lk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777slot777slot gacorslot gacorslotzonawin777slot thailandslot gacorslot thailandslot thailandslot thailandsitus totositus totozonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777tempur777slot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacoratatotoatatotototo 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtogel 4dtogel 4datatotototo 4dtoto 4dtoto 4datatotototo 4dtoto 4d

Pangeran Makassar yang Melawan Inggris di Sri Lanka

- Publisher

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Pertempuran dari sumber Eropa (bukan ilustrasi langsung Perang Kandy 1803).

Seorang putra Sultan Gowa tercatat dalam sejarah Sri Lanka karena gugur saat memimpin pasukan Melayu melawan Inggris pada 1803. Tokoh tersebut adalah Karaeng Sangunglo, putra Sultan Fakhruddin Abdul Khair, Sultan Gowa ke-26, yang diasingkan VOC ke Ceylon bersama keluarganya.

Berbeda dengan sebagian saudaranya yang mengabdi dalam Resimen Melayu Inggris, Karaeng Sangunglo memilih bergabung dengan Kerajaan Kandy, kerajaan terakhir di Sri Lanka yang masih merdeka dari kekuasaan Inggris.

BACA JUGA :  Jasat Korban KKM KM Virgo Transport 8 Warga Lamongan di Laut Jawa Berhasil Dievakuasi

Di Kandy, ia menjadi salah satu pemimpin komunitas Melayu dan turut memimpin pasukan Melayu dalam Perang Inggris–Kandy tahun 1803. Perang tersebut mempertemukan Karaeng Sangunglo dengan saudara tirinya sendiri yang bertugas di pihak Inggris, mencerminkan bagaimana diaspora Makassar di Ceylon terpecah akibat dinamika politik kolonial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada 24 Juni 1803, ketika pasukan Kandy menyerang garnisun Inggris, Karaeng Sangunglo gugur di medan pertempuran. Namanya kemudian dikenang sebagai salah satu tokoh Melayu yang berjuang mempertahankan kemerdekaan Kerajaan Kandy.

BACA JUGA :  Jasat Korban KKM KM Virgo Transport 8 Warga Lamongan di Laut Jawa Berhasil Dievakuasi

Kisah Karaeng Sangunglo menunjukkan bahwa diaspora Makassar tidak hanya meninggalkan jejak sebagai komunitas perantauan, tetapi juga berperan dalam sejarah politik dan militer Sri Lanka pada awal abad ke-19. Perjalanannya menjadi salah satu bukti bahwa jejak sejarah Makassar turut terukir di berbagai wilayah di seberang Samudra Hindia.

BACA JUGA :  Jasat Korban KKM KM Virgo Transport 8 Warga Lamongan di Laut Jawa Berhasil Dievakuasi

Ilustrasi: Pertempuran dari sumber Eropa (bukan ilustrasi langsung Perang Kandy 1803).

 

Referensi

Suryadi. 2008. Sepucuk Surat dari Seorang Bangsawan Gowa di Tanah Pembuangan (Ceylon). Wacana, Vol. 10 No. 2.

A.C.S. Hussainmiya. 1990. Lost Cousins: The Malays of Sri Lanka (dikutip dalam Suryadi, 2008).

Christopher Buyers. Genealogy of the Royal House of Gowa (dikutip dalam Suryadi, 2008).

Berita Terkait

Jasat Korban KKM KM Virgo Transport 8 Warga Lamongan di Laut Jawa Berhasil Dievakuasi
Pengurus LDTQN dan IBU BELA Palangkaraya Gelar Manaqib di Yayasan Al-Qonita
Selamat Jalan Ramadhan, Semoga Kita Dipertemukan Kembali
Puasa dan Muhasabah di Era Digital
Pimpinan Suara Utama dan AR Learning Center, Andre Hariyanto, Serukan Maksimalkan Ibadah di Bulan Ramadhan
Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Saleh Asnawi–Agus Suranto, Pemkab Tanggamus Gelar Tasyakuran dan Buka Puasa Bersama
Jelajah Masjid Pedalaman Nusa Tenggara Timur, Samudera Zam Zam berbagi 4 Ton Sembako 
Program Saling Berbagi Jelajah Pelosok Negeri di Pedalaman Timor NTT
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 10:18 WIB

Jasat Korban KKM KM Virgo Transport 8 Warga Lamongan di Laut Jawa Berhasil Dievakuasi

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:00 WIB

Pangeran Makassar yang Melawan Inggris di Sri Lanka

Rabu, 8 April 2026 - 00:35 WIB

Pengurus LDTQN dan IBU BELA Palangkaraya Gelar Manaqib di Yayasan Al-Qonita

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:48 WIB

Selamat Jalan Ramadhan, Semoga Kita Dipertemukan Kembali

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:43 WIB

Puasa dan Muhasabah di Era Digital

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/