan komunikasi masih belum stabil di beberapa wilayah desa.

Melalui program AMBAWA, BEM ULM berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa. Program ini berfokus pada peningkatan akses pendidikan, perbaikan layanan kesehatan, serta pendampingan dalam pengembangan potensi lokal secara berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas, tak hanya antara mahasiswa dan masyarakat, tapi juga dengan pihak-pihak yang memiliki perhatian terhadap pembangunan desa,” tutup Adi Jayadi.

Penulis : Rizky Fadirubun

Berita Terkait

Warga Ranuagung di Laporkan Warga Tiris Atas Dugaan Tindak Pidana Penipuan 
Jelajah Masjid Pedalaman Nusa Tenggara Timur, Samudera Zam Zam berbagi 4 Ton Sembako 
Menjadi Buah Bibir, Oknum Perangkat Desa Banyuanyar Tengah Diduga Berikan Contoh Langgar Aturan
Safari Pra-Ramadhan di Masjid Al Qodar Oebesa Pedalaman Timor NTT
Oknum Perangkat Desa Banyuanyar Tengah Diduga Merangkap Sebagai Ketua Poktan Jaya Abadi 
Tips Mengenal Wartawan Bodrex dan Wartawan Profesional
Melebar, Oknum SPPG Tiris Diduga Tidak Mengantongi Sertifikat Pelatihan Higiene Sanitasi Pangan
Terindikasi Dugaan Mark Up Harga Bahan Makanan Bergizi, Oknum Aslap SPPG Tiris Memilih Diam

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 19:20

Warga Ranuagung di Laporkan Warga Tiris Atas Dugaan Tindak Pidana Penipuan 

Senin, 16 Februari 2026 - 18:32

Jelajah Masjid Pedalaman Nusa Tenggara Timur, Samudera Zam Zam berbagi 4 Ton Sembako 

Senin, 16 Februari 2026 - 09:05

Menjadi Buah Bibir, Oknum Perangkat Desa Banyuanyar Tengah Diduga Berikan Contoh Langgar Aturan

Minggu, 15 Februari 2026 - 16:41

Safari Pra-Ramadhan di Masjid Al Qodar Oebesa Pedalaman Timor NTT

Minggu, 15 Februari 2026 - 16:21

Oknum Perangkat Desa Banyuanyar Tengah Diduga Merangkap Sebagai Ketua Poktan Jaya Abadi 

Minggu, 15 Februari 2026 - 11:58

Melebar, Oknum SPPG Tiris Diduga Tidak Mengantongi Sertifikat Pelatihan Higiene Sanitasi Pangan

Minggu, 15 Februari 2026 - 09:43

Terindikasi Dugaan Mark Up Harga Bahan Makanan Bergizi, Oknum Aslap SPPG Tiris Memilih Diam

Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:24

Lagi Lagi Oknum Aslap SPPG Tiris Terkesan Menuduh Team Media Tidak Jelas Saat Konfirmasi Video MBG Sayur Viral

Berita Terbaru