lk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777slot777slot gacorslot gacorslotzonawin777slot thailandslot gacorslot thailandslot thailandslot thailandsitus totositus totozonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777tempur777slot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacoratatotoatatotototo 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtogel 4dtogel 4datatotototo 4dtoto 4dtoto 4datatotototo 4dtoto 4d

Proyek Labor dan TIK Rp 8,8 Miliar di Merangin Diduga Bermasalah: Pengawasan Lemah, Uang Negara Terancam Sia-sia

- Publisher

Rabu, 29 Oktober 2025 - 12:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, Merangin – Proyek pembangunan Ruang Laboratorium Komputer serta pengadaan alat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan mebel untuk 28 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Tahun Anggaran 2023, kembali menjadi sorotan tajam publik.

Dari total anggaran sekitar Rp 8,8 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), proyek ini terbagi atas Rp 4,8 miliar untuk pembangunan ruang laboratorium komputer, Rp 3,325 miliar untuk pengadaan sarana TIK, dan Rp 705,6 juta untuk pengadaan mebel. Namun, di lapangan, hasilnya jauh dari harapan.

Selain mendapat bangunan laboratorium komputer, 28 sekolah dasar penerima program ini juga memperoleh sarana penunjang berupa alat TIK dan mebel.

Untuk TIK, masing-masing sekolah seharusnya mendapatkan 15 unit Chromebook, 1 unit infokus, dan 1 unit perangkat wifi tanpa kabel.

Sedangkan untuk mebel, setiap sekolah memperoleh meja, kursi, dan dua unit almari besi.

Namun, hasil investigasi di lapangan menunjukkan berbagai permasalahan serius.

Beberapa Chromebook dilaporkan rusak sejak diantar ke sekolah dan hingga kini belum ada penggantian dari pihak penyedia.

Bahkan, ada salah satu sekolah, almari besi tidak pernah diterima, padahal tercantum dalam paket pengadaan sebanyak dua unit per sekolah.

Sementara itu, kondisi sebagian ruang laboratorium komputer yang dibangun melalui DAK 2023 juga terlihat mangkrak dan tidak layak pakai.

Ada yang belum dicat, plafon rusak, hingga lantai belum selesai dikerjakan.

BACA JUGA :  Oknum Kades Wahidin Diduga Terlibat Aktivitas PETI di Renah Pembarap, Aparat Penegak Hukum Diminta Bertindak

Beberapa bangunan bahkan tidak dapat digunakan karena instalasi listrik belum dipasang sesuai standar.

Proyek ini dilaksanakan saat H. Abd Gani, S.Pd., M.E. menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin, dengan Riskandi sebagai Kabid Pembinaan SD sebelum berpindah tugas menjadi Kasi di Kantor Camat Nalo Tantan.

Sejumlah aktivis pendidikan dan tokoh masyarakat menilai proyek ini menjadi potret lemahnya pengawasan dan dugaan pembiaran dari pihak dinas.

“Bayangkan, uang miliaran rupiah dikucurkan, tapi hasilnya rusak, tidak lengkap, bahkan ada yang mangkrak. Ini jelas kegagalan sistem pengawasan,” ujar seorang aktivis pendidikan di Merangin.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik menilai aparat penegak hukum terkesan menutup mata.

BACA JUGA :  Waspada Modus Penipuan Sewa Vila

“Kalau rakyat kecil yang salah, cepat ditindak. Tapi kalau proyek miliaran seperti ini, seolah tak ada yang peduli. Hukum seperti ini hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas,” sindirnya.

Masyarakat berharap agar aparat penegak hukum tidak tinggal diam dan segera turun tangan mengusut proyek bernilai besar ini.

Sebab, jika dibiarkan, dana pendidikan yang seharusnya memperkuat fasilitas sekolah justru akan menjadi ajang pemborosan dan penyalahgunaan anggaran.

“Negara rugi, anak-anak tak bisa belajar komputer, sementara bangunan labor mangkrak dan alat rusak. Kalau begini terus, pendidikan hanya jadi proyek, bukan pengabdian,” ujar salah satu kepala sekolah penerima program dengan nada kecewa.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Menkum Supratman, AI dan Teknologi Digital Tak Boleh Gerus Nilai Ekonomi Karya Jurnalistik
Satpolairud Polres Lamongan Bantu Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II yang Meninggal Dunia di Perairan Masalembo
Anggaran Rp1,55 Miliar untuk Jalan Mampun Baru–Simpang Meranti, Warga Sampaikan Apresiasi
Ketua SRP Dogiyai Tegaskan Swiping Harus Sesuai SOP dan Terpusat di Moanemani
Solidaritas Rakyat Papua: Selamatkan Hutan dan Rawa Dogiyai, Hentikan Kebakaran!
Bupati Dogiyai Kukuhkan Pokja Bunda PAUD 2026
Gereja Paroki Idakebo Diresmikan, Uskup Timika dan Bupati Dogiyai Teken Prasasti
Uskup Timika Resmikan Paroki Santa Maria Ratu Rosari Idakebo
Berita ini 302 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:57 WIB

Menkum Supratman, AI dan Teknologi Digital Tak Boleh Gerus Nilai Ekonomi Karya Jurnalistik

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Satpolairud Polres Lamongan Bantu Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II yang Meninggal Dunia di Perairan Masalembo

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Anggaran Rp1,55 Miliar untuk Jalan Mampun Baru–Simpang Meranti, Warga Sampaikan Apresiasi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Ketua SRP Dogiyai Tegaskan Swiping Harus Sesuai SOP dan Terpusat di Moanemani

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Solidaritas Rakyat Papua: Selamatkan Hutan dan Rawa Dogiyai, Hentikan Kebakaran!

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/