Percaya dan Berserah kepada ALLAH SWT. Hidup hanya Senda Gurau yang Tercatat dalam Lauhul Mahfudz

- Jurnalis

Minggu, 16 Oktober 2022 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dok. Pribadi. Melihat Fatamorgana Kehidupan dan Meresapi Lauhul Mahfudz/Mas Andre Hariyanto/AR CoGan (SUARA UTAMA)

Foto: Dok. Pribadi. Melihat Fatamorgana Kehidupan dan Meresapi Lauhul Mahfudz/Mas Andre Hariyanto/AR CoGan (SUARA UTAMA)

Oleh: Mas Andre Hariyanto,

Pembina Yayasan Pusat Pembelajaran Nusantara, Founder Gerakan Hijrah Muslim, Taklim Jurnalistik & Owner Lembaga AR Learning Center

SUARA UTAMA Allah Subhanahu wa ta’ala tidak akan menciptakan manusia dan lainnya kecuali hanya untuk berlomba – lomba dalam beribadah kepada-Nya. Sebagiamana pesan surah (QS Adz-Dzariyat [51]: 56). Dan kesempatan hidup yang diberikan-Nya, hanyalah dalam rentangan waktu singkat, yang semestinya digunakan untuk selalu berbuat amal shaleh dan kebajikan.

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Percaya dan Berserah kepada ALLAH SWT. Hidup hanya Senda Gurau yang Tercatat dalam Lauhul Mahfudz Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA : Puluhan kali tak Diterima Kerja, Ratusan kali Ditolak Menulis, Kunci Bangkit Mas Andre: Jangan Bergantung dan Berani Nekat

Hidup itu hanya senda gurau dan di dunia merupakan perjalanan sementara, sebelum akhirnya semuanya akan tiba di penghujung batas tujuan, yaitu akhirat. Tertulis pada Alquran (QS Al-Ankabut [29]: 64), Seperti ini redaksinya yang diperjelas kembali, “Dan tiadalah kehidupan dunia ini yang melainkan hanya senda gurau dan main-main. Hidup hanya sesaat dan sebuah permainan. Dan sesungguhnya akhirat itulah sebuah kehidupan yang sebenarnya, jikalau mereka mengetahui.”

BACA :  C.DMS Oleh AR-LC Solusi Di Era Digitalisasi
Foto: Dok. Pribadi. Melihat Fatamorgana Kehidupan dan Meresapi Lauhul Mahfudz/Mas Andre Hariyanto/AR CoGan (SUARA UTAMA) Sumber Pixabay
Foto: Dok. Pribadi. Melihat Fatamorgana Kehidupan dan Meresapi Lauhul Mahfudz/Mas Andre Hariyanto/AR CoGan (SUARA UTAMA) Sumber Pixabay

Dalam Alquran (QS Al-Hadid [57]: 20) dijelaskan perihal memberikan perumpamaan kehidupan dunia seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan terlihat warnanya kuning, kemudian menjadi hancur.

BACA JUGA : Mas Andre Hariyanto: Peran Anak Pertama dan Tulang Punggung Keluarga. Antara Memilih Ibu, Pendidikan, Pasangan

Kita tidak fanatik, tapi sejujurya jika kalau kita sadari terlalu banyak manusia yang silau oleh kemilau dunia, mengejar sesuatu yang seharusnya tidak dikejar. Saling menyikut dan menjatuhkan dengan menghalalkan segala cara, demi meraih tahta jabatan, dan harta kekayaan. Padahal sahabat sekalian, semua itu hanyalah sementara, tidak setia, hidup hanya fatamorgana dan akan terpisah darinya saat kematian datang menjemput.

BACA JUGA : Reformasi Yayasan Lembaga AR Learning Center Diperkuat dengan Perubahan Kader yang Komitmen dan Loyal, Berikut Struktural Terbaru YPPN juga ALC

Penulis hanyalah sharing dan sedikit berbagi pengalaman kehidupan, bahwa jodoh, rejeki, sakit, usia dan pekerjaan yang tergabung dan menjadi sebuah takdir kita semua sebagai manusia itu sudah tercatat tergambarkan dalam Lauhul Mahfudz. Sebuah kitab tempat Allah Subhanahu wa ta’ala yang menuliskan segala semua dan seluruh catatan kejadian di alam semesta. Lauhul Mahfudz disebut di dalam Al-Qur’an tertuang sebanyak 16 kali. Dan Itu juga muncul dalam Alquran langsung di Surah Al Buruj, yang menghubungkan Alquran itu sendiri. Dan perlu kita ketahui, bahwasanya seluruh dan semuanya kehidupan di dunia tercatat di dalamnya.

BACA :  Melalui Majelis Taman Surga, Ustadz Awan Abdullah Ajak Masyarakat Peduli Janda Lansia dan Anak Yatim
Foto: Dok. Pribadi. Melihat Fatamorgana Kehidupan dan Meresapi Lauhul Mahfudz/Mas Andre Hariyanto/AR CoGan (SUARA UTAMA)
Foto: Dok. Pribadi. Melihat Fatamorgana Kehidupan dan Meresapi Lauhul Mahfudz/Mas Andre Hariyanto/AR CoGan (SUARA UTAMA)

Dijelaskan, Lauhul Mahfudz adalah sebuah kitab yang menuliskan catatan takdir dan kejadian di alam semesta. Dan ini terjaga keberadaannya telah ada dari dulu sebelum adanya penciptaan alam jagat raya dan umat manusia.

BACA :  Idul Adha 9 Juli, Ketum PP Muhammadiyah Sarankan Kalendar Global untuk Alat Pemersatu
Foto: Dok. Pribadi. Melihat Fatamorgana Kehidupan dan Meresapi Lauhul Mahfudz/Mas Andre Hariyanto/AR CoGan (SUARA UTAMA)
Foto: Dok. Pribadi. Melihat Fatamorgana Kehidupan dan Meresapi Lauhul Mahfudz/Mas Andre Hariyanto/AR CoGan (SUARA UTAMA)

Penulis mengingat selalu pesan Orangtua yakni Ibu kandungnya berkata: Jodoh itu sudah diatur oleh Tuhan kita, jika bertemu dengan dia tidak jodoh ya berarti tidak jodoh, namun jika dia jodoh pasti kembali dan bersatu. “Santai saja sambil berjalan, percayalah dan berserah diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala,” ujar Erni Santoso kepada anaknya Mas Andre Hariyanto.

Foto: Program Kelas Pelatihan/AR Learning Center adalah Pusat Pembelajaran, Pendidikan dan Pengkaderan. Lembaga AR Learning Center/Suara Utama-081232729720/Suara Utama ID
Foto: Program Kelas Pelatihan/AR Learning Center adalah Pusat Pembelajaran, Pendidikan dan Pengkaderan. Lembaga AR Learning Center/Suara Utama-081232729720/Suara Utama ID

Selain itu juga, penulis juga pernah jatuh bangun perihal pekerjaan dan usahanya. Karena di dunia harus memperbanyak pertemanan bukan permusuhuhan, berkali – kali mempercayai seseorang dalam pekerjaan dan pernah dikhianati dengan mencemarkan nama baik, sebut saja di lembaga pendidikan penulis yakni AR Learning Center, Suara Utama dan Yayasan Pusat Pembelajaran Nusantara. Walaupun masih tergolong usia dini, Namun itulah bumbu – bumbu kehidupan dan menjadi pengalama luar biasa serta terus bersemangat dalam berbuat kebaikan kepada masyarakat. Salam sukses

Berita Terkait

Ini Kiat – Kiat Buah Hati Agar Bisa Menghafal Al-Quran Dengan Mudah
Ada Pesan Toleransi dan Persatuan Menggema dari Ribuan Lokasi Salat Ied di Indonesia
Distorsi Akidah Islam 1445 H
Pondok Pesantren Al Aziz Membangun Masyarakat Melalui Moderasi Beragama
Upaya Pengembalian Jati Diri Kepada Fitrah 1445 H
Syafari Ramadhan DP. MUI di Masjid Ukhuwah Islamiyah Desa Bagan Asahan 1445 H
Siap Berlaga, Kontingen UDG Karanganyar Tahun 2024 Bersemangat
Cara Terbaik Pelaksanaan Ibadah Ramadhan 1445 H
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 April 2024 - 15:11 WIB

Ini Kiat – Kiat Buah Hati Agar Bisa Menghafal Al-Quran Dengan Mudah

Jumat, 12 April 2024 - 17:52 WIB

Ada Pesan Toleransi dan Persatuan Menggema dari Ribuan Lokasi Salat Ied di Indonesia

Minggu, 7 April 2024 - 23:22 WIB

Distorsi Akidah Islam 1445 H

Sabtu, 30 Maret 2024 - 17:39 WIB

Pondok Pesantren Al Aziz Membangun Masyarakat Melalui Moderasi Beragama

Sabtu, 30 Maret 2024 - 13:55 WIB

Upaya Pengembalian Jati Diri Kepada Fitrah 1445 H

Selasa, 26 Maret 2024 - 11:51 WIB

Syafari Ramadhan DP. MUI di Masjid Ukhuwah Islamiyah Desa Bagan Asahan 1445 H

Senin, 25 Maret 2024 - 19:00 WIB

Siap Berlaga, Kontingen UDG Karanganyar Tahun 2024 Bersemangat

Sabtu, 23 Maret 2024 - 23:06 WIB

Cara Terbaik Pelaksanaan Ibadah Ramadhan 1445 H

Berita Terbaru

Illustrasi Stress dan Relax  .Foto:pixabay.com/id/illustrations/search/stress

Artikel

7 Tips Menghindari Stres Pasca Mudik Lebaran Idul Fitri

Senin, 15 Apr 2024 - 20:46 WIB