Banjir Sungai Batang Gasan Membahayakan Pemukiman

- Publisher

Selasa, 25 November 2025 - 14:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, Padang Pariaman –

Curah hujan dengan intensitas tinggi masih  mengguyur selama dua hari terakhir pada Senin (25/11/2025) siang dan malam sampai pagi ini di kabupaten Padang Pariaman. Dampaknya terjadi luapan sungai Batang Gasan sehingga mengalami banjir yang cukup besar. Akibat debit air yang terlalu besar akhirnya tidak tertampung lagi oleh jalur aliran sungai, sehingga sungai meluap. Bahayanya lagi terjadi  perpindahan jalur aliran sungai ke lokasi pemukiman rumah warga di kampung Tarandam, Korong Piliang, Nagari Gasan Gadang, Kecamatan Batang Gasan.

Berdasarkan penelusuran informasi dari BMKG menyebutkan penyebab hujan ekstrem atau curah hujan tinggi saat ini di Padang Pariaman disebabkan adanya pola konvergensi udara. BMKG menyebut bahwa ada pola konvergensi (pertemuan aliran udara) dari arah Samudera Hindia yang memanjang dari Kepulauan Mentawai sampai Natuna. Konvergensi ini menyebabkan udara lembap terangkat dan membentuk awan hujan yang cukup tebal, sehingga hujan intens terjadi. Ada daerah tekanan rendah di barat Kepulauan Mentawai yang memicu pertumbuhan awan hujan di pesisir barat Sumatera Barat (termasuk Padang Pariaman). Tekanan rendah ini “menarik” massa udara lembap dan memperkuat konveksi awan hujan.

Menelusuri lokasi banjir di kecamatan Batang Gasan, jurnalis media Suara Utama meliput ke titik banjir tepatnya di depan mushalla surau Talang, korong Piliang, nagari Gasan Gadang. Sampai jam 10.00 WIB Selasa (25/11/2025),  terpantau kondisi banjir tergolong masih besar, karena aliran sungai Batang Gasan berpindah jalur menyasar ke lokasi pemukiman warga dan jalan umum. Kondisi ini abnormal karena jalur aliran sungai berpindah arah ke aliran bukan tempat alur sungai.

Di tahun 2024 terjadi juga banjir seperti ini dan saat itu jalur aliran sungai diperbaiki dengan alat berat dari bantuan pemda Padang Pariaman. Selang waktu tidak sebeberapa lama kembali jebol, maka warga berninisiatif bergotong royong dan berswadaya menyewa alat berat dengan menghimpun dana. Keadaan aman dalam satu tahun terakhir. Kini tanggul sementara itu kembali dibobol air bah yang besar. Saat ini kondisinya semakin parah, karena arah air semakin rendah ke pemukiman warga.

BACA JUGA :  Pengukuhan Pemangku Adat Arajang Balanipa Tuai Dukungan, Sulapa Eppa SBBT Serukan Pelestarian Adat Mandar

Melihat kerusakan akibat banjir ini, warga setempat berharap seyogyanya cepat dapat diatasi. Dibutuhkan bantuan dari pemerintah dengan operasi alat berat. Aliran sungai yang biasanya bukan pada jalurnya tersebut semakin lama akan merusak area pertanian dan membahayakan perumahan warga. Area pertanian padi sawah terdampak rusak saat ini diperkirakan lebih dari 12 hektar sawah, sebagaimana yang diutarakan oleh seorang warga yaitu guru Zainal yang rumahnya ikut terdampak oleh banjir. Warga sangat berharap kepada pemerintah agar aliran sungai Batang Gasan ini dapat ditangani penormalan aliran ke jalurnya semula. Sebagai titik krusial mulai mengambangnya aliran sungai yang menyasar ke pemukiman warga ini berada di perbatasan korong Koto Muaro dengan Korong Piliang nagari Gasan Gadang, kecamatan Batang Gasan.

BACA JUGA :  Jejak Teduh Indonesia Luncurkan Project Planet Proklim di Majene, Perempuan Jadi Garda Terdepan Aksi Iklim dan Ketahanan Pangan

Sehari sebelumnya Senin (24/11/2025) lokasi banjir telah ditinjau dan dikunjungi juga oleh Camat Batang Gasan Syafrizal, bersama Kesbangpol dan Disdukcapil Padang Pariaman,  didampingi oleh aparatur Nagari Gasan Gadang dan wali korong Piliang Junaidi Sayang. Rombongan juga memberi bantuan insidentil berupa nasi bungkus bagi warga setempat yang terdampak banjir. Warga menyampaikan kondisi yang ada seperti rumah terendam air, sawah dan ladang tergerus dan menghanyutkan padi petani yang mulai menguning sepuluh hari menjelang panen. Dampak ini tentu saja sangat memengaruhi pada kehidupan warga yang pada umumnya bekerja sebagai petani dan buruh tani.

Penulis : Suwardi

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Dorong Ekraf dan UMKM, Pemkot Pangkalpinang Gelar Festival Gema Ekraf II 2026
Hampir Rp6 Miliar Digelontorkan, Depo Arsip Berau Masih Jadi Struktur Beton: PUPR dan Kontraktor Wajib Buka-bukaan‎
Kalapas Bangko Ajak WBP Jaga Kamtib dan Manfaatkan Masa Pembinaan
Guyup Rukun, Warga Tempel Sukoharjo Sukses Gelar Rangkaian HUT RI ke-81
Lapas Bangko Perkuat Layanan Kesehatan, Pastikan Hak Dasar Warga Binaan Terpenuhi
Dugaan Illegal Logging di Pulau Bayur Bergulir: Ada Upaya Hentikan Pemberitaan, LSM Siapkan Laporan
Warga Resah, Aktivitas PETI Dompeng di Tanjung Lamin Disebut Makin Mendekati Permukiman
Pisah Sambut Kalapas Bangko, Heri Tinggalkan Kesan, Syaikoni Bawa Harapan Baru
Berita ini 347 kali dibaca
Bahaya Aliran Banjir Sungai Batang Gasan Masuk ke Pemukiman Warga Korong Piliang

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Dorong Ekraf dan UMKM, Pemkot Pangkalpinang Gelar Festival Gema Ekraf II 2026

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Hampir Rp6 Miliar Digelontorkan, Depo Arsip Berau Masih Jadi Struktur Beton: PUPR dan Kontraktor Wajib Buka-bukaan‎

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Kalapas Bangko Ajak WBP Jaga Kamtib dan Manfaatkan Masa Pembinaan

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Guyup Rukun, Warga Tempel Sukoharjo Sukses Gelar Rangkaian HUT RI ke-81

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:06 WIB

Lapas Bangko Perkuat Layanan Kesehatan, Pastikan Hak Dasar Warga Binaan Terpenuhi

Berita Terbaru

Oplus_131072

Berita Utama

Kalapas Bangko Ajak WBP Jaga Kamtib dan Manfaatkan Masa Pembinaan

Senin, 24 Agu 2026 - 15:39 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/