Pandangan terkait Putusan Mahkamah Konstitusi dan Putusan Mahkamah Agung

- Publisher

Jumat, 23 Agustus 2024 - 15:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Tagar viral “peringatan darurat”

SUARA UTAMA – Ketua Cabang LKBH-SPSI Bandar Lampung, Aji Sofwan, S.H., menjelaskan bahwa Putusan Mahkamah Konstitusi merupakan representasi dari makna demokrasi dalam bernegara. Menurut Aristoteles, “Demokrasi adalah suatu kebebasan, karena hanya melalui kebebasanlah setiap warga negara dapat saling berbagi kekuasaan di dalam negaranya sendiri.” Oleh karena itu, putusan tersebut berpotensi mengubah kultur dalam pesta demokrasi, khususnya pemilihan kepala daerah, yang sebelumnya bisa menjadi alat kekuasaan dengan mengakomodir sebagian besar partai politik untuk membentuk koalisi dengan calon tunggal melawan kotak kosong. Oleh karena itu, sudah sepatutnya putusan Mahkamah Konstitusi ini menjadi angin segar untuk memperbaiki sistem demokrasi dengan mengurangi ambang batas suara sah di DPRD Provinsi dan/atau DPRD Kabupaten/Kota untuk dapat mencalonkan calon gubernur, calon wakil gubernur, calon wali kota, calon wakil wali kota, calon bupati, atau calon wakil bupati.

BACA JUGA :  Jemput Aspirasi Masyarakat, Efrinaldi Politisi Nasdem Laksanakan Reses di Desa Naumbai

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harapan kepada lembaga negara adalah agar mereka mematuhi dan melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi ini dengan baik dan bijaksana. Kita harus memahami bahwa Putusan Mahkamah Konstitusi yang bersifat final dan mengikat (Final and Binding) tidak dapat dilakukan upaya hukum apapun untuk mengakali putusan ini.

 

Sebagai warga negara Indonesia yang baik dan memahami tatanan negara demokrasi, sepatutnya kita mengawal putusan ini agar tidak terjadi pembangkangan konstitusi dengan cara apapun dan oleh siapapun.

 

Selanjutnya, terkait dengan Putusan Mahkamah Agung yang menjadi problematika di masyarakat, yang sarat dengan kepentingan penguasa tirani untuk meloloskan sanak keluarga dalam pemilihan kepala daerah, judicial review dalam hal ini sudah tidak lagi menjadi upaya untuk mengawal demokrasi, melainkan justru melemahkan sendi-sendi demokrasi. Kemunduran demokrasi tersebut dapat dilihat dari penggunaan lembaga yudikatif dan legislatif sebagai alat kekuasaan.

BACA JUGA :  Perkuat Tata Kelola PAW, BK DPRD Kaltim Gelar Studi Banding ke Kukar

 

Strategi politik elektoral, mulai dari Putusan Mahkamah Konstitusi No.90/PUU-XXI/2023 yang meloloskan putra mahkota dalam kontestasi pemilihan umum presiden dan wakil presiden, kini pola yang sama digunakan dalam pemilihan kepala daerah melalui Putusan Mahkamah Agung No.23 P/HUM/2024.

 

Putusan ini tidak progresif jika hakim berpandangan dengan adresat dalam permohonan ini dengan menggambarkan original intent seolah-olah memberikan kesempatan kepada anak-anak muda untuk ikut serta membangun bangsa dan negara. Namun, apakah dengan mengabulkan permohonan ini dengan mengubah pemaknaan Pasal 4 ayat (1) huruf d PKPU 9/2020, yang sebelumnya terhitung sejak penetapan pasangan calon dan sekarang sejak pelantikan pasangan calon terpilih, signifikan untuk kemudian menjadi alasan kesempatan anak-anak muda untuk ikut serta membangun bangsa dan negara? Penalaran hukum seperti inilah yang memunculkan pendapat publik bahwa putusan tersebut memang dimaksudkan untuk meloloskan jalan bagi anak bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, maju sebagai calon kepala daerah. Tercatat, usia Kaesang akan menginjak 30 tahun pada 25 Desember 2024. Pertimbangan majelis hakim Mahkamah Agung yang menyebut original intent UU 10/2016 mengakomodasi anak muda, tidak memperhitungkan bahwa jarak waktu antara masa pendaftaran calon dengan pelantikan hanya berselang 3 bulan. Rentang waktu 3 bulan tidak signifikan untuk mengakomodasi anak muda untuk mendaftar sebagai calon kepala daerah. Meskipun menyebut original intent dalam pertimbangan putusan, majelis hakim tidak mengutip original intent yang dimaksud. Padahal, hal itu dapat ditelusuri dalam naskah akademik RUU atau risalah sidang pembahasan RUU. Kesimpulannya, Putusan MA No.23 P/HUM/2024 ini merupakan kemunduran, bukan terobosan. Penalaran hukum majelis hakim tidak wajar sehingga tidak layak disebut sebagai putusan yang progresif.

BACA JUGA :  Ancaman Konstitusional Pasal 50A UU P2SK terhadap Sistem Anti Pencucian Uang Nasional

Penulis : Aji Sofwan, S.H.

Editor : RM Ardillah Rakhman

Berita Terkait

Jemput Aspirasi Masyarakat, Efrinaldi Politisi Nasdem Laksanakan Reses di Desa Naumbai
Perkuat Tata Kelola PAW, BK DPRD Kaltim Gelar Studi Banding ke Kukar
Ancaman Konstitusional Pasal 50A UU P2SK terhadap Sistem Anti Pencucian Uang Nasional
KUNJUNGAN KERJA BADAN KEHORMATAN DPRD KALTIM KE JAWA TIMUR Perkuat Mekanisme Penegakan Kode Etik dan Perlindungan Hak Ketenagakerjaan
DPRD Se-Kalimantan Ikuti Bimtek PKS di Jakarta, Perkuat Sinergi Legislatif demi Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih
Menakar Etika Demokrasi Dan Keadilan Pemilu Dalam Bayang Politik Kepentingan
Masyarakat Layangkan Mosi Tidak Percaya ke PT Berau coal. Ketidakefektifan 4 Pilar CSR PT Berau Coal yang mencakup Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi (UKM/BUMDes), Serta Pertanian/Perikanan. 
Fardy Iskandar: Seleksi KPID Kaltim Bukan Sekadar Formalitas, Ini Soal Marwah Penyiaran Daerah
Berita ini 161 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:31 WIB

Jemput Aspirasi Masyarakat, Efrinaldi Politisi Nasdem Laksanakan Reses di Desa Naumbai

Senin, 6 Juli 2026 - 17:56 WIB

Perkuat Tata Kelola PAW, BK DPRD Kaltim Gelar Studi Banding ke Kukar

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:22 WIB

Ancaman Konstitusional Pasal 50A UU P2SK terhadap Sistem Anti Pencucian Uang Nasional

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:56 WIB

KUNJUNGAN KERJA BADAN KEHORMATAN DPRD KALTIM KE JAWA TIMUR Perkuat Mekanisme Penegakan Kode Etik dan Perlindungan Hak Ketenagakerjaan

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:26 WIB

DPRD Se-Kalimantan Ikuti Bimtek PKS di Jakarta, Perkuat Sinergi Legislatif demi Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/