Barcelona selamat dari kekalahan berkat gol penalti Lamine Yamal di menit akhir memaksa Newcastle United harus puas dengan skor imbang 1-1 di St. James Park, Newcastle, Rabu dini hari WIB.
Gol Harvey Barnes di menit ke-86 sempat menghidupkan momen bersejarah 28 tahun lalu ketika Newcastle menang 3-2 atas Barcelona. Namun, kesalahan Malick Thiaw yang melakukan pelanggaran di kotak penalti memberi Yamal (90+6) kesempatan menyamakan kedudukan di menit akhir.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menyadari timnya tidak bermain baik di laga tersebut. “Ini pertandingan yang intens. Kami terlalu banyak kehilangan bola dan membuat banyak kesalahan. Kami menerima hasil ini. kami akan menganalisa dan mencoba lebih baik di pertandingan selanjutnya,” ujarnya seusai pertandingan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelatih Newcastle United, Eddie Howe, menilai timnya bermain impresif. “Kami bermain sangat baik dan menunjukkan kualitas kami. Kami menunjukkan mampu bermain melawan tim terbaik ketika kami berada dalam performa terbaik,” katanya seusai laga.
Hasil ini membuat Barcelona diunggulkan di Leg kedua yang berlangsung di Sporitfy Camp Nou, Rabu (18/3/2026).
Harvey Barnes dinobatkan sebagai pemain terbaik pada pertandingan ini menurut UEFA. Yamal juga mencatatkan rekor sebagai pemain termuda yang tampil dalam 30 laga Liga Champions di usia 18 tahun dan 240 hari, mengalahkan rekor pemain Paris Saint-Germain, Zaire-Emery, di usia 19 tahun dan 227 hari. Selain Yamal, rekan setimnya, Xavi Espart, mencatat momen bersejarah menjalani debutnya setelah menggantikan Ronald Araujo.
St. James Park bergemuruh sejak peluit pertama dibunyikan, menciptakan tekanan yang langsung dirasakan pemain Barcelona sepanjang pertandingan. Newcastle langsung bermain dengan intensi tinggi, Barcelona kesulitan membangun serangan di menit-menit awal.
Baru 3 menit berjalannya pertandingan, Newcastle hampir mencetak gol di depan kemelut gawang, namun Joan Garcia berhasil menahan sundulan Sandro Tonali. Tendangan jarak jauh Anthony Elanga di menit ke-11 berhasil ditangkap dengan mudah bola oleh Joan Garcia. Setelah 20 menit berjalannya pertandingan, Barcelona mulai melakukan serangan-serangan bahaya di wilayah Newcastle. Yamal hampir mencetak gol dari sudut sempit, namun bola hanya mengenai samping gawang. Menjelang akhir pertandingan babak pertama, Fermin hampir mencetak gol di dalam kotak penalti untuk Barcelona, tapi tendangannya masih mampu ditangkap Aaron Ramsdale. Skor imbang 0-0 di babak pertama.
Memasuki babak kedua, Barcelona masih kesulitan mengikuti ritme permainan cepat Newcastle United. Pada menit ke-57, Harvey Barnes mencoba tendangan keras dari luar kotak penalti, tapi Joan Garcia masih sigap menahan bola. Peluang besar didapatkan Barcelona, sepakan Robert Lewandowski dari umpan terukur Raphinha masih melebar. Eddie Howe melakukan tiga pergantian pemain di menit ke-67. Beberapa menit berselang Newcastle berhasil memecah kebuntuan, sayangnya gol Joelinton dianulir wasit karena berada di posisi offside. Gol yang dinantikan Geordies akhirnya terjadi di menit ke-86. Umpan silang dari pemain pengganti Jacob Murphy ke Harvey Barnes berhasil dituntanskan dengan baik. Pergerakan Harvey Barnes yang berhasil lolos dari penjagaan Raphina, kemudian dengan mudah mengarahkan bola ke gawang Barcelona. Hasil bersejarah sudah didepan mata, namun di injury time pergerakkan Dani Olmi berhasil mengelabui Malick Thiaw yang berakhir pelanggaran di dalam kotak penalti. Yamal yang maju sebagai penendang penalti mampu dengan mudah mengecoh Ramsdale dan menyelesaikan tugasnya (90+6). Usai gol tersebut wasit meniup peluit akhir pertandingan.
Penulis : Keitaro Alfarizi
Sumber Berita: Barcelona.com, Newcastleunited.com, dan UEFA.com










