Melebar, Oknum SPPG Tiris Diduga Tidak Mengantongi Sertifikat Pelatihan Higiene Sanitasi Pangan

- Publisher

Minggu, 15 Februari 2026 - 11:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARA UTAMA, Probolinggo – Saat MBG yang di Distribusikan SPPG Desa Tiris kabupaten Probolinggo Jawa Timur menjadi perbincangan hangat publik. Kini sorotan publik semakin melebar dan mendalam. Oknum Asisten Lapangan SPPG desa Tiris “FA” diduga tidak mengantongi Sertifikat Pelatihan Higiene Sanitasi Pangan. 15/02/2026.

Sementara untuk SDM SPPG (Penjamah Pangan) Semua yang terlibat dalam penanganan makanan di wajibkan memiliki Sertifikat Pelatihan Higiene Sanitasi Pangan. Mulai dari Koki/Bagian Masak, Bagian Cuci Ompreng/Alat (Penjamah Makanan),Asisten Lapangan dan Staf Dapur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan perkembangan regulasi terbaru terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025-2026. Khusus Asisten Lapangan (Penjamah Pangan) Staf dapur/asisten lapangan (food handler). Wajib memiliki Sertifikat Penjamah Pangan (Food Handler Certification), Sertifikat Kompetensi Pengelola SPPG, Sertifikasi/Sertifikat Penggunaan Air Layak Pakai.

BACA JUGA :  Publik Geram, Seurgensi Apa Hingga DPRD Kabupaten Probolinggo Menggelar Rapat di Hotel Surabaya Selama Dua Hari

Jika asisten lapangan/staf tidak memiliki SKK. Dapat dikenakan Sanksi Administratif, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK),Blacklist (Daftar Hitam). Sebagaimana di atur dalam Undang-Undang nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, Pasal 70 ayat (1). Peraturan Pemerintah nomor 14 Tahun 2021 (Perubahan atas Peraturan Pemerintah nomor 22 Tahun 2020).

Dugaan tersebut di sampaikan “NJ” narasumber team media yang tergabung di komunitas Jurnalis Nusantara Trabas. NJ menegaskan bahwa oknum petugas atau karyawan di SPPG tiris di gaji menggunakan uang rakyat. Ia meminta agar tidak se enak nya bekerja apalagi mengintimidasi lembaga.

BACA JUGA :  Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa

“MBG yang di Distribusikan oleh SPPG desa tiris saat ini memang viral. kami menduga oknum oknum pekerja di SPPG termasuk oknum Asisten Lapangan “FA” tidak mengantongi sertifikat pelatihan. Mereka itu di bayar menggunakan uang rakyat melalui BGN. Jadi jangan se enak nya, apalagi sampai mengintimidasi lembaga. “Tegas nya.

Lebih lanjut, Ia meminta dan memohon kepada pihak pihak terkait agar segera turun dan menindak lanjuti Viral nya video dan media online. Ia menegaskan jika dugaan Mark- up harga bahan makanan bergizi atau oknum yang tidak memiliki sertifikat itu benar adanya. Pihak terkait di minta memberikan tindakan sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku.

BACA JUGA :  Ruri Jumar Saef Ketua team Nawacita - Astacita Presiden RI, dorong Polres Probolinggo, proses Hukum WNA Terkait Kasus Suarni

“Kami sebagai warga masyarakat kabupaten Probolinggo meminta dan memohon kepada pihak pihak terkait, agar segera di lakukan audit investigasi atau audit MBG yang telah di Distribusikan. Selain itu, Kami juga meminta dan memohon agar sertifikat oknum aslap atau oknum karyawan di pertanyakan dan di tindak tegas jika memang tidak mengantongi sertifikat tersebut. “Pungkas nya.

Sementara, oknum Asisten Lapangan “FA” saat di konfirmasi media melalui pesan singkat whatsap. Dirinya sebagai asisten lapangan sudah mengantongi sertifikat atau belum?. Ia memilih tidak menjawab konfirmasi media sampai berita ini di tayangkan, Walaupun pesan singkat tersebut telah di baca.

Penulis : Ali Misno

Berita Terkait

UKW Kompas, KG Media dan Google Digelar di Surabaya, Diikuti 45 Peserta
Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan
Team Ngorek Audio: Sebaiknya Volume Sound Horeg Sewajarnya
Persebaya Optimis Juara di Musim Menuju Usia 100 Tahun
Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, Founder YSUI Ajak Insan Pers Panjatkan Doa
Dedikasi Membuahkan Hasil: Delegasi SMA Ar Rohmah Guncang Panggung Asean Olympiad 2026 dengan Sederet Kemenangan
Yayasan Suara Utama Indonesia Soroti Polemik Sound Horeg dan Etika, Pernyataan “Goblok” Jadi Sorotan
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 00:50 WIB

UKW Kompas, KG Media dan Google Digelar di Surabaya, Diikuti 45 Peserta

Sabtu, 19 September 2026 - 20:11 WIB

Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan

Jumat, 18 September 2026 - 16:52 WIB

Team Ngorek Audio: Sebaiknya Volume Sound Horeg Sewajarnya

Jumat, 18 September 2026 - 15:39 WIB

Persebaya Optimis Juara di Musim Menuju Usia 100 Tahun

Selasa, 15 September 2026 - 23:47 WIB

Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian

Berita Terbaru

FOTO: Andre Hariyanto mengenakan batik cokelat saat mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan dinyatakan kompeten. UKW diselenggarakan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Kompas bersama KG Media dan Google. (Dok. Pribadi Andre Hariyanto)

Berita Utama

Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan

Sabtu, 19 Sep 2026 - 20:11 WIB

FOTO: Truk sound horeg pawai Agustusan di Jawa Timur. (Sumber Wikipedia)

Berita Utama

Team Ngorek Audio: Sebaiknya Volume Sound Horeg Sewajarnya

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:52 WIB

FOTO:Memakai Kaos Hitam Wakil Direktur Persebaya, Nanang Priyanto saat jumpa Pers di Amaris Hotel Surabaya, Jawa Timur pada Jum'at 18 September 2026 (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

Nasional

Persebaya Optimis Juara di Musim Menuju Usia 100 Tahun

Jumat, 18 Sep 2026 - 15:39 WIB

https://mancingjitu.com/