SUARA UTAMA.ID BERAU – Sorotan tajam kini mengarah ke Pt indo pusaka berau(ITB),Setelah perusahaan daerah yang bergerak di sektor ketenagalistrikan itu dikabarkan masuk dalam daftar perusahaan berperingkat merah Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Predikat merah bukan sekadar catatan administratif. Dalam sistem PROPER KLHK, status tersebut diberikan kepada perusahaan yang dinilai belum memenuhi ketentuan pengelolaan lingkungan hidup sesuai aturan perundang-undangan.
Fakta ini memunculkan tanda tanya besar di tengah citra PT IPB sebagai perusahaan milik daerah yang selama ini mengelola operasional pembangkit listrik di Berau.
Publik pun mendesak adanya penjelasan terbuka dari manajemen maupun Pemerintah Kabupaten Berau sebagai salah satu pemegang saham perusahaan tersebut.
“Jika benar masuk rapor merah KLHK, masyarakat berhak tahu pelanggaran atau aspek lingkungan apa yang menjadi catatan. Jangan sampai perusahaan daerah justru memberi contoh buruk dalam tata kelola lingkungan,” ujar salah satu aktivis lingkungan di Berau.
Ironisnya, di laman resmi perusahaan, ipb.co.id menampilkan komitmen terhadap prinsip ramah lingkungan, termasuk penerapan ISO 14001 dan tata kelola perusahaan yang baik. Namun, status merah dari KLHK justru memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian antara komitmen di atas kertas dan praktik di lapangan.
Desakan evaluasi menyeluruh kini mulai menguat. DPRD hingga masyarakat sipil diminta tidak tinggal diam terhadap persoalan yang menyangkut lingkungan hidup.
Apalagi, PT IPB bukan perusahaan kecil. Perusahaan ini memiliki peran strategis dalam sistem kelistrikan Berau melalui operasional PLTU Lati dan distribusi tenaga listrik di sejumlah kawasan pertambangan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak manajemen terkait poin-poin penilaian KLHK yang menyebabkan perusahaan tersebut masuk kategori merah.
Publik kini menunggu, Apakah Pemkab Berau akan melakukan evaluasi serius, atau justru memilih bungkam di tengah rapor merah yang mencoreng wajah BUMD daerah.
Penulis : Rudi Salam
Editor : R salam
Sumber Berita: Suara utama. Id












Komentar
Silakan login untuk berkomentar.