TPA Langling Kian Memprihatinkan, Tumpukan Sampah Diduga Tak Terkelola, Akses Warga ke Kebun Lumpuh

- Publisher

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUARA UTAMA,Merangin– Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Langling, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, kini menjadi sorotan serius masyarakat. Tumpukan sampah yang menggunung diduga semakin tidak terkendali dan menimbulkan berbagai persoalan baru bagi warga yang bermukim di sekitar lokasi.

Setiap hari, truk pengangkut sampah dari berbagai titik di wilayah Kota Bangko dan sekitarnya terus berdatangan membuang muatan ke TPA Langling. Namun, berdasarkan pantauan di lapangan dan keluhan masyarakat, volume sampah yang terus bertambah diduga belum diimbangi dengan sistem pengelolaan yang optimal sehingga sampah terus menggunung dan meluas hingga ke badan jalan.

Akibatnya, akses utama masyarakat menuju lahan perkebunan kelapa sawit kini nyaris lumpuh. Jalan yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas ekonomi warga dipenuhi tumpukan sampah, diperparah dengan genangan air yang muncul saat hujan sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat kesulitan melintas. Bahkan, tidak sedikit warga yang terpaksa memutar arah karena jalan sudah tidak bisa dilewati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, kondisi tersebut disebut bukan lagi persoalan baru. Warga mengaku telah bertahun-tahun hidup berdampingan dengan aroma busuk dan serbuan lalat dari TPA. Namun kini, persoalan itu dinilai telah mencapai titik paling memprihatinkan karena tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menghambat mata pencaharian masyarakat.

BACA JUGA :  Berkumpul tokoh sentral adat, PYM Datu Amir MA (Sultan Sambaliung), PYM Adji Raden M. Bahkrun (Sultan Gunung Tabur), serta H. Datu Dissan Hasanudin Maulana (Sultan Bulungan)

“Kalau dulu kami masih bisa bersabar menghadapi bau dan lalat, sekarang jalan menuju kebun sudah tertutup sampah. Kami mau mengangkut hasil panen sawit saja tidak bisa. Kendaraan tidak dapat lewat karena sampah sudah memenuhi jalan ditambah genangan air. Kami benar-benar merasa dirugikan,” ujar salah seorang warga.

Warga menilai kondisi tersebut mencerminkan belum maksimalnya pengelolaan TPA. Mereka mempertanyakan mengapa sampah terus berdatangan setiap hari, tetapi penanganannya seolah tidak mampu mengimbangi volume yang masuk sehingga tumpukan semakin tinggi dan meluas.

Kritik pun diarahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Merangin. Menurut warga, persoalan di TPA Langling sudah berulang kali disampaikan kepada pemerintah daerah. Bahkan, media ini juga telah beberapa kali meminta konfirmasi kepada pihak DLH terkait kondisi tersebut. Namun, jawaban yang disampaikan masih sebatas akan menginstruksikan jajaran di lapangan untuk melakukan pembenahan.

Sayangnya, hingga saat ini masyarakat mengaku belum melihat perubahan yang signifikan. Bahkan, mereka menilai kondisi TPA justru semakin memburuk dari waktu ke waktu.

“Jangan hanya selesai di atas kertas atau sebatas memberikan instruksi. Kami yang setiap hari merasakan dampaknya. Sampah terus bertambah, jalan makin tertutup, genangan air makin parah. Kalau memang sudah mengetahui persoalannya, mana tindakan nyatanya?” keluh warga.

BACA JUGA :  Polres Bitung Perkuat Soliditas Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Tekankan Pengabdian untuk Masyarakat

Tidak hanya menghambat aktivitas perkebunan, tumpukan sampah yang meluber ke badan jalan juga menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan. Aroma menyengat, meningkatnya populasi lalat, hingga genangan air yang diduga dipengaruhi saluran yang terganggu menjadi keluhan yang terus dirasakan masyarakat sekitar.

Warga berharap Dinas Lingkungan Hidup tidak hanya fokus pada proses pengangkutan sampah dari dalam kota, tetapi juga memastikan pengelolaan di lokasi pembuangan akhir berjalan secara baik dan berkelanjutan.

