Saling Lempar Alibi Masalah Sampah Menahun 4 Truk di Sangkanhurip

Warga Mengeluh, Ketua RT Sri (Lestari) Salahkan Ketertiban Iuran

- Publisher

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. Wartawan Suara Utama

Dok. Wartawan Suara Utama

SUARA UTAMA, KABUPATEN BANDUNG – Masalah penumpukan sampah yang telah menahun di lingkungan RT 03/RW 04, DesaSangkanhurip, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, kini memasuki babak baru. Upaya konfirmasi dan investigasi yang dilakukan oleh tim redaksi Media Nasional Suara Utama Biro Kabupaten Bandung justru membuka tabir saling lempar alibi antara pengurus lingkungan dengan keluhan riil masyarakat di lapangan.

Berdasarkan investigasi fisik dan wawancara mendalam dengan warga setempat pada 11 Juli 2026 lalu, ditemukan fakta mencengangkan bahwa gunungan sampah di area tersebut telah mencapai volume masif—diperkirakan setara dengan 4 truk penuh jika diangkut. Selain menimbulkan bau menyengat yang menusuk hidung, tumpukan sampah di atas lahan yang diklaim milik Ketua RT setempat (Ibu Sri) tersebut telah memicu keresahan massal terkait ancaman wabah penyakit dan sebaran belatung ke pemukiman.

Dok. Wartawan Suara Utama

Masyarakat mempertanyakan alokasi transparansi iuran sampah senilai Rp20.000,- per bulan per Kepala Keluarga (KK) yang rutin ditarik oleh petugas RT. Pasalnya, meski iuran berjalan, sampah dibiarkan terlantar menggunung hingga warga merasa keberatan untuk melakukan regenerasi kepengurusan RT akibat beban psikologis limbah tersebut.

Ketua RW Klaim Dana Angkutan Sudah Siap

Menindaklanjuti ketegangan ini, Kepala Biro Suara Utama Kabupaten Bandung, Rochama Sidiq, S.Ars., sempat melayangkan Surat Konfirmasi resmi bernomor 133/01/SU-BDG/VII/2026 kepada Kepala Desa Sangkanhurip.

Perkembangan terbaru pada Rabu malam (15/07/2026) sekitar pukul 19.00 WIB, tim redaksi melakukan penelusuran kepada Ketua RW 04, Bapak Aep. Dalam pesan singkat via aplikasi WhatsApp, Bapak Aep mengonfirmasi bahwa surat keluhan dari redaksi telah diteruskan kepada pihak RT.

Bapak Aep juga memberikan angin segar dengan mengklaim bahwa pihak lingkungan telah mengamankan sejumlah dana. “Terkait masalah sampah ini sudah menyimpan uang dan sudah akan diangkut,” tutur Aep dalam pesan tertulisnya.

Ketua RT Sri (Lestari) Naik Pitam dan Tuding Warga Tidak Tertib

BACA JUGA :  Modus Penyewaan Sepeda Motor Berujung Pencurian di Bandung Terbongkar, Polisi Temukan Gudang Penadah di Sumedang

Namun, penelusuran berbanding terbalik saat redaksi menghubungi Ketua RT 03, Ibu Sri—yang kontaknya diidentifikasi otomatis dalam sistem database sebagai ‘Lestari’. Saat dikonfirmasi via telepon, Ibu Sri sempat naik pitam dan memprotes hal teknis mengenai tidak adanya kop luar pada amplop surat konfirmasi yang dikirimkan ke kantor desa, meskipun isi surat di dalamnya menggunakan kop resmi.

Karena situasi kebisingan di lokasi Ketua RT, klarifikasi dilanjutkan melalui pesan tertulis WhatsApp. Dalam penuturannya, Ibu Sri (Lestari) membantah tuduhan warga yang menyebut dirinya sengaja membiarkan sampah telantar bertahun-tahun. Ia mengaku bahwa dari sisinya pun ingin agar sampah tersebut segera dievakuasi dari lingkungannya.

Anehnya, Ibu Sri justru membalikkan keadaan dengan menuding warga setempat yang menjadi penyebab keterlambatan pengangkutan. Ia berdalih bahwa proses pengangkutan terhambat akibat pembayaran iuran dari warga yang dinilai tidak tertib dan sering terlambat.

Ketika dikonfirmasi lebih jauh oleh wartawan Suara Utama mengenai legalitas armada pengangkut yang sedang ia tunggu—apakah berasal dari pihak swasta komersial atau fasilitas resmi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung—Ibu Sri (Lestari) memilih bungkam dan tidak memberikan jawaban apa pun hingga berita ini naik cetak.

BACA JUGA :  Sikap Ksatria SMK Swasta di Kabupaten Bandung Rayakan Arahan Gubernur KDM: Bagikan Ijazah hingga Antar ke Rumah, Meski Hak Dana Pemerintah Masih Tertahan

Kades Sangkanhurip Bungkam, DLH Diminta Turun Tangan

Hingga tenggat waktu berakhir, Kepala Desa Sangkanhurip, H.M. Aan Tirta Gandana, S.Sos., S.H., sama sekali tidak memberikan klarifikasi resmi atau respons tertulis atas hak jawab yang diberikan pers. Sikap pasif pemerintah desa ini sangat disayangkan warga yang mendambakan eksekusi nyata, bukan sekadar imbalan imbauan tanpa tindakan.

Redaksi Suara Utama akan mengirimkan tembusan perkara ini kepada Camat Katapang serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung agar segera mengambil tindakan diskresi intervensi langsung untuk membersihkan lahan makro sampah tersebut demi keselamatan lingkungan hidup dan kesehatan warga Sangkanhurip.

(Tim Redaksi/Kabiro Kab. Bandung)

 

Penulis : Rochama Sidiq

Editor : Rochama Sidiq

Sumber Berita: Jurnalis Suara Utama

Berita Terkait

Dinkes Dogiyai Gelar Pelatihan Pengelola Imunisasi
Bupati Yudas Tebai Turun Langsung ke RSUD Dogiyai, Dengarkan Keluhan Nakes
Bupati Kampar Apresiasi Aksi Donor Darah dalam Rangkaian HUT RI ke-81 di Kuok, Solidaritas Sesama Anak Bangsa
Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga
Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Meninggal, Persatuan Kelana Alam Indonesia Ingatkan Pentingnya Keselamatan
Tempat Pembuangan Akhir Butuh Bantuan Pihak Ketiga
Tekan Kasus ATM, Pemkot Pangkalpinang dan Adinkes Perkuat Program RSSH
Terkasan Sangat Terburu-buru Izinpun Belakangan Rumah Sakit Umum Daerah, Tanjung. Karna Prioritas..
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 08:09 WIB

Dinkes Dogiyai Gelar Pelatihan Pengelola Imunisasi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:41 WIB

Bupati Yudas Tebai Turun Langsung ke RSUD Dogiyai, Dengarkan Keluhan Nakes

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Bupati Kampar Apresiasi Aksi Donor Darah dalam Rangkaian HUT RI ke-81 di Kuok, Solidaritas Sesama Anak Bangsa

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:17 WIB

Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:21 WIB

Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Meninggal, Persatuan Kelana Alam Indonesia Ingatkan Pentingnya Keselamatan

Berita Terbaru

FOTO: Andre Hariyanto, Pembina Yayasan Suara Utama Indonesia dan Ketua Bidang Pendidikan Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (Dok. Internal)

Artikel

Jangan Sekadar Menjadi Anggota, Mari Menjadi Pelaku Sejarah

Sabtu, 12 Sep 2026 - 21:11 WIB

https://mancingjitu.com/