SUARA UTAMA, Merangin – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bangko kembali menunjukkan komitmennya dalam menerapkan sistem pemasyarakatan yang humanis dengan memfasilitasi pelaksanaan akad nikah bagi salah satu Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di mushola lapas setempat.
Prosesi pernikahan berlangsung khidmat dan penuh haru. Seorang WBP bernama Muhammad Rabbani resmi menikahi Asi Suci Rahayu melalui ijab kabul yang dipandu oleh petugas Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bangko. Acara tersebut turut disaksikan oleh perwakilan KUA, saksi, serta jajaran petugas lapas.
Pelaksanaan akad nikah ini merupakan bagian dari pemenuhan hak warga binaan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan kepribadian yang menitikberatkan pada nilai moral, spiritual, serta tanggung jawab sosial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pengawalan WBP dari kamar hunian menuju mushola lapas. Prosesi akad nikah kemudian dilaksanakan dengan tertib dan lancar. Kehadiran keluarga dari pihak mempelai perempuan turut menambah suasana haru dan kebahagiaan di tengah keterbatasan.
Usai prosesi, kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar pernikahan tersebut menjadi awal kehidupan yang lebih baik, penuh keberkahan, serta mendorong WBP untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Kelas IIB Bangko, Heri, menyampaikan bahwa fasilitasi pernikahan ini merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan yang mengedepankan pendekatan kemanusiaan.
“Pernikahan ini merupakan salah satu bentuk pemenuhan hak warga binaan. Kami ingin memastikan bahwa mereka tetap memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, termasuk membangun kehidupan keluarga yang sah dan bertanggung jawab,” ujar Heri.
Ia menambahkan, pihaknya terus berupaya menghadirkan layanan pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pembinaan moral dan sosial.
“Kami berharap momentum ini dapat menjadi titik balik bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan,” tambahnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Bangko berharap dapat terus menghadirkan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penulis : Ady Lubis
Sumber Berita: Wartawan Suara Utama











