Mendagri Tito Dukung Pembentukan Dana Abadi Banyuwangi: Jadi Buffer Zone Keuangan Daerah

- Publisher

Jumat, 10 Oktober 2025 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 9 Oktober 2025 —
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan dukungannya terhadap rencana Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk membentuk Dana Abadi Daerah (DAD) sebagai langkah inovatif dalam memperkuat ketahanan fiskal daerah.

Dalam pertemuan bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di kompleks Widyacandra, Jakarta, pada Rabu (8/10), Tito menilai bahwa inisiatif ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam menciptakan kemandirian keuangan yang berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dana abadi daerah ini bisa menjadi buffer zone atau bantalan fiskal bagi Banyuwangi. Pemerintah daerah dapat menggunakannya untuk menstabilkan keuangan dan memperkuat pembangunan daerah secara berkelanjutan,” ujar Tito, dikutip dari Media Indonesia Times (9/10/2025).

 

Desain Dana Abadi Libatkan Aparat Hukum

BACA JUGA :  Dua Kesultanan Sambaliung Dan Gunung Tabur, Ultimatum 48 Jam. Berau Coal Tidak Memberi Jawaban.

Mendagri juga menekankan pentingnya penyusunan tata kelola dana abadi dengan melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH) seperti Kejaksaan dan Inspektorat, agar seluruh proses berjalan sesuai regulasi dan akuntabel.

Menurut Tito, koordinasi sejak awal antara pemerintah daerah dan aparat hukum akan menghindari potensi penyalahgunaan, sekaligus memastikan transparansi dalam penggunaan dana publik.

Inovasi Banyuwangi Diapresiasi

Banyuwangi dinilai menjadi salah satu daerah yang konsisten melakukan inovasi pengelolaan keuangan, meskipun memiliki keterbatasan ruang fiskal. Dukungan dari Kemendagri diharapkan memperkuat upaya Pemkab Banyuwangi dalam menjaga keberlanjutan program pembangunan berbasis ekonomi lokal.

“Kreativitas daerah seperti ini perlu diapresiasi. Bukan hanya soal kemandirian, tapi juga bagaimana dana publik bisa dikelola untuk generasi mendatang,” imbuh Tito.

BACA JUGA :  Kritik menghantam Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Rp75 miliar untuk pengadaan, Kendaraan khusus. Sementara jalan dari Rantau Pulung ke Sangatta. gang-gang di pusat kota masih kupak-kapik

 

Sumber Dana dari Aset Saham Tambang

Bupati Ipuk Fiestiandani menjelaskan, rencana pembentukan Dana Abadi Daerah Banyuwangi akan bersumber dari hasil penjualan sebagian saham milik Pemkab Banyuwangi di tambang emas Tumpang Pitu, yang dikelola oleh PT Bumi Sukses Indo (BSI).

Dari hasil penjualan saham tersebut, sebagian besar dana tidak akan digunakan langsung untuk belanja daerah, melainkan disimpan sebagai modal abadi, di mana hasil pengembangannya akan digunakan untuk mendukung program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin dana ini menjadi warisan fiskal jangka panjang bagi Banyuwangi, sehingga APBD tidak hanya bergantung pada transfer pusat,” ujar Ipuk.

BACA JUGA :  Konflik Harga TBS Memanas, KPNT Soroti Sikap APKASINDO Merangin yang Dinilai Tak Berpihak ke Petani

 

Langkah Menuju Kemandirian Daerah

Konsep Dana Abadi Daerah Banyuwangi sejalan dengan semangat reformasi fiskal nasional yang mendorong pemerintah daerah mengembangkan sumber pendapatan alternatif tanpa melanggar prinsip tata kelola keuangan publik.
Langkah Banyuwangi juga dapat menjadi model bagi daerah lain yang memiliki potensi aset strategis untuk dikembangkan menjadi instrumen pembiayaan berkelanjutan.

Fakta Utama:

Agenda: Dukungan Kemendagri atas pembentukan Dana Abadi Daerah (DAD) Banyuwangi.

Tokoh utama: Mendagri Tito Karnavian & Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Lokasi pertemuan: Kompleks Widyacandra, Jakarta, 8 Oktober 2025.

Sumber dana: Penjualan sebagian saham Pemkab Banyuwangi di tambang emas Tumpang Pitu (PT BSI).

Tujuan: Menjadi buffer zone fiskal dan sumber pembiayaan pembangunan berkelanjutan.

Penulis : Ziqro Fernando

Editor : Ziqro Fernando

Sumber Berita: Div humas kemendagri

Berita Terkait

Fahry Lamato Buka Suara Soal Isu SARA: “Jangan Ada Upaya Mengadu Domba Masyarakat Bitung”
Rumah Kaprawi Disorot Warga, Diduga Jadi Lokasi Penampungan dan Pembakaran Emas Hasil PETI
Dinamika Persaingan Media di Makassar dan Gowa Jadi Sorotan, Profesionalisme Pers Dipertanyakan
Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah
Seorang Pelajar Angkat Bicara, Pernyataan Oknum Sekda Terindikasi Kontradiktif Berpotensi Sanksi Administratif Bahkan Pidana
Kompak, Oknum Ketua Poktan Gemah Ripah Krajan dan Oknum PPL Banyuanyar Enggan Menjawab Konfirmasi Media 
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Berau. Terbitkan Surat Edaran Pelaku Usaha dan Industri Wajib Kelola Sampah Mandiri Mulai 16 Maret 2026
Tebar 45 Ekor Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas dan Kemanusiaan
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 02:13 WIB

Fahry Lamato Buka Suara Soal Isu SARA: “Jangan Ada Upaya Mengadu Domba Masyarakat Bitung”

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:42 WIB

Rumah Kaprawi Disorot Warga, Diduga Jadi Lokasi Penampungan dan Pembakaran Emas Hasil PETI

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:13 WIB

Dinamika Persaingan Media di Makassar dan Gowa Jadi Sorotan, Profesionalisme Pers Dipertanyakan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:51 WIB

Seorang Pelajar Angkat Bicara, Pernyataan Oknum Sekda Terindikasi Kontradiktif Berpotensi Sanksi Administratif Bahkan Pidana

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:46 WIB

Kompak, Oknum Ketua Poktan Gemah Ripah Krajan dan Oknum PPL Banyuanyar Enggan Menjawab Konfirmasi Media 

Berita Terbaru

Moslem Woman Silhouette in Old Vintage Brick Wall Background

Artikel

Muslimah: Let’s Say “No” to Hopelessness 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:12 WIB