Peristiwa Salib Yesus: Jemaat Metanoia Menggelar Ibadah Paskah, Membangun Iman Kepercayaan Diri Atas Peristiwa Penderitaan Yesus

- Writer

Minggu, 20 April 2025 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA Sabtu sore, 19 April 2025, halaman depan Gereja Metanoia dipenuhi senyuman, lagu pujian, dan suasana yang menggetarkan hati. Jemaat dari berbagai usia berkumpul dengan penuh antusias untuk merayakan ibadah Paskah hari penuh kemenangan dan pengharapan bagi umat Kristiani. Dalam suasana terbuka dan penuh sukacita, Ibadah Mimbar Bebas digelar dengan tema: “Kembalikan Penyegaran Iman.”

Paskah bukan sekadar agenda tahunan dalam kalender gereja, tetapi Paskah adalah titik balik: pengingat akan kasih yang tak terbantahkan, yang diwujudkan dalam penderitaan Yesus Kristus di kayu salib dan kemenangan-Nya atas maut.

Di tengah kesibukan dan kelelahan dunia, kadang makna ini memudar. Itulah sebabnya, Mimbar Bebas ini diadakan—bukan sekadar ibadah, tapi sebuah ajakan pulang: kembali menyadari kasih Allah yang hidup.

Pesan Mendalam di Balik Salib

Pendeta Alfons memimpin ibadah dengan pembacaan firman dari Mazmur 107:1–42, yang menekankan betapa besar kasih setia Tuhan bagi umat-Nya. Dalam khotbahnya, ia menggambarkan Paskah bukan hanya sebagai momen kebangkitan, tetapi juga penegasan tentang siapa kita di mata Allah.

 “Keluarga adalah karunia Allah. Saat umat menjadikan Tuhan sebagai sumber kehidupan, maka kasih, damai sejahtera, dan sukacita akan memancar dalam setiap pribadi dan rumah tangga,” ujar Pdt. Alfons, dalam nada suara yang lembut namun penuh keyakinan.

Ia menekankan bahwa keselamatan bukanlah sebuah teori, melainkan realitas yang harus dihidupi setiap hari. Paskah adalah bukti bahwa darah Kristus telah menebus setiap luka, setiap rasa tidak layak, dan setiap ketakutan akan masa depan.

Ibadah yang Hidup, Iman yang Dinyalakan

Setelah khotbah, suasana berubah menjadi meriah namun tetap sakral. Grup-grup pujian dari berbagai ikatan persekutuan dan komunitas etnis tampil bergantian di atas panggung, menyanyikan lagu-lagu penyembahan yang membawa hadirin masuk dalam suasana syukur dan pengharapan. Ibadah ditutup dengan doa bersama dan suasana hangat di tengah cuaca yang cerah.

BACA JUGA :  Terindikasi Dugaan Mark Up Harga Bahan Makanan Bergizi, Oknum Aslap SPPG Tiris Memilih Diam

Mimbar Bebas ini bukan hanya tentang acara, tapi tentang momen. Momen di mana setiap jemaat diajak kembali merenung: di mana posisi Tuhan dalam hidup kita saat ini? Apakah salib hanya simbol, atau menjadi pusat dari segala kehidupan kita?

Melalui ibadah ini, Jemaat Metanoia seolah mengajak semua orang untuk tidak hanya mengenang penderitaan Kristus, tetapi juga menyambut kebangkitan dengan hidup yang diperbarui.

Paskah menjadi panggilan untuk kembali pada akar iman—bahwa kita dikasihi, ditebus, dan dipanggil untuk menjadi terang di tengah dunia yang gelap.

BACA JUGA :  Polsek Ranowulu dan Bhayangkari Bagikan 100 Paket Takjil, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadhan

Karena pada akhirnya, Paskah bukan sekadar perayaan. Ia adalah undangan: untuk percaya kembali, berharap kembali, dan hidup kembali. Di tengah dunia yang penuh hiruk-pikuk dan tantangan,

Paskah mengingatkan kita bahwa harapan selalu ada. Kisah Yesus adalah kisah kasih yang menembus batas logika dan waktu. Ibadah Mimbar Bebas Jemaat Metanoia bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi momen nyata untuk menyegarkan iman dan membangkitkan kembali semangat rohani.

Semoga damai Paskah menyentuh setiap hati, menguatkan setiap langkah, dan menghadirkan sukacita sejati dalam hidup kita sehari-hari. Karena kasih Kristus tidak pernah usang, dan kebangkitan-Nya adalah alasan kita terus melangkah dengan iman dan penuh harapan.

 

Selamat Paskah. Semoga cinta kasih dan pengorbanan Yesus Kristus selalu menginspirasi kita untuk selalu hidup dalam cinta dan kebaikan.

Penulis : Vekson Aliknoe

Editor : Yoga

Berita Terkait

Polres Bitung Salurkan Bantuan Sosial di Masjid Jami An Nur, Perkuat Kepedulian di Bulan Suci Ramadan
Alat Berat Menggila di Air Batu, Geopark Merangin Terancam Rusak, Kemana Penegak Hukum?
Usai Pemberitaan Viral, Baliho Larangan PETI Terpasang di Jembatan Desa Jelatang
Aliansi Umat Islam Babel Geruduk DPRD, Tolak Keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace
Jangan Abaikan Benjolan, SADARI Bisa Jadi Penyelamat
TL Koordinator SPPG Kab. Probolinggo Belum Kelar, Perihal Dugaan Menyalahi Aturan Oknum Dapur MBG Desa Karanggeger 
Kolam Renang Olbek Diduga Belum Melengkapi Komponen Keselamatan , Nyawa Pengunjung Melayang
Bupati Probolinggo Gus Haris Buka Puasa Bersama Kadin dan Pejabat Struktural 
Berita ini 80 kali dibaca
Keselamatan bukanlah sebuah teori, melainkan realitas yang harus dihidupi setiap hari. Paskah adalah bukti bahwa darah Kristus telah menebus setiap luka, setiap rasa tidak layak, dan setiap ketakutan akan masa depan.

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 19:49 WIB

Polres Bitung Salurkan Bantuan Sosial di Masjid Jami An Nur, Perkuat Kepedulian di Bulan Suci Ramadan

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:31 WIB

Alat Berat Menggila di Air Batu, Geopark Merangin Terancam Rusak, Kemana Penegak Hukum?

Jumat, 6 Maret 2026 - 10:32 WIB

Usai Pemberitaan Viral, Baliho Larangan PETI Terpasang di Jembatan Desa Jelatang

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:26 WIB

Aliansi Umat Islam Babel Geruduk DPRD, Tolak Keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:51 WIB

Jangan Abaikan Benjolan, SADARI Bisa Jadi Penyelamat

Berita Terbaru