Iran Siap Menutup Selat Hormuz Permanen Jika Pembangkit Listrik Diserang

Iran merespons ultimatum Trump

- Publisher

Senin, 23 Maret 2026 - 06:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menghadiri acara di Verst Logistics di Kota Hebron, Negara Bagian Ketucky, 11 Maret 2026.(AFP/JIM WATSON)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menghadiri acara di Verst Logistics di Kota Hebron, Negara Bagian Ketucky, 11 Maret 2026.(AFP/JIM WATSON)

SUARA UTAMA, TEHERAN—Iran merespons ultimatum Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dengan ancaman menutup permanen Selat Hormuz dan menyerang infrastruktur AS di kawasan, Minggu (23/03/2026).

Dilansir Reuters, Garda Nasional Iran siap menutup Selat Hormuz. “Selat Hormuz akan ditutup sepenuhnya dan tidak akan dibuka sampai pembangkit listrik kami yang hancur dibangun kembali,” ujarnya.

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, siap menyerang berbagai infrastruktur energi milik AS dan Israel di Timur Tengah. “Selain peringatan-peringatan sebelumnya, jika infrastruktur bahan bakar dan energi Iran diserang musuh, seluruh infrastruktur energi, teknologi infromasi, dan instalasi desalinasi milik Amerika Serikat dan entitas Zionis di kawasan akan menjadi sasaran,” ujarnya.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menyatakan di X lembaga keuangan yang membiayai anggaran militer AS dianggap sebagai target Iran. “Selain pangkalan militer, lembaga-lembaga keuangan yang membiayai anggaran militer Amerika Serikat adalah target sah. Obligasi Amerika Serikat berlumur darah rakyat Iran. Membelinya berarti membeli serangan terhadap markas dan aset anda sendiri,” tulisnya.

Sehari sebelumnya Trump menyampaikan ultimatum melalui TruthSocial. “Jika Iran tidak membuka sepenuhnya, tanpa ancaman, Selat Hormuz, dalam waktu 48 jam dari saat ini, Amerika Serikat akan menghantam dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, dimulai dari yang terbesar terlebih dahulu,” tulisnya.

BACA JUGA :  Jaga Kesehatan, Perkuat Pembinaan. Warga Binaan Lapas Bangko Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Ultimatum Trump terhadap Iran memukul pasar energi global. Harga minyak mentah Brent naik 0,90% ke level 113,20 dolar per barel pada Minggu malam, tertinggi sejak Juli 2022. Sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,63% ke 98,85 dolar per barel, naik 2,27% dari sesi sebelumnya.

Penulis : Keitaro Alfarizi

Sumber Berita: Reuterz, Truth Social & X

Berita Terkait

Dongkrak Ekonomi Pedagang UMKM, Perumda Pasar Cita Kota Bitung Hadirkan Idol Cilik 2026
Diduga Terlibat PETI di Sungai Manau, Nama Anwar Pegawai RSUD Bangko Jadi Sorotan Publik!
Diduga PETI Milik Budi dan Hamzah Porak-Porandakan Hutan Adat dan Geopark Merangin di Desa Guguk
Jokowi Perlihatkan Ijazah SD hingga S1 dalam Persidangan Kasus Polemik Ijazah
Budpar Dogiyai Matangkan Persiapan Pekan Kreasi Daerah II
Prabowo Berhentikan Listyo Sigit dari Jabatan Kepala Staf Kepresidenan, Kasus Dugaan Penyadapan Jadi Sorotan
Hilirisasi Paten di Indonesia Masih di Bawah 5 Persen, Kemenkum Gelar Forum Bisnis Pertama
Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa?
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 03:21 WIB

Dongkrak Ekonomi Pedagang UMKM, Perumda Pasar Cita Kota Bitung Hadirkan Idol Cilik 2026

Jumat, 6 November 2026 - 17:09 WIB

Diduga Terlibat PETI di Sungai Manau, Nama Anwar Pegawai RSUD Bangko Jadi Sorotan Publik!

Jumat, 6 November 2026 - 07:17 WIB

Diduga PETI Milik Budi dan Hamzah Porak-Porandakan Hutan Adat dan Geopark Merangin di Desa Guguk

Kamis, 5 November 2026 - 08:39 WIB

Budpar Dogiyai Matangkan Persiapan Pekan Kreasi Daerah II

Rabu, 4 November 2026 - 16:53 WIB

Prabowo Berhentikan Listyo Sigit dari Jabatan Kepala Staf Kepresidenan, Kasus Dugaan Penyadapan Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp