SUARA UTAMA, Karawang – Aksi demonstrasi digelar Aliansi Masyarakat Karawang (AMK), Rabu, 10 Juni 2026 di depan Pemda Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ribuan warga dari berbagai elemen masyarakat Karawang ini bergerak menyampaikan tuntunan yang sama, menuntut penutupan permanen tempat hiburan malam Theater Night Mart (TNM) yang disebut-sebut diduga menjadi tempat pesta sesama jenis.

Masa berkumpul sejak pagi hari di Masjid Al-Jihad yang menjadi titik kumpul peserta aksi. Dan tepat pukul 09.00 WIB masa kemudian bergerak menuju kantor Bupati Karawang yang menjadi lokasi unjuk rasa. Aksi masa damai ini mendapatkan dukungan penuh dari Majlis Ulama Indonesia Karawang. Tampak KH. Tajuddin Noor, Ketua MUI Kabupaten Karawang berada di antara deretan orator aksi.
Dalam orasinya beliau mengingatkan bahayanya perbuatan kaum Sodom yang dapat mengundang siksa Allah. “Apakah kita menginginkan akibat segelintir yang berbuat tidak bermoral di taman hiburan malam di Tuparev akan mendatangkan murka Allah kepada kita seperti yang dialami kaum Nabi Luth?. Tentu kita tidak menginginkan,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena itu KH. Tajuddin menjelaskan bahwa kedatangannya bersama pimpinan berbagai organisasi masyarakat di Karawang sebagai wujud kepeduliannya terhadap kondisi moral dan sosial di Karawang dengan aksi yang bermartabat.
Beberapa hari ini warga Karawang sempat dihebohkan oleh video viral yang mempertontonkan beberapa pemuda berulah tak senonoh dalam pesta sesama jenis yang diduga dilakukan di lokasi TNM. Konon kabarnya pelaku yang berjumlah lima orang telah ditangkap aparat kepolisian dan sedang dalam proses pemeriksaan dijadikan tersangka.
Penutupan TNM Harga Mati
Perwakilan pengunjuk rasa akhirnya diterima oleh Ketua DPRD Endang Sodikin bersama beberapa Pejabat di lingkungan Pemda bertempat di lantai 3 kantor Bupati. Sementara itu Bupati dan Sekda dikabarkan sedang tugas di luar daerah.
Kordinator Aksi Cecep Jasim dalam pertemuan tersebut meminta ketegasan pemerintah untuk menutup tempat hiburan yang telah mencoreng masyarakat Karawang ini. Lebih dari itu yang terpenting menurutnya bagaimana sikap kita untuk menyelamatkan generasi muda di Karawang, supaya menjadi kepedulian bersama. Sebelumnya Cecep juga sempat meminta dihadirkan pihak kepolisian, Kapolres ataupun yang mewakili untuk memberikan keterangan terkait para tersangka yang sudah ditangkap.
Pemerintah dan perwakilan Dewan berjanji menyerap aspirasi masyarakat dan menegaskan akan menutup TNM. Perdebatan sengit sempat mencuat dalam audiensi tersebut terkait penutupan sementara. Masa mempertanyakan kata sementara, kenapa bukan penutupan permanen. Alasan yang disampaikan unsur pemerintah dan juga perwakilan Dewan adalah terkait regulasi dan perizinan yang bukan sepenuhnya wewenang daerah.
Meski demikian, DPRD memastikan akan terus mengawal aspirasi masyarakat dan menindaklanjutinya serta memberikan perhatian serius pada proses yang sedang berjalan ini.
Peserta asksi juga dalam kesempatan ini menyerahkan tuntutan tertulis yang memuat semua aspirasi dan usulan masyarakat yang dituangkan dalam draft yang merupakan hasil musyawarah bersama sejumlah organisasi dan elemen masyarakat. Draft aspirasi ini diharapkan menjadi perhatian pemerintah dan pijakan rekomendasi dalam mengambil kebijakan pemerintah daerah terutama dalam menciptakan kota Karawang yang religius.
Penulis : Imanuddin Kamil
Editor : Andre Hariyanto
Sumber Berita: Wartawan Suara Utama













Komentar
Silakan login untuk berkomentar.