Sejumlah Sapi Milik Desa Selango Diduga Raib dan Disalahkelola, Warga Minta Aparat Turun Tangan

- Publisher

Sabtu, 22 November 2025 - 20:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Warga Desa Selango, Kecamatan Pamenang Selatan, Kabupaten Merangin, kembali mempertanyakan kejelasan pengelolaan sekitar 10 ekor sapi bantuan desa yang diduga tidak transparan. Bantuan yang disebut bersumber dari dana provinsi tersebut sejatinya diperuntukkan untuk dikelola oleh masyarakat, namun laporan warga mengungkapkan bahwa sapi-sapi itu justru berada di bawah kendali beberapa perangkat desa.

Seorang warga setempat menuturkan bahwa sejak awal bantuan turun, sapi-sapi itu tidak pernah dikelola oleh masyarakat sebagaimana yang direncanakan.

“Kalau sumber bantuannya saya kurang paham, kalau tidak salah dari provinsi. Tapi yang jelas, harusnya masyarakat yang mengelola. Kenyataannya justru perangkat desa yang kuasai sapi itu. Jumlahnya sekitar 10 atau 11 ekor,” ungkap warga tersebut.

Warga itu menjelaskan bahwa kandang sapi pertama kali dibuat di belakang rumah Kepala Desa Anhar. Namun setelah dianggap tidak sanggup mengurus satu per satu, sapi-sapi tersebut dipindahkan ke Kadus 02 bernama Anang, lalu seluruhnya dibawa ke ladang untuk dipelihara di sana.

Setelah sekitar 3–4 bulan, beberapa sapi dilaporkan mengalami sakit dan mati. Bahkan ada sapi yang sakit langsung disembelih, dan dagingnya disebut dikonsumsi perangkat desa.

“Dagingnya perangkat desa yang makan. Ada yang dijual juga. Masyarakat hanya kebagian sedikit, itu pun janda-janda tua dikasih 4 ons setengah. Mertua saya juga dapat waktu itu,” jelasnya.

BACA JUGA :  Undangan Sudah Beredar, Musdalub APKASINDO Merangin Terancam Batal Digelar

Warga menambahkan bahwa baru-baru ini satu ekor sapi kembali mati dan langsung dibantai, lalu hasilnya kembali dinikmati para perangkat desa. Polanya sama: ada sedikit jatah 4 ons setengah untuk janda-janda tua di desa.

Kini, menurut informasi warga, jumlah sapi yang tersisa tinggal sekitar 6 ekor, karena dua mati dan dua dibantai.

Warga juga menyebut adanya dugaan penjualan daging seharga Rp120.000, yang pengelolaannya disebut dilakukan oleh Kadus 01 Effendi, sementara pengelolaan sapi keseluruhan berada di tangan Anang, Kadus 02.

Warga mendesak perangkat desa untuk menyampaikan penjelasan terbuka mengenai pengelolaan bantuan sapi tersebut. Mereka juga meminta aparat penegak hukum mengkroscek anggaran pembelian sapi dan memastikan tidak ada penyalahgunaan ataupun markup dana.

BACA JUGA :  Oknum Kades Wahidin Diduga Terlibat Aktivitas PETI di Renah Pembarap, Aparat Penegak Hukum Diminta Bertindak

Warga menegaskan bahwa jika pihak desa menganggap informasi yang beredar tidak benar, maka aparat penegak hukum perlu segera turun untuk melakukan pemeriksaan terkait bantuan sapi tersebut.

“Kalau memang dianggap tidak benar, justru aparat penegak hukum yang harus turun memeriksa. Supaya jelas status sapi itu, jumlahnya, siapa yang mengelola, dan bagaimana penggunaan anggarannya,” tegas warga.

Kasus ini kini menjadi sorotan warga Desa Selango, yang mendesak adanya transparansi dan tindakan tegas dari pihak berwenang.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Dorong Ekraf dan UMKM, Pemkot Pangkalpinang Gelar Festival Gema Ekraf II 2026
Hampir Rp6 Miliar Digelontorkan, Depo Arsip Berau Masih Jadi Struktur Beton: PUPR dan Kontraktor Wajib Buka-bukaan‎
Kalapas Bangko Ajak WBP Jaga Kamtib dan Manfaatkan Masa Pembinaan
Guyup Rukun, Warga Tempel Sukoharjo Sukses Gelar Rangkaian HUT RI ke-81
Lapas Bangko Perkuat Layanan Kesehatan, Pastikan Hak Dasar Warga Binaan Terpenuhi
Dugaan Illegal Logging di Pulau Bayur Bergulir: Ada Upaya Hentikan Pemberitaan, LSM Siapkan Laporan
Warga Resah, Aktivitas PETI Dompeng di Tanjung Lamin Disebut Makin Mendekati Permukiman
Pisah Sambut Kalapas Bangko, Heri Tinggalkan Kesan, Syaikoni Bawa Harapan Baru
Berita ini 138 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Dorong Ekraf dan UMKM, Pemkot Pangkalpinang Gelar Festival Gema Ekraf II 2026

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Hampir Rp6 Miliar Digelontorkan, Depo Arsip Berau Masih Jadi Struktur Beton: PUPR dan Kontraktor Wajib Buka-bukaan‎

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Kalapas Bangko Ajak WBP Jaga Kamtib dan Manfaatkan Masa Pembinaan

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Guyup Rukun, Warga Tempel Sukoharjo Sukses Gelar Rangkaian HUT RI ke-81

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:06 WIB

Lapas Bangko Perkuat Layanan Kesehatan, Pastikan Hak Dasar Warga Binaan Terpenuhi

Berita Terbaru

Oplus_131072

Berita Utama

Kalapas Bangko Ajak WBP Jaga Kamtib dan Manfaatkan Masa Pembinaan

Senin, 24 Agu 2026 - 15:39 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/