Abaikan Penolakan Lama Warga, Lapangan Japati Caringin Kini Justru Jadi Sumber Petaka Kebakaran Dua Hari Berturut-turut

Warga Buru Oknum Misterius yang Diduga Sengaja Menyulut Api di Tengah Ancaman Tumpukan Sampah Ilegal

- Publisher

Senin, 8 Juni 2026 - 20:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. Wartawan Ilustrasi dilokasi

Dok. Wartawan Ilustrasi dilokasi

SUARA UTAMA, BANDUNG – Sikap abai terhadap penolakan keras yang disuarakan warga sejak lama terkait pengalihfungsian lahan menjadi tempat pembuangan sampah di Lapangan Japati, Caringin, Kecamatan Babakan Ciparay, kini berujung petaka. Area penumpukan sampah tersebut dilanda kebakaran hebat selama dua malam berturut-turut pada Sabtu (6/6/2026) and Minggu (7/6/2026), memicu kemarahan sekaligus kecemasan mendalam bagi penduduk setempat.

Menurut keterangan salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya, penolakan warga terhadap keberadaan aktivitas pembuangan sampah di Lapangan Japati ini sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Warga berulang kali mengeluhkan pencemaran lingkungan berupa bau menyengat serta potensi gangguan kesehatan. Masalah laten ini memuncak saat tumpukan sampah tersebut mulai terbakar pada Sabtu malam (6/6) sekitar pukul 17.00 WIB.

BACA JUGA :  Bupati Yudas Tebai Turun Langsung ke RSUD Dogiyai, Dengarkan Keluhan Nakes

Meski kejadian pada hari pertama berskala kecil, warga yang telanjur geram langsung menyisir lokasi kejadian untuk memburu oknum yang diduga sengaja membakar tumpukan sampah tersebut. Sayangnya, terduga pelaku tidak berhasil ditemukan di lokasi dan diduga kabur sesaat setelah menyulut api.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi kian memburuk ketika pada Minggu malam (7/6) di waktu yang hampir bersamaan, kebakaran kedua kembali melanda area yang sama dengan eskalasi yang jauh lebih mengerikan. Api berkobar hebat melahap material sampah kering hingga mengharuskan diterjunkannya 3 unit armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung. Kobaran api baru berhasil dijinakkan secara total sekitar pukul 19.00 WIB setelah petugas berjibaku menembus ketebalan asap selama berjam-jam.

BACA JUGA :  Tanah untuk Rakyat, Bukan Oligarki : MPR RI Tegaskan Urgensi Pengesahan RUU Masyarakat Adat

Ancaman Terhadap Garasi Parkir dan Polusi Udara

Kepanikan masyarakat di sekitar lokasi bukan tanpa alasan. Di sekitar Lapangan Japati terdapat sejumlah bangunan padat penduduk, termasuk sebuah area yang difungsikan sebagai tempat penyewaan garasi parkir mobil. Jarak yang sangat dekat membuat warga cemas jika kobaran api merembet dan menghanguskan puluhan kendaraan roda empat yang terparkir di fasilitas sewaan tersebut.

Selain ancaman keselamatan benda, warga mengeluhkan dampak bau busuk dan kepulan asap sisa pembakaran tumpukan sampah ilegal itu. Melalui rekaman video amatir yang diambil oleh warga, terdengar seruan protes keras yang menegaskan bahwa polusi udara dari lokasi tersebut sudah sangat mengganggu kenyamanan hingga menembus masuk ke dalam pemukiman rumah-rumah penduduk.

BACA JUGA :  Ruri Jumar Saef Ketua team Nawacita - Astacita Presiden RI, dorong Polres Probolinggo, proses Hukum WNA Terkait Kasus Suarni

Hingga saat ini, insiden kebakaran berturut-turut serta tuntutan penutupan lahan sampah oleh warga ini belum dikonfirmasi ke dinas terkait, yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung selaku otoritas pengelolaan sampah, maupun Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung untuk keterangan resmi mengenai penyebab pasti serta penyelidikan asal muasal api.

Warga Caringin kini mendesak pemerintah kota dan aparat penegak hukum untuk tidak menutup mata, segera menghentikan total aktivitas pembuangan sampah di Lapangan Japati, serta mengusut tuntas oknum pembakar yang telah membahayakan nyawa dan aset warga.

Berita Terkait

Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan
Team Ngorek Audio: Sebaiknya Volume Sound Horeg Sewajarnya
Persebaya Optimis Juara di Musim Menuju Usia 100 Tahun
Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, Founder YSUI Ajak Insan Pers Panjatkan Doa
Dedikasi Membuahkan Hasil: Delegasi SMA Ar Rohmah Guncang Panggung Asean Olympiad 2026 dengan Sederet Kemenangan
Yayasan Suara Utama Indonesia Soroti Polemik Sound Horeg dan Etika, Pernyataan “Goblok” Jadi Sorotan
Yayasan Suara Utama Indonesia Perkuat Kiprah di Dunia Pers
Berita ini 1,273 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 20:11 WIB

Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan

Jumat, 18 September 2026 - 16:52 WIB

Team Ngorek Audio: Sebaiknya Volume Sound Horeg Sewajarnya

Jumat, 18 September 2026 - 15:39 WIB

Persebaya Optimis Juara di Musim Menuju Usia 100 Tahun

Selasa, 15 September 2026 - 23:47 WIB

Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian

Minggu, 13 September 2026 - 13:24 WIB

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, Founder YSUI Ajak Insan Pers Panjatkan Doa

Berita Terbaru

FOTO: Andre Hariyanto mengenakan batik cokelat saat mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan dinyatakan kompeten. UKW diselenggarakan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Kompas bersama KG Media dan Google. (Dok. Pribadi Andre Hariyanto)

Berita Utama

Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan

Sabtu, 19 Sep 2026 - 20:11 WIB

FOTO: Truk sound horeg pawai Agustusan di Jawa Timur. (Sumber Wikipedia)

Berita Utama

Team Ngorek Audio: Sebaiknya Volume Sound Horeg Sewajarnya

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:52 WIB

FOTO:Memakai Kaos Hitam Wakil Direktur Persebaya, Nanang Priyanto saat jumpa Pers di Amaris Hotel Surabaya, Jawa Timur pada Jum'at 18 September 2026 (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

Nasional

Persebaya Optimis Juara di Musim Menuju Usia 100 Tahun

Jumat, 18 Sep 2026 - 15:39 WIB

https://mancingjitu.com/