Gas 3 Kilo Langka, Rakyat Menjerit, Dinas Terkait Bungkam

Warga Kesulitan, Pengawasan Distribusi Dipertanyakan

- Publisher

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

SUARA UTAMA, BERAU – Kelangkaan LPG 3 kilogram kembali menghantui masyarakat. Dalam beberapa pekan terakhir, warga harus berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain hanya untuk mendapatkan gas bersubsidi yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga dan pelaku usaha kecil.

 

Ironisnya, di tengah keresahan masyarakat yang terus meluas, dinas yang memiliki tanggung jawab dalam pengawasan distribusi LPG bersubsidi terkesan pasif dan belum memberikan penjelasan yang memadai kepada publik. Hingga kini, masyarakat masih bertanya-tanya, apa penyebab kelangkaan tersebut? Apakah terjadi keterlambatan distribusi, penyimpangan penyaluran, atau lemahnya pengawasan di lapangan?

 

Keluhan warga semakin ramai di media sosial. Banyak ibu rumah tangga mengaku kesulitan memasak, sementara pelaku UMKM harus merogoh kocek lebih dalam membeli LPG non-subsidi dengan harga yang jauh lebih mahal.

 

Situasi ini memunculkan pertanyaan serius terhadap kinerja instansi terkait. Jika pengawasan distribusi berjalan optimal, mengapa kelangkaan terus berulang? Ke mana saja gas subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu?

BACA JUGA :  Bupati Yudas Tebai Serahkan Bantuan Rp300 Juta Untuk Peresmian Gereja

 

Pemerintah daerah melalui dinas yang berwenang seharusnya tidak hanya menunggu situasi memburuk. Transparansi data distribusi, jumlah kuota yang masuk, serta hasil pengawasan lapangan wajib disampaikan kepada masyarakat. Diamnya pemerintah hanya akan memperkuat dugaan adanya persoalan yang tidak tersentuh pengawasan.

BACA JUGA :  Suara Utama Gelar Rapat Kerja Pengurus Redaksi, Bahas Program Kerja 2026-2027 dan Transformasi Digital

 

Masyarakat membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar janji. Jika kelangkaan ini terus berlangsung tanpa solusi yang jelas, maka patut dipertanyakan sejauh mana keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan dasar rakyat kecil yang setiap hari bergantung pada LPG 3 kilogram.

 

Publik kini menunggu langkah tegas pemerintah dan instansi terkait untuk memastikan distribusi LPG bersubsidi tepat sasaran, tidak disalahgunakan, serta tersedia bagi masyarakat yang memang berhak menerimanya.” (Rudi’Slm) “

Berita Terkait

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan
Kelompok Tumenggung Jon Serahkan 20 Pucuk Senjata Api Rakitan kepada Polres Merangin
Ruri Jumar Saef Prihatin!, Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni di Probolinggo Berujung Prapradilan dan SP3, Kemana Arah Ke Adilan Korban?. 
Diduga Dikelola Wandri, PETI Excavator di Sungai Ulak Merangin Disorot
Diduga Milik Sukro, Aktivitas PETI di Mentawak Dikeluhkan Warga, Polres Merangin Diminta Bertindak
Ketua Dewan Pakar SUARA UTAMA Kolonel (Purn) Oktovianus Karundeng Berdiskusi dengan Staf Khusus Menteri Agama
DPRD dan Pemprov Babel Dorong Raperda Kelautan hingga Lingkungan Hidup
Bapelkum Bitung Goes to Campus, Bangun Generasi Sadar Hukum di Tengah Berlakunya KUHP Nasional
Berita ini 120 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:49 WIB

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan

Minggu, 1 November 2026 - 11:56 WIB

Kelompok Tumenggung Jon Serahkan 20 Pucuk Senjata Api Rakitan kepada Polres Merangin

Minggu, 1 November 2026 - 10:45 WIB

Ruri Jumar Saef Prihatin!, Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni di Probolinggo Berujung Prapradilan dan SP3, Kemana Arah Ke Adilan Korban?. 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Diduga Dikelola Wandri, PETI Excavator di Sungai Ulak Merangin Disorot

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Diduga Milik Sukro, Aktivitas PETI di Mentawak Dikeluhkan Warga, Polres Merangin Diminta Bertindak

Berita Terbaru

Penggrebekan Kampung Bahari oleh Polres Jakarta Utara || Sumber : tribratanews.metro.polri.go.id

Berita Utama

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:49 WIB

Chat via WhatsApp