Menurut mereka, apabila sistem pengelolaan dilakukan secara profesional, sebagian sampah yang masih memiliki nilai guna seharusnya dapat diolah menjadi kompos atau produk lain yang bermanfaat sehingga volume sampah yang ditimbun dapat berkurang. Dengan pengelolaan yang lebih baik, TPA tidak hanya menjadi tempat menumpuk sampah, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah serta mengurangi pencemaran lingkungan.

“Kami bukan menolak keberadaan TPA. Yang kami minta adalah pengelolaannya diperbaiki. Jangan semua sampah hanya ditumpuk begitu saja sampai menggunung. Kalau memang bisa diolah menjadi kompos atau bentuk pengelolaan lainnya, kenapa tidak dilakukan? Setidaknya volume sampah bisa berkurang dan lingkungan tidak semakin rusak,” ungkap warga.

BACA JUGA :  Dugaan Intimidasi Wartawan, Kades Masoso Disorot

Masyarakat juga berharap Bupati Merangin, H. M. Syukur, SH, MH, dapat turun langsung meninjau kondisi TPA Langling agar mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi warga setiap hari.

“Pak Bupati kami harap bisa melihat sendiri kondisi di lapangan. Jangan hanya menerima laporan. Datanglah ke sini agar tahu bagaimana sulitnya masyarakat mencari nafkah ketika jalan menuju kebun sudah tertutup sampah. Kami yakin kalau melihat langsung, tentu akan ada langkah nyata yang bisa segera diambil,” harap warga.

Warga meminta Pemerintah Kabupaten Merangin segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan TPA Langling, mulai dari penataan tumpukan sampah, pengoperasian alat berat, normalisasi akses jalan masyarakat, hingga penerapan sistem pengolahan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Masyarakat menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya tentang kebersihan, melainkan menyangkut pelayanan publik, kesehatan lingkungan, dan keberlangsungan ekonomi warga. Mereka berharap pemerintah tidak menunggu persoalan ini semakin besar sebelum mengambil tindakan nyata demi mengembalikan fungsi TPA sebagaimana mestinya, yakni menjadi solusi pengelolaan sampah, bukan justru melahirkan persoalan baru bagi masyarakat.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Satu Unit HD Diduga Terbalik di Area Operasional PT PSG, Proses Investigasi Masih Berlangsung
Deklarasi Balla Menggema, Masyarakat Adat Sulselbar Desak Negara Hentikan Perampasan Wilayah Adat
Ahmad Fahmi Kecam Keras Provokasi Kades Renah Alai yang Picu Pengeroyokan Wartawan
Polisi Bergerak Cepat, Terduga Pelaku Penikaman di Kafe Sambaliung Ditangkap Kurang dari 1×24 Jam
Pusat Publikasi Media Hadirkan Jasa Publikasi Berita Profesional
Jejak Teduh Indonesia Luncurkan Project Planet Proklim di Majene, Perempuan Jadi Garda Terdepan Aksi Iklim dan Ketahanan Pangan
Jalan Poros Gurimbang–Sukan Rusak Bertahun-tahun, Kepala Kampung: Warga Terus Jadi Korban Janji Perbaikan
MoU DJKI-Rospatent Jadi Gerbang Baru Ekspansi Inovasi Indonesia ke Pasar Rusia
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:22 WIB

TPA Langling Kian Memprihatinkan, Tumpukan Sampah Diduga Tak Terkelola, Akses Warga ke Kebun Lumpuh

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:59 WIB

Satu Unit HD Diduga Terbalik di Area Operasional PT PSG, Proses Investigasi Masih Berlangsung

Senin, 13 Juli 2026 - 20:18 WIB

Ahmad Fahmi Kecam Keras Provokasi Kades Renah Alai yang Picu Pengeroyokan Wartawan

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:34 WIB

Polisi Bergerak Cepat, Terduga Pelaku Penikaman di Kafe Sambaliung Ditangkap Kurang dari 1×24 Jam

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:30 WIB

Pusat Publikasi Media Hadirkan Jasa Publikasi Berita Profesional

Berita Terbaru