banner 728x250

Puluhan kali tak Diterima Kerja, Ratusan kali Ditolak Menulis, Kunci Bangkit Mas Andre: Jangan Bergantung dan Berani Nekat

Mas Andre merupakan anak pertama dari Erni Santoso seorang janda

Foto: Doc. Teman - Teman Mbolang Bonek Mas Andre Hariyanto (AR CoGan) Lelaki kelahiran Mojokerto, 24 Mei 1993 seorang anak perantauan dan putra pertama tulang punggung keluarga dari Ibu Erni Santoso yang kini menjanda ditinggal mati - 081232729720/Suara Utama ID
Foto: Doc. Teman - Teman Mbolang Bonek Mas Andre Hariyanto (AR CoGan) Lelaki kelahiran Mojokerto, 24 Mei 1993 seorang anak perantauan dan putra pertama tulang punggung keluarga dari Ibu Erni Santoso yang kini menjanda ditinggal mati - 081232729720/Suara Utama ID
banner 120x600
1,509 Kali Dibaca

SUARA UTAMA Ada pepatah mengatakan; Bersakit – sakit dahulu, Bersenang – senang kemudian, adalah sebuah nasehat yang paten dirasakan banyak manusia.

Dalam hal ini, redaksi Suara Utama ID ingin mengupas sekilas pengalaman sosok anak perantauan asal Surabaya yang lahir dari bumi Majapahit yakni Mojokerto.

BACA JUGA : Penulis Muda tuturma.ma Sowan Owner Suara Utama dan AR Learning Center

Sebut saja dia adalah Mas Andre Hariyanto (29 tahun 2022).

Foto: Doc. Kegiatan Agenda dan Mas Andre Hariyanto (AR CoGan) Lelaki kelahiran Mojokerto, 24 Mei 1993 seorang anak perantauan dan putra pertama tulang punggung keluarga dari Ibu Erni Santoso yang kini menjanda ditinggal mati - 081232729720/Suara Utama ID
Foto: Doc. Kegiatan Agenda dan Mas Andre Hariyanto (AR CoGan) Lelaki kelahiran Mojokerto, 24 Mei 1993 seorang anak perantauan dan putra pertama tulang punggung keluarga dari Ibu Erni Santoso yang kini menjanda ditinggal mati – 081232729720/Suara Utama ID

Mas Andre, demikian dia dikenal, merupakan anak pertama dari Erni Santoso seorang janda ditinggal mati menginjak usia 50 tahun. Andre memiliki 3 saudara (pertama; Mas Andre Hariyanto, kedua; Devi Indriani, ketiga; Ferdi).

BACA JUGA : Dari Pengalaman Pahit, Mas Andre Hariyanto Bangkit dengan Bangun Usaha Berdayakan Ummat

Dalam keterangan yang diterima Suara Utama ID, Sabtu (02/07/2022) Mas Andre mulai meninggalkan kediaman (kala itu keluarga Mas Andre selalu tinggal di kost – kosan sederhana – RED) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur pada masa Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah tinggal di sebuah panti khusus anak yatim piatu dan dhuafa (warga miskin) serta dari SMA/K sampai sempat kuliah tidak bersama keluarga lagi dan seorang diri merantau mencari jati diri.

Foto: Doc. Kegiatan Agenda dan Mas Andre Hariyanto (AR CoGan) Lelaki kelahiran Mojokerto, 24 Mei 1993 seorang anak perantauan dan putra pertama tulang punggung keluarga dari Ibu Erni Santoso yang kini menjanda ditinggal mati - 081232729720/Suara Utama ID
Foto: Doc. Kegiatan Agenda dan Mas Andre Hariyanto (AR CoGan) Lelaki kelahiran Mojokerto, 24 Mei 1993 seorang anak perantauan dan putra pertama tulang punggung keluarga dari Ibu Erni Santoso yang kini menjanda ditinggal mati – 081232729720/Suara Utama ID

Seiring waktu, pemilik akun sosial media @arcogan ini hanya bertahan beberapa tahun saja, setelah itu dia malu untuk pulang dikarenakan tidak betah dan keluar dari panti asuhan tersebut.

BACA JUGA : Sambangi Asesor LSP Pers Indonesia BNSP, Pimred: Mas Andre H berharap besar kemajuan Suara Utama

Dia keseharian selain sekolah di jenjang SMP, dia lanjutkan dengan kemandirian hidupnya dengan menjadi pengamen jalanan, menjadi suporter bonek mania, yaa seperti gelandangan, tapi dia terus melanjutkan sekolah dengan bantuan yang datang dari Allah SWT lewat perantara disekitarnya dengan orang baik.

Foto: Doc. Kegiatan Agenda dan Mas Andre Hariyanto (AR CoGan) Lelaki kelahiran Mojokerto, 24 Mei 1993 seorang anak perantauan dan putra pertama tulang punggung keluarga dari Ibu Erni Santoso yang kini menjanda ditinggal mati - 081232729720/Suara Utama ID
Foto: Doc. Kegiatan Agenda dan Mas Andre Hariyanto (AR CoGan) Lelaki kelahiran Mojokerto, 24 Mei 1993 seorang anak perantauan dan putra pertama tulang punggung keluarga dari Ibu Erni Santoso yang kini menjanda ditinggal mati – 081232729720/Suara Utama ID

“Jaman SD saya sudah jualan koran keliling dan stay di dekat lampu merah, SMP saja jualan es dan apapun itu asal bisa buat bertahan hidup serta saat SMA jadi pengamen jalanan,” kata pedagang dan penjual Angkringan Si Ndut Prambanan.

BACA JUGA : Selamat, Ditunjuk Sebagai Ketua Pendidikan dan Pelatihan Profesi: Mas Andre Hariyanto Terima SK DPP Persatuan Wartawan Republik Indonesia Periode 2022 – 2026

Pengamen Jalanan untuk bertahan Hidup

Sampai ke jenjang pendidikan Sekolah Menengah ke Atas (SMA/SMK) dia jalani hidup dengan kos sendiri, makan sendiri dan penghasilan dari menjadi pengamen jalanan atau serabutan. Singkat cerita dia mendapatkan bantuan beasiswa atau dorongan pendidikan kader dari sebuah Yayasan Pondok Pesantren untuk melanjutkan kuliah di Balikpapan Kalimantan Timur, tapi tidak selesai karena ibunya (Orang Tua) sakit dan akhirnya izin berhenti dalam perkuliahan.

Foto: Doc. Kegiatan Agenda dan Mas Andre Hariyanto (AR CoGan) Lelaki kelahiran Mojokerto, 24 Mei 1993 seorang anak perantauan dan putra pertama tulang punggung keluarga dari Ibu Erni Santoso yang kini menjanda ditinggal mati - 081232729720/Suara Utama ID
Foto: Doc. Kegiatan Agenda dan Mas Andre Hariyanto (AR CoGan) Lelaki kelahiran Mojokerto, 24 Mei 1993 seorang anak perantauan dan putra pertama tulang punggung keluarga dari Ibu Erni Santoso yang kini menjanda ditinggal mati – 081232729720/Suara Utama ID

Ditolak Menulis dan Kerja

Seiring waktu berputar, Mas Andre Hariyanto belajar menngeluti dunia kepenulisan dan Jurnalistik, alhasil selama belajar, tulisannya setiap hari setor 1 lembar sampai terkumpul 1 rak besar isinya cuma di coretin dengan warna merah tanpa ada penjelasan secara detail dan gagal menulis berkali-kali, dari sekian itu mencoba belajar diberbagai kantor redaksi media juga selalu tidak diterima dengan alasan masih harus belajar lagi, baik di wilayah Purwakarta Jawa Barat dan Surabaya Jawa Timur.

Sama halnya dengan pengalaman menulis, Mas Andre Hariyanto mulai belajar merantau kembali, sebut saja dari Kota Batam Kepulauan Riau, Palembang Musi Rawas, Tangerang, Jakarta, Bandung Jawa Barat, Yogyakarta, Malang Jawa Timur, Sumenep Madura, dan seterusnya. Dia berganti – ganti profesi dari seorang kuli bangunan, tukang bersih – bersih sekolah, tukang angkat – angkat.

Foto: Ranu Muda (Anggota Jurnalis Islam Bersatu - JITU) Doc. Kegiatan Agenda dan Mas Andre Hariyanto (AR CoGan) Lelaki kelahiran Mojokerto, 24 Mei 1993 seorang anak perantauan dan putra pertama tulang punggung keluarga dari Ibu Erni Santoso yang kini menjanda ditinggal mati - 081232729720/Suara Utama ID
Foto: Ranu Muda (Anggota Jurnalis Islam Bersatu – JITU) Doc. Kegiatan Agenda dan Mas Andre Hariyanto (AR CoGan) Lelaki kelahiran Mojokerto, 24 Mei 1993 seorang anak perantauan dan putra pertama tulang punggung keluarga dari Ibu Erni Santoso yang kini menjanda ditinggal mati – 081232729720/Suara Utama ID

BACA JUGA : Serah Terima SK Kemenkumham RI, Mas Andre: Yayasan Pusat Pembelajaran Nusantara Komitmen 3 Hal yaitu Kampus Pendidikan, Pesantren, Pusat Sosial

“Suka duka saya rasakan sendiri, mengembel dari kota ke kota, tidak pernah makan, kerja di tolak terus, banyak teman datang saat butuh dan menjauh saat kekurangan, terlebih banyak hina’an,” kenang Mas Andre Hariyanto kala itu.

Foto: Doc. Kegiatan Agenda dan Mas Andre Hariyanto (AR CoGan) Lelaki kelahiran Mojokerto, 24 Mei 1993 seorang anak perantauan dan putra pertama tulang punggung keluarga dari Ibu Erni Santoso yang kini menjanda ditinggal mati - 081232729720/Suara Utama ID
Foto: Doc. Kegiatan Agenda dan Mas Andre Hariyanto (AR CoGan) Lelaki kelahiran Mojokerto, 24 Mei 1993 seorang anak perantauan dan putra pertama tulang punggung keluarga dari Ibu Erni Santoso yang kini menjanda ditinggal mati – 081232729720/Suara Utama ID

Gaji saja, lanjut Owner Lembaga AR Learning Center, paling banyak seumur hidup kisaran 1-2 juta saja, itu hanya nempel sebentar karena untuk kebutuhan keluarga dan lainnya, selebihnya gaji saya yang sering saat bekerja hanya kisaran 300-500 ribu saja.

Sekilas Cerita dan Berlanjut

BACA JUGA : Mas Andre Hariyanto: Peran Anak Pertama dan Tulang Punggung Keluarga. Antara Memilih Ibu, Pendidikan, Pasangan

Dalam petikan hikmah ini, Mas Andre menegaskan, jangan bergantung kepada orang lain, jangan merasa ilmu dan pengalaman kita banyak, sebelum hantaman – hantaman menjumpai kita, dan kunci dari semua yang dijalani adalah; berani, nekat, yakin, maju, bismillah, minta doa restu kedua orang tua dan mau berubah. Bersambung … (Part 2)

banner 468x60
banner 468x60

Respon (20)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90