Kappung (Dusun) Coci Bangkit Lewat Semangat Jumat Bersih

- Publisher

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suara Utama, Majene – Semangat gotong royong terus terjaga di pelosok pedesaan. Kapala Kappung Coci, Arham, kembali memimpin kegiatan Jumat Bersih yang dilaksanakan pada Jumat, 5 Juni 2026, di Kappung Coci, Desa Banua Adolang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat tersebut difokuskan pada perbaikan selokan serta jalan Kappung yang selama ini menjadi akses utama masyarakat menuju pasar, fasilitas pendidikan, dan berbagai kebutuhan sehari-hari. Warga tampak antusias bergotong royong bersama Kapala kappung untuk memperbaiki sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Arham, kondisi jalan di Kappung Coci masih sangat memprihatinkan. Selain menjadi jalur utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok di pasar, jalan tersebut juga merupakan akses penting bagi warga yang membutuhkan layanan kesehatan darurat.

BACA JUGA :  Jejak Teduh Indonesia Luncurkan Project Planet Proklim di Majene, Perempuan Jadi Garda Terdepan Aksi Iklim dan Ketahanan Pangan

“Perbaikan jalan ini terus kami lakukan secara swadaya bersama masyarakat. Kondisinya memang masih sangat membutuhkan perhatian. Ketika ada warga yang sakit dan harus dibawa ke rumah sakit, akses yang sulit menjadi tantangan besar bagi kami,” ungkap Arham di sela-sela kegiatan.

Ia menjelaskan bahwa saat musim hujan tiba, jalan menjadi sangat licin dan sulit dilalui. Selain itu, warga juga harus melewati sungai besar yang berada di jalur penghubung menuju pusat layanan kesehatan maupun pusat ekonomi masyarakat.

Dalam kondisi darurat, terutama ketika ada warga yang sakit, masyarakat setempat sering kali harus bergotong royong menandu pasien untuk dapat mencapai kendaraan atau fasilitas kesehatan yang lebih mudah dijangkau. Situasi tersebut menjadi gambaran nyata perjuangan masyarakat di daerah terpencil dalam memperoleh pelayanan dasar.

BACA JUGA :  Budaya Ngaliwet Sunda Merambah Ke Kalimantan

Kappung Coci sendiri merupakan salah satu wilayah yang berada di perbatasan Kabupaten Majene dan Kabupaten Polewali Mandar. Meski berada di daerah yang cukup terpencil, semangat masyarakat untuk membangun kampungnya tetap tinggi.

Keunikan lainnya, alat transportasi yang masih menjadi andalan masyarakat di Kappung Coci adalah kuda. Hewan tersebut digunakan untuk mengangkut hasil pertanian, kebutuhan pokok, serta membantu mobilitas warga di medan yang sulit dijangkau kendaraan bermotor.

Di tengah berbagai keterbatasan infrastruktur, Kappung Coci tetap memiliki fasilitas pendidikan berupa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang menjadi pusat pendidikan bagi anak-anak di wilayah tersebut. Keberadaan sekolah ini menjadi harapan bagi masyarakat untuk mencetak generasi yang lebih maju dan berdaya saing.

BACA JUGA :  Kantor DPRD Makassar Segera Difungsikan Kembali Pascakebakaran, Sebagian Anggota Dijadwalkan Kembali Berkantor Tahun Ini

Melalui kegiatan Jumat Bersih yang rutin dilaksanakan, Arham berharap kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan pembangunan kappung terus meningkat. Ia juga berharap adanya perhatian dari berbagai pihak untuk membantu peningkatan infrastruktur dasar di wilayah perbatasan tersebut.

“Kami tidak pernah berhenti berupaya. Dengan kebersamaan dan gotong royong, kami terus berjuang memperbaiki apa yang bisa kami lakukan. Namun tentu kami berharap ada dukungan dan perhatian agar akses jalan masyarakat dapat lebih layak dan aman,” tuturnya.

Kegiatan Jumat Bersih di Kappung Coci menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat pedesaan dalam menghadapi berbagai keterbatasan. Di tengah medan yang berat dan akses yang terbatas, warga tetap menunjukkan keteguhan untuk membangun kampungnya demi masa depan yang lebih baik.

Berita Terkait

PC IMM Majene Kecam Penangkapan Dua Aktivis Penolak TPA Salurano, Desak Evaluasi Kapolres Mamasa
Menjadi Manusia yang Bermanfaat dan Berjiwa Penolong
Warga Sebut Aktivitas PETI di Bangko Tinggi Diduga Milik Tekun, Bantaran Sungai Merangin Kian Rusak
Babak Akhir Gugatan Eks Kades Sungai Kapas, Bukti Baru Perkuat Dalil SK Pemberhentian Cacat Hukum
Penegasan Kewarganegaraan Diserahkan di Bitung, Kabapelkum Hadiri Prosesi
Ketua Umum FOR SANTRI Kukuhkan Pengurus Subkorwil V Jawa Timur di Kota Batu
AMAN Majene Dorong Penetapan Hutan Adat, Tiga Komunitas Adat Resmi Ajukan Usulan ke Kementerian Kehutanan
Ayo Gabung! Persatuan Kelana Alam Indonesia Buka Open Recruitment Kepengurusan Tahun 2026
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:54 WIB

PC IMM Majene Kecam Penangkapan Dua Aktivis Penolak TPA Salurano, Desak Evaluasi Kapolres Mamasa

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:55 WIB

Menjadi Manusia yang Bermanfaat dan Berjiwa Penolong

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:18 WIB

Warga Sebut Aktivitas PETI di Bangko Tinggi Diduga Milik Tekun, Bantaran Sungai Merangin Kian Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:20 WIB

Babak Akhir Gugatan Eks Kades Sungai Kapas, Bukti Baru Perkuat Dalil SK Pemberhentian Cacat Hukum

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:49 WIB

Penegasan Kewarganegaraan Diserahkan di Bitung, Kabapelkum Hadiri Prosesi

Berita Terbaru

FOTO: Momen Penulis Mas Andre Hariyanto bersama sahabat santri Pesantren Bisnis Indonesia Malang Raya (Dok. Internal/SUARA UTAMA)

Artikel

Menjadi Manusia yang Bermanfaat dan Berjiwa Penolong

Sabtu, 25 Jul 2026 - 11:55 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand