Mempersoalkan Doa Setelah Sholat : Pandangan dan Dalil yang Berbeda

- Publisher

Jumat, 27 September 2024 - 14:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi
Abu Mahdi Ibn Ibrahim
Abu Mahdi Ibn Ibrahim

Oleh : Abu Mahdi Ibn Ibrahim

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 103 :

“Apabila kamu telah menyelesaikan salat, berzikirlah kepada Allah (mengingat dan menyebut-Nya), baik ketika kamu berdiri, duduk, maupun berbaring. Apabila kamu telah merasa aman, laksanakanlah salat itu (dengan sempurna). Sesungguhnya salat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagian kalangan berdalil dengan ayat di atas untuk melarang doa setelah sholat karena perintah ayat tersebut adalah berzikir, bukan berdoa. Mereka meyakini bahwa doa dilakukan di dalam sholat, karena sholat itu sendiri adalah doa.

Misalnya, dalam doa iftitah terdapat doa:

“Allaahumma baa’id baynii wabayna khotooyaaya kamaa baa’adta baynal masyriqi wal maghrib,”

yang artinya:

“Ya Allah, jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana Engkau menjauhkan jarak antara timur dan barat.”

BACA JUGA :  Menjaga Kompetensi dan Etika Wartawan

Dalam Surah Al-Fatihah juga terdapat doa:

“Ihdinash shiraathal mustaqiim,”

yang artinya:

“Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus.”

Selain itu, dalam duduk di antara dua sujud terdapat doa:

“Rabbighfirlii warhamnii wajburnii…”

yang artinya:

“Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, dan sejahterakanlah aku.”

Bahkan, dalam tasyahud, terdapat dua bagian doa: bagian awal yang merupakan doa utama, dan bagian akhir yang merupakan doa tambahan. Dalam bagian utama terdapat doa:

“Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad,”

yang artinya:

“Ya Allah, sampaikanlah shalawat kami kepada Nabi Muhammad dan keluarganya.”

Pada bagian tambahan, ada doa:

“Allaahumma inni a’uudzu bika min ‘adzaabi jahannam…”

yang artinya:

“Ya Allah, lindungilah aku dari siksa neraka Jahannam.”

BACA JUGA :  “Quo Vadis” UU Perampasan Asset

Kelompok ini meyakini bahwa doa dilakukan selama sholat, mulai dari bacaan iftitah hingga tasyahud. Pendapat mereka diperkuat oleh hadits sahih riwayat Abu Dawud nomor 1552.

Pandangan Kelompok yang Membolehkan Doa Setelah Sholat

Namun, ada kelompok lain yang membolehkan doa setelah sholat. Syaikh Ibnu Baz –rahimahullah– dalam Majmu’ Fatawa (11/178) mengatakan:

“Berdoa sesudah sholat lima waktu setelah selesai berdzikir tidak terlarang, karena terdapat hadits yang menunjukkan hal ini. Namun, tidak perlu mengangkat tangan saat itu dan tidak dilakukan secara berjamaah.”

Pendapat ini juga didukung oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, sebagaimana dinukil oleh Syaikh Ali Basam dalam Tawdihul Ahkam (1/776-777):

“Dianjurkan bagi setiap hamba untuk berdoa sesudah sholat, setelah membaca dzikir seperti istigfar, tahlil, tasbih, tahmid, dan takbir. Doa tersebut dianjurkan setelah bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Doa setelah berdzikir adalah waktu yang tepat untuk terkabulnya doa, terutama setelah menyanjung-Nya.”

BACA JUGA :  Kapan Karyawan Boleh Di-PHK Karena Mangkir? Ini Aturannya yang Sering Disalahpahami

Selain itu, makna dzikir juga dapat mencakup doa, karena mengingat Allah (dzikir) tentu mengandung harapan (doa) kepada-Nya. Dalam dzikir setelah sholat lima waktu, terdapat contoh dzikir dari Nabi yang bermakna doa, dimulai dengan kalimat “Allahumma” seperti:

“Allahumma antas salaam, fahayyinaa bissalaam…”

yang artinya:

“Ya Allah, Engkaulah Dzat yang memiliki keselamatan, maka hidupkanlah kami dalam keselamatan.”

Kesimpulan

Kelompok kedua menyimpulkan bahwa boleh berdoa setelah sholat, asalkan tidak mengangkat tangan dan tidak dilakukan secara berjamaah.

Pembahasan mengenai doa dengan mengangkat tangan dan berjamaah akan dibahas lebih lanjut pada kesempatan berikutnya.

 

 

Berita Terkait

Ingkar Janji Bukan Perkara Sepele: Ada Konsekuensi Hukum dan Tanggung Jawab Akhirat
Karya Terbaik Lahir dari Pemikiran Sendiri, Bukan Copas atau Ketergantungan pada AI
Menjaga Kompetensi dan Etika Wartawan
Satpolairud Polres Lamongan Bantu Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II yang Meninggal Dunia di Perairan Masalembo
Jasat Korban KKM KM Virgo Transport 8 Warga Lamongan di Laut Jawa Berhasil Dievakuasi
Wartawan Wajib Taat Pasal 1 KEJ: Independen dan Tanpa Itikad Buruk
Jangan Sekadar Menjadi Anggota, Mari Menjadi Pelaku Sejarah
“Quo Vadis” UU Perampasan Asset
Berita ini 164 kali dibaca
Mempersoalkan Doa Setelah Sholat : Pandangan dan Dalil yang Berbeda

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Ingkar Janji Bukan Perkara Sepele: Ada Konsekuensi Hukum dan Tanggung Jawab Akhirat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Karya Terbaik Lahir dari Pemikiran Sendiri, Bukan Copas atau Ketergantungan pada AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Menjaga Kompetensi dan Etika Wartawan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Satpolairud Polres Lamongan Bantu Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II yang Meninggal Dunia di Perairan Masalembo

Kamis, 24 September 2026 - 10:18 WIB

Jasat Korban KKM KM Virgo Transport 8 Warga Lamongan di Laut Jawa Berhasil Dievakuasi

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp