SUARA UTAMA, Jakarta – TNI Angkatan Laut bersama Yayasan Sail Indonesia Jaya resmi meluncurkan program Maritime Leadership bagi generasi muda melalui kegiatan Cocktail Party on Board di atas kapal legendaris KRI Dewa Ruci, yang berlangsung di Pangkalan TNI AL Pondok Dayung, Jakarta Utara, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie, Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, Kepala Staf Pangkoarmada RI Laksamana Muda TNI Heri Triwibowo, serta sejumlah tokoh nasional, akademisi, dan perwakilan lembaga pendidikan, termasuk Yayasan Gema Insan Cendekia.
Dalam sambutan Pangkoarmada RI yang dibacakan oleh Laksma TNI Heri Triwibowo, ditegaskan bahwa KRI Dewa Ruci bukan sekadar kapal latih, tetapi simbol ketangguhan diplomasi maritim Indonesia di dunia. Kapal yang telah menjadi cagar budaya maritim ini dinilai sebagai representasi sejarah sekaligus inspirasi untuk membangun masa depan maritim bangsa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Indonesia adalah bangsa maritim. Laut bukan pemisah, tetapi pemersatu. Namun, kejayaan itu harus dibarengi dengan promosi yang kuat dan edukasi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Program Maritime Leadership ini bertujuan untuk mengenalkan sejarah dan potensi kemaritiman Indonesia kepada generasi muda, sekaligus membangun kolaborasi antara pemerintah, TNI AL, dunia pendidikan, dan industri maritim.
Wakil Menteri Dikti Saintek, Prof. Stella Christie, dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan sains dan teknologi sebagai fondasi kemajuan maritim Indonesia. Ia menyebut bahwa tidak ada negara maju tanpa kekuatan riset dan inovasi.
“Indonesia memiliki potensi maritim luar biasa, termasuk sumber daya seperti rumput laut yang berpotensi menjadi energi masa depan. Namun, hal ini membutuhkan investasi besar dalam pengembangan talenta dan riset teknologi maritim,” ungkapnya.
Ia juga mendorong para pelajar dan institusi pendidikan untuk berperan aktif dalam mengembangkan teknologi maritim sebagai sektor strategis yang berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketua Yayasan Sail Indonesia Jaya, Groza Subhakti, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat diplomasi maritim melalui pelayaran muhibah dan kegiatan internasional menggunakan kapal layar TNI AL seperti KRI Bima Suci.
“Kapal-kapal ini adalah floating embassy Indonesia. Melalui kegiatan budaya, pelatihan, dan diplomasi, kita membawa wajah Indonesia ke dunia,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa program ke depan akan melibatkan berbagai negara melalui kegiatan tall ships internasional serta promosi budaya dan pariwisata Indonesia di berbagai belahan dunia.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan menyatakan dukungan penuh terhadap program pengembangan kemaritiman sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami akan terus mendorong sosialisasi dan implementasi pendidikan kemaritiman di Jawa Barat sebagai bentuk menjaga warisan leluhur dan memperkuat identitas bangsa maritim,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yayasan Gema Insan Cendekia turut menjajaki kerja sama strategis dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Dikti Saintek untuk menjadikan pelatihan kemaritiman sebagai bagian dari program pendidikan ketarunaan di tingkat SMA/SMK.
Ketua Yayasan Gema Insan Cendekia, Rahma Dian Lestari, menyampaikan harapannya agar program sail training dapat menjadi ikon pendidikan ketarunaan di Jawa Barat, sejalan dengan program Gapura Pancawaluya yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan ini menjadi momentum awal sinergi lintas sektor dalam membangun ekosistem kemaritiman nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia melalui pengembangan SDM unggul, diplomasi internasional, dan inovasi teknologi berbasis kelautan.

Penulis : Wahyu Widodo
Editor : Andre Hariyanto
Sumber Berita: Wartawan Suara Utama











