Jejak Teduh Indonesia Luncurkan Project Planet Proklim di Majene, Perempuan Jadi Garda Terdepan Aksi Iklim dan Ketahanan Pangan

- Publisher

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

SUARA UTAMA, Majene – Yayasan Jejak Teduh Indonesia resmi meluncurkan Project Planet Proklim melalui kegiatan bertajuk “Kebun Dapur dan Pembiasaan Pengelolaan Sampah bagi Ibu Rumah Tangga” di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Minggu (5/7/2026). Program ini menjadi tonggak awal penguatan aksi iklim berbasis masyarakat yang responsif gender dengan mengedepankan pengembangan kebun dapur dan pengelolaan sampah rumah tangga secara berkelanjutan.

Peluncuran program dihadiri sebanyak 53 peserta yang terdiri atas ibu-ibu penerima manfaat, pemerintah mulai dari tingkat lingkungan, desa, kecamatan hingga kabupaten, serta Tim Yayasan Jejak Teduh Indonesia. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.

Project Planet Proklim merupakan hasil kolaborasi Yayasan Jejak Teduh Indonesia bersama Plan Indonesia dengan dukungan IKI Small Grants. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas, komitmen, dan partisipasi perempuan dalam menghadapi dampak perubahan iklim melalui pemanfaatan lahan pekarangan, pengelolaan sampah rumah tangga menjadi kompos dan media tanam, serta pemanfaatan barang bekas seperti botol plastik dan ban bekas sebagai wadah tanaman yang bernilai guna.

Ketua Project Planet Proklim, Ahmad Yusuf, menjelaskaJejak Teduh Indonesia Luncurkan Project Planet Proklim di Majene, Perempuan Jadi Garda Terdepan Aksi Iklim dan Ketahanan Pangann bahwa pendampingan kepada kelompok ibu rumah tangga telah dimulai sejak April 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga November mendatang. Selama hampir dua bulan terakhir, masyarakat bersama Tim Jejak Teduh Indonesia bergotong royong membangun kebun kelompok secara partisipatif, mulai dari membersihkan lahan, menyiapkan media tanam organik, menyusun mall nutrisi tanah, hingga memanfaatkan botol plastik sebagai media tanam.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil Focus Group Discussion (FGD) dan pertemuan awal bersama masyarakat.

“Melalui Project Planet Proklim, kami ingin menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga. Pengelolaan sampah dan kebun dapur diharapkan menjadi kebiasaan baru yang terus berlanjut dengan dukungan pemerintah dan masyarakat,” ujar Ahmad Yusuf.

Peluncuran program tidak hanya menjadi seremoni pembukaan, tetapi juga dirangkaikan dengan pengenalan kebun dapur yang telah dibangun bersama masyarakat serta pelatihan pengelolaan sampah organik sebagai bagian dari pengembangan kebun ke depan. Seluruh desain kegiatan mengedepankan prinsip pengurangan sampah dan pemanfaatan kembali limbah rumah tangga.

BACA JUGA :  AKAMSI Gelar unjuk rasa di Kantor Kementerian ATR/BPN: Usut tuntas pembongkaran Pura Sambiyangan dan Pura Ketapang Kembar

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh pengetahuan mengenai teknik pemilahan sampah rumah tangga, pembuatan kompos, hingga pemanfaatan kompos sebagai pupuk organik untuk tanaman pangan keluarga.

Narasumber kegiatan, Muhammad Hidayat, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah organik memberikan manfaat ganda, yakni mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.

“Sampah organik dari dapur dipilah dan diolah menjadi kompos. Selanjutnya dapat terus dikelola bersama Jejak Teduh dan dikembalikan kepada ibu-ibu untuk dimanfaatkan pada kebun dapur. Langkah sederhana ini mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, produktif, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Pemerintah Kecamatan Malunda. Sekretaris Camat Malunda, Yusriah Ibrahim, mengapresiasi keterlibatan generasi muda yang mampu menghadirkan solusi nyata melalui pengelolaan sampah dan penguatan ketahanan pangan keluarga.

“Kami mengapresiasi Jejak Teduh yang menghadirkan program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Semoga kegiatan ini terus berkembang dan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam membangun ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan,” ungkap Yusriah.

Senada dengan itu, Anggota DPRD Kabupaten Majene, Yudi Sudirman, menilai sinergi antara komunitas, pemerintah, dan kelompok perempuan merupakan langkah strategis yang perlu terus diperkuat sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.

BACA JUGA :  Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Kalapas Bangko Syaikoni Sambangi Kejari Merangin

Melalui Project Planet Proklim, perempuan ditempatkan sebagai aktor utama dalam mendorong aksi iklim di tingkat keluarga. Pembiasaan pengelolaan sampah, pengembangan kebun dapur, serta kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Berawal dari satu dusun di Kecamatan Malunda dengan keterlibatan aktif masyarakat setempat, Yayasan Jejak Teduh Indonesia berharap Project Planet Proklim dapat menjadi model inspiratif bagi dusun maupun desa lainnya di Kabupaten Majene untuk mengembangkan gerakan serupa secara mandiri, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Program ini menjadi bukti bahwa aksi nyata melawan perubahan iklim tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Perubahan dapat lahir dari kebiasaan sederhana di rumah tangga, yang jika dilakukan secara bersama-sama akan membawa dampak besar bagi ketahanan pangan, kelestarian lingkungan, dan masa depan masyarakat.

Penulis : Tim Media JT

Editor : Hamsir

Sumber Berita: Suara Utama

Berita Terkait

Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media
PP Barokatul Hasan Desa Tegalwatu Peringati HSN 2026, Payung Hias Mempunyai Filosofi dan Makna Yang Mendalam 
Irigasi Diduga Mengalir di Area Pabrik PT Sasa Inti, Dugaan Juga Tertuju Pada Pemasangan dan Pengoperasian Turbin Gas Bumi
Muktamar XI Al-Khairiyah di Cilegon Berjalan Lancar, Ini Harapan Al-Khairiyah Tanggamus
Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026
Dukung UMKM Naik Kelas, Sekjen DPP APPSI Kunjungi Zona BakuBae Kota Bitung
RSUD Waluyo Jati Gandeng Universitas Airlangga, Perkuat Layanan Kesehatan Unggulan dan Pendidikan Kedokteran
Andre Hariyanto Lulus UKW Dewan Pers, Perkuat Kompetensi sebagai Wartawan Profesional
Berita ini 121 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:46 WIB

PP Barokatul Hasan Desa Tegalwatu Peringati HSN 2026, Payung Hias Mempunyai Filosofi dan Makna Yang Mendalam 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Irigasi Diduga Mengalir di Area Pabrik PT Sasa Inti, Dugaan Juga Tertuju Pada Pemasangan dan Pengoperasian Turbin Gas Bumi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Muktamar XI Al-Khairiyah di Cilegon Berjalan Lancar, Ini Harapan Al-Khairiyah Tanggamus

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026

Berita Terbaru

Berita Utama

Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 10:19 WIB

Chat via WhatsApp