Borok PPDB SMKN 13 Bandung: Anak Yatim Diperas Oknum TU Rp4 Juta, Gurita “Jalur Tembak” Capai Rp10 Juta

Di balik bungkamnya oknum Tata Usaha saat dikonfirmasi, terkuak sindikat jual-beli bangku sekolah negeri yang mencekik janda miskin demi meloloskan siswa luar zonasi.

- Publisher

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Oknum Petugas Sekolah yang Memanfaatkan Moment PPDB saat Penerimaan Siswa Baru.

Ilustrasi Oknum Petugas Sekolah yang Memanfaatkan Moment PPDB saat Penerimaan Siswa Baru.

BANDUNG, SUARA UTAMA – Praktik lancung Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kembali mencoreng SMKN 13 Bandung. Investigasi Suara Utama pada Senin, 21 Mei 2026, membongkar kesaksian memilukan seorang ibu tunggal (single parent) mengenai dugaan pemerasan yang melibatkan oknum internal sekolah pada angkatan penerimaan siswa baru 2022.

Modus Jalur Belakang Berkedok Hambatan Zonasi

Sengkarut bermula saat anak korban yang dikenal pintar dan berprestasi terkendala sistem zonasi. Secara legalitas, sang anak terdaftar di Kartu Keluarga (KK) kakeknya di Kosambi, sehingga letak sekolah di Kiaracondong berada di luar jalur. Sebagai bukti valid, hingga saat ini status KTP anak tersebut masih resmi terdaftar di domisili Kosambi, Kota Bandung. Saat mendatangi sekolah, korban disambut oleh oknum Tata Usaha (TU) bernama Fauzan. Melalui pertukaran nomor WhatsApp privat, Fauzan diduga kuat meminta uang “pelicin” sebesar Rp4.000.000 agar anak korban bisa diterima. Demi masa depan anaknya, janda miskin ini terpaksa pontang-panting mencari pinjaman uang demi menebus kursi tersebut.

Jejak Digital Getcontact dan Gurita “Jalur Tembak” Rp10 Juta

Bukti Screenshoot Tag Kontak Oknum TU SMKN 13 Bandung

Tim investigasi melakukan pelacakan digital terhadap nomor WhatsApp terlapor. Hasilnya akurat; nomor tersebut terdaftar atas nama Fauzan Ahmad Rifai dengan tagging publik spesifik seperti “Pak Ozan panitia PPDB” dan “Fauzan Ahmad Kasubag”. Data ini sinkron 100% dengan kesaksian narasumber.

BACA JUGA :  Konflik ini memuncak dalam pertemuan di Kantor Camat Teluk Bayur. Masjid yang lama saja berukuran 16×16 meter, Mengapa sekarang membantu bertambah kecil.

Setelah meledaknya kasus pungli uang bangunan di SMKN 13 Bandung pada tahun 2025 yang sempat viral secara nasional, temuan tahun 2026 ini mengungkap borok yang lebih parah: sistemik jual-beli bangku. Selain intimidasi uang bangunan pasca-masuk sekolah yang mengancam siswa tidak bisa mengikuti ujian, narasumber membeberkan bahwa praktik ini sudah menjadi rahasia umum. Beberapa siswa lain disinyalir masuk melalui “jalur tembak” dengan tarif jauh lebih fantastis, berkisar kurang lebih Rp10.000.000 per kursi.

BACA JUGA :  Ratusan Massa Akan Kepung Balaikota dan PDAM Makassar, GEMPAK-HAM Soroti Krisis Air Bersih

Terlapor Lewatkan Hak Jawab

Demi keberimbangan berita, redaksi telah melayangkan konfirmasi resmi kepada Fauzan Ahmad Rifai pada Kamis, 24 Mei 2026. Namun, hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan memilih bungkam dan melewatkan hak jawabnya.

Sikap menghindar ini memperkuat dugaan adanya konspirasi di internal sekolah. Suara Utama akan segera menyerahkan seluruh bukti rekaman wawancara, dokumen KTP, dan jejak digital ini ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Inspektorat untuk mendesak penindakan tegas serta pembersihan oknum pungli di Kota Bandung. (Rcs/Red)

Penulis : Rochama Sidiq

Editor : Rochama Sidiq

Sumber Berita: Jurnalis Suara Utama

Berita Terkait

Sengkarut Makan Bergizi Gratis Soreang: Air Mata UMKM di Balik Ambisi ‘4.000 Kue Semalam’ dan Bayang-Bayang Politik Partai Penguasa
Diduga Abaikan SOP, Oknum Kepala SPPG Disorot: Relawan Mengeluh, Sistem Kerja Dinilai Semrawut.
Korban Angkat Bicara: “Kalau Merasa Benar, Buktikan di Pengadilan, Bukan Bermain Opini di Media
Menakar Etika Demokrasi Dan Keadilan Pemilu Dalam Bayang Politik Kepentingan
Kesultanan Sambaliung dan Organisasi Sabang Merah Borneo DPD Berau Pesisir, Mosi tidak percaya dan kecaman keras terhadap PT Tridaya Hutan Lestari (PT THL).
Ridwan Andi Wittiri: Kurban PDI Perjuangan Sulsel Bentuk Kepedulian untuk Masyarakat
Berbagi Hewan Kurban, Wujud Kepedulian Polri untuk Masyarakat
Pelaksanaan Kurban Idul adha 1447 H di Teluk Bayur Berjalan Khidmat, Warga Antusias Gotong Royong.
Berita ini 21 kali dibaca

Komentar

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:45 WIB

Borok PPDB SMKN 13 Bandung: Anak Yatim Diperas Oknum TU Rp4 Juta, Gurita “Jalur Tembak” Capai Rp10 Juta

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:42 WIB

Sengkarut Makan Bergizi Gratis Soreang: Air Mata UMKM di Balik Ambisi ‘4.000 Kue Semalam’ dan Bayang-Bayang Politik Partai Penguasa

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:44 WIB

Diduga Abaikan SOP, Oknum Kepala SPPG Disorot: Relawan Mengeluh, Sistem Kerja Dinilai Semrawut.

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:06 WIB

Korban Angkat Bicara: “Kalau Merasa Benar, Buktikan di Pengadilan, Bukan Bermain Opini di Media

Kamis, 28 Mei 2026 - 02:12 WIB

Menakar Etika Demokrasi Dan Keadilan Pemilu Dalam Bayang Politik Kepentingan

Berita Terbaru