Berkumpul tokoh sentral adat, PYM Datu Amir MA (Sultan Sambaliung), PYM Adji Raden M. Bahkrun (Sultan Gunung Tabur), serta H. Datu Dissan Hasanudin Maulana (Sultan Bulungan)

Selasa, 23 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, BERAU. – Bertepat diBulungan, 22 Juni 2026 – Sebuah pertemuan sakral yang mempererat tali silaturahmi sekaligus menjadi momentum penting dalam menjaga kedaulatan serta kelestarian wilayah adat kembali digelar di Kabupaten Bulungan. Bertempat di kediaman Ketua Lembaga Adat Bulungan, Medeng, di Desa Baratan, Tanjung Palas, para pemangku adat dan pimpinan kesultanan dari wilayah Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur berkumpul untuk membahas masa depan tanah ulayat, Minggu (21/6/2026).

 

Pertemuan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh sentral adat, di antaranya PYM Datu Amir MA (Sultan Sambaliung), PYM Adji Raden M. Bahkrun (Sultan Gunung Tabur), serta H. Datu Dissan Hasanudin Maulana (Sultan Bulungan). Turut hadir pula tokoh adat terkemuka lainnya seperti Datu Muhammad dan Datu Masra dari Malinau, serta perwakilan ketua adat di wilayah Bulungan dan sejumlah organisasi kemasyarakatan.

BACA JUGA :  Tidak ada titik terang Banuanta konsisten, akan membawa sampai ke provinsi atau pusat. PT PAMA tidak menunjukkan data tentang rekrutmen.

 

Agenda utama pertemuan ini adalah menindaklanjuti kesepakatan yang telah dicapai dalam pertemuan sebelumnya pada 8 Maret 2026, khususnya terkait rencana pembukaan Kebun Sub Suku Adat yang membentang di wilayah perbatasan Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Berau.

 

Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin kesultanan menekankan pentingnya persatuan adat dalam mengelola sumber daya dan hak-hak kesukuan.

 

PYM Datu Amir MA, Sultan Sambaliung, menegaskan bahwa sinergi ini adalah upaya nyata untuk menjaga marwah adat yang telah diwariskan leluhur.

 

“Pertemuan ini bukan sekedar silaturahmi, melainkan langkah strategis kita untuk memastikan bahwa setiap jengkal tanah yang menjadi hak sub-suku adat dikelola dengan bijak. Kebun Sub Suku Adat yang kita rencanakan adalah wujud nyata pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada kearifan lokal. Kita harus memastikan harmoni antara Bulungan dan Berau tetap terjaga demi kesejahteraan anak cucu kita di masa depan,” ujar Sultan Sambaliung.

BACA JUGA :  Pelaksanaan Kurban Idul adha 1447 H di Teluk Bayur Berjalan Khidmat, Warga Antusias Gotong Royong.

 

Senada dengan hal tersebut, PYM Adji Raden M. Bahkrun, Sultan Gunung Tabur, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas wilayah untuk memperkuat posisi masyarakat adat.

 

“Kita berdiri di atas tanah yang sama-sama memiliki sejarah panjang. Kerja sama antara Sultan Berau dan Lembaga Adat Bulungan ini adalah fondasi yang sangat penting. Dengan adanya kejelasan mengenai wilayah kebun sub-suku adat di perbatasan, kita tidak hanya mengamankan hak ekonomi masyarakat, tetapi juga mempererat ikatan kekeluargaan yang selama ini telah terjalin erat antara Bulungan, Sambaliung, dan Gunung Tabur,” ungkap Sultan Gunung Tabur.

 

Menuju Pengelolaan yang Terpadu, Sultan Bulungan, Datu Dissan Hasanuddin Maulana, menyampaikan bahwa undangan pertemuan ini bertujuan untuk melakukan langkah konkret pasca diskusi 8 Maret 2026.

BACA JUGA :  Warkop Anggota DPR RI di Pettarani Tak Aman, Helm Wartawan Hilang Digondol Maling

 

Fokus utama adalah melakukan pemetaan dan sinkronisasi kebijakan terkait pengelolaan Kebun Sub Suku Adat di wilayah perbatasan Bulungan-Berau.

 

“Tujuan kita adalah menciptakan pola pengelolaan yang adil, berkelanjutan, dan menghormati hak-hak tradisional. Selain membahas kebun, pertemuan ini juga menjadi forum untuk menuntaskan berbagai hal lain yang dianggap mendesak demi menjaga kondusivitas dan kedaulatan wilayah adat kita,” jelas Sultan Bulungan.

 

Pertemuan berlangsung dalam suasana khidmat yang mencerminkan semangat persaudaraan yang tinggi antara pemimpin adat.

 

Seluruh pihak yang hadir berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi intensif agar setiap poin yang telah dibahas dapat segera terealisasi demi kemaslahatan masyarakat luas di Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Berau.

Penulis : Rudi Salam

Sumber Berita: Wartawan Suara utama

Berita Terkait

Transformasi IAI TABAH Lamongan Resmi menjadi Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan
Presiden DPP Aliansi Alam Bersatu Jaya Minta Polisi Usut Tuntas Kebakaran Kantor Organisasi
Wamenlu: Tugas Jurnalis Mengantar Publik dari Pendangkalan Menuju Pendalaman
GEGER PEMBEBASAN TERDUGA PENGEDAR NARKOBA MUARA SINGOAN, WARGA DESAK AUDIT INVESTIGASI
DJKI Sesuaikan Tarif Pendaftaran Merek Mulai 1 Agustus, UMK Tetap Nikmati Tarif Khusus Rp500 Ribu
TPA Langling Kian Memprihatinkan, Tumpukan Sampah Diduga Tak Terkelola, Akses Warga ke Kebun Lumpuh
Diduga Milik Cuncun, Aktivitas PETI dan Galian C di Kecamatan Tabir Kembali Jadi Sorotan
Bapelkum Bitung Pastikan Pelatihan Berdampak Nyata, Evaluasi Kompetensi ASN di Kanwil Kemenkum Sulsel

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:35

Transformasi IAI TABAH Lamongan Resmi menjadi Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:29

Presiden DPP Aliansi Alam Bersatu Jaya Minta Polisi Usut Tuntas Kebakaran Kantor Organisasi

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:36

Wamenlu: Tugas Jurnalis Mengantar Publik dari Pendangkalan Menuju Pendalaman

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:56

GEGER PEMBEBASAN TERDUGA PENGEDAR NARKOBA MUARA SINGOAN, WARGA DESAK AUDIT INVESTIGASI

Jumat, 17 Juli 2026 - 03:47

DJKI Sesuaikan Tarif Pendaftaran Merek Mulai 1 Agustus, UMK Tetap Nikmati Tarif Khusus Rp500 Ribu

Berita Terbaru