SUARA UTAMA, Merangin – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan cetak sawah baru Dam Sesah, Kecamatan Tabir, kembali menjadi sorotan. Sejumlah pekerja dompeng dan warga sekitar mengungkap adanya dugaan praktik setoran uang keamanan kepada oknum tertentu agar aktivitas tambang ilegal tersebut dapat berjalan lancar tanpa gangguan razia.
Menurut pengakuan salah seorang pekerja dompeng yang identitasnya dirahasiakan, setiap mesin dompeng diwajibkan menyetor uang keamanan sebesar Rp1 juta per Set Dompeng setiap bulannya, Pembayaran disebut dilakukan secara rutin setiap awal bulan, baik melalui transfer rekening maupun penyerahan langsung.
“Setiap tanggal satu biasanya kami diminta setor uang keamanan, bisa lewat rekening atau langsung. Kalau setor, kerja aman, tidak ada razia,” ujar salah seorang pekerja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pekerja tersebut juga mengaku bahwa jika tidak melakukan setoran, maka alat dompeng mereka tidak akan mendapat perlindungan saat razia berlangsung.
“Pernah ada yang tidak setor, waktu razia mesinnya dibakar dan tidak dibela,” ungkapnya.
Selain pekerja, warga sekitar juga mempertanyakan besarnya dugaan setoran dari aktivitas PETI di kawasan Dam Sesah. Menurut seorang warga, jumlah mesin dompeng yang beroperasi di lokasi tersebut diperkirakan mencapai 40 hingga 50 unit.
“Kalau satu mesin setor satu juta dan ada sekitar 40 sampai 50 mesin, berarti bisa sampai Rp40 juta sampai Rp50 juta per bulan ke satu orang. Itu jumlah yang sangat besar,” ujar seorang warga.
Warga lainnya menilai besarnya dugaan aliran uang dari aktivitas PETI di kawasan cetak sawah baru Dam Sesah menunjukkan adanya pihak yang diduga membekingi operasi tambang ilegal tersebut.
“Kalau benar satu juta per mesin dan jumlah mesinnya puluhan, tentu uang yang masuk luar biasa besar. Wajar masyarakat curiga ada yang mengamankan,” kata warga lainnya.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera menindaklanjuti dugaan praktik setoran tersebut serta menertibkan aktivitas PETI di wilayah Dam Sesah yang dinilai semakin terbuka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan pungutan keamanan dalam aktivitas PETI di kawasan cetak sawah baru Dam Sesah. Warga meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait melakukan penyelidikan agar tidak muncul kesan adanya pembiaran terhadap aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut.
Penulis : Ady Lubis
Sumber Berita: Wartawan Suara Utama